Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Pesan Penting Ustadz Abdul Somad kepada Para Santri

Pesan Penting Ustadz Abdul Somad kepada Para Santri

 

Ustadz Abdul Somad menyemangati para santri.

bersamaislam.com   Begini pesan Ustadz Abdul Somad  kepada para santri agar tetap semangat dalam menuntut ilmu agama.

UAS menyatakan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan paling efektif dalam mendidik dan menjaga anak generasi muda bangsa ini, agar tidak terjerumus ke narkotika yang bisa merusak masa depan bangsa.

''Adik-adik ditempatkan di pesantren ini bukan karna orang  tua kalian tidak sayang, akan tetapi justru karena sangat sayang , sehingga adek adek ada di pesantren ini,'' ujar UAS ketika mengisi kajian di majelis Tabligh Akbar di pondok pesantren A-Amien Perenduan,sumenep,jawa timur, 1 tahun yang lalu.

Lalu UAS memberikan pesan penting kepada semua santri agar tetap menjadi santri yang bisa menjadi harapan bangsa dan agama, serta jangan merasa puas dengan apa yang telah di dapatkan di pesantren. karna sejatinya seorang santri yang taat kepada Allaah tak akan merasa puas akan ilmu yang telah ia dapat kan.Lalu UAS berikan 10 pesan ini kepada para santri yang hadir dalam majelis tabligh tersebut yang membuat para santri menjadi semangat dalam menuntut ilmu di pondok pesantren.

1. Tetaplah merasa santri, agar tak berhenti berbakti

2. Tetaplah merasa santri, agar tak tinggi hati

3. Tetaplah merasa santri, agar berbudi pekerti

4. Tetaplah merasa santri, agar tak merasa benar sendiri

5. Tetaplah merasa santri, agar tetap merasa perlu membaca kitab suci

6. Tetaplah merasa santri, agar tetap hormat pada kyai

7. Tetaplah merasa santri, agar semangat membangun negeri

8. Tetaplah merasa santri, agar peduli pada ekonomi

9. Tetaplah merasa santri, agar tak takut mati

10 Tetaplah merasa santri, agar takut kepada Ilahi

Pesan saya kepada kalian ,ilmu pesantren itu dapat menentukan kesuksesan dunia akhirat. Pesantren, dapat membawa segala sesuatu kebaikan dan kebenaran. ''kalian boleh menggantungkan cita-citamu dilangit tapi tetap berpijak di bumi. Kalian gapailah cita-citamu menjadi Polri,TNI,Pejabat sambil berdakwah. Karena dakwah adalah kewajiban semua muslim tanpa pandang jabatan,'' ujar ustadz Abdul Somad semoga Allaah menjaga beliau.










Bolehkah Qurban Sapi 1 Ton? Inilah Jawaban Buya Yahya

Bolehkah Qurban Sapi 1 Ton? Inilah Jawaban Buya Yahya

Ilustrasi

bersamaislam.com - Viral di sosial media banyak sekali para selebriti yang membeli sapi dengan beratnya hingga 1 ton lebih. Sepertinya dari satu unggahan ke unggahan lainnya menjadi virus yang menyebar sehingga layaknya perlombaan membeli hewan qurban dengan berat yang fantastis.

Apakah ada batasan tertentu sesuai syariat? Dan apa hukumnya mengeksposnya di sosial media?Namun apakah boleh berqurban dengan sapi yang beratnya 1 ton lebih? 

Kali ini Buya Yahya menjawab dalam satu unggahan video pada akun ‘Buya Yahya’.

“Dalam syari’at tidak ada batasan ukuran bobot akan tetapi ada rambu rambu yang harus di penuhi semuanya itu mengarah kepada bobot” ujar beliau.

“Contohnya bertanduk, gigi jatuh hal tersebut menunjukkan usianya yang sudah cukup. Kalau kambing usianya sudah cukup berarti kambing gede” lanjutnya lagi.

“Bahasa jawanya kalau sapi umurnya sudah sesuai yang disebutkan dalam kitab itu, bahkan bukan lagi pedet, bukan anak sapi. Tujuannya mengarah kepada timbangan tapi sebut timbangannya kemudian semakin gede semakin bagus”.

“Ada sapi satu ton wah bagus banget gede luar biasa boleh, manfaatnya besar. Kita menemukan orang orang sapinya Masya Allah gede gede banget. Lebih baik untuk Allah dan rasulNya karena kita berqurban untuk kebaikan” sambung Buya Yahya.

Dalam hal mempublikasikan hewan qurban atau memperlihatkan ketika mereka membeli hewan qurban, seseorang tidak bisa menilai bahwa hal itu riya ataupun pamer. 

Karena pada hakikatnya yang menentukan riya hanyalah Allah Swt. Barangkali mereka ingin menunjukkan sapi di tempat ini bagus, atau juga agar orang yang luar biasa mampu bisa berqurban lebih besar yang manfaatnya untuk orang banyak.

Maka tidak boleh bagi seseorang menilai dengan prasangka yang buruk kepada saudaranya. Boleh jadi seseorang menuduh tindakan riya, namun di mata Allah itu hanyalah kebaikan.










Benarkah Hewan Qurban Jadi Tunggangan Di Akhirat?

Benarkah Hewan Qurban Jadi Tunggangan Di Akhirat?

Ilustrasi

bersamaislam.com - Menjelang hari raya Idul Adha semua orang berlomba lomba untuk memilih hewan qurban terbaiknya agar hewan tersebut bisa menjadi kendaraan/tunggangan di akhirat kelak. Fakta sudah banyak di percaya banyak orang, namun apakah benar keutamaan berqurban adalah kelak ia akan menjadi tunggangan untuk menyebrangi jembatan sirat di akhrat kelak.

Dikutip dalam sebuah unggahan video pada akun ‘Adi Hidayat Official’. Persoalan ini dinilai oleh para ulama dan ahli hadist bahwa riwayat tersebut sangat lemah, bahkan menurut sebagian hal tersebut tidak memiliki asal. Sehingga disebut hadist yang bermasalah.

Namun ada pendapat yang menarik dari sebagian para ulama mengenai penyembelihan qurban ini. Fakta bahwa hewan qurban akan menjadi tunggangan di akhirat kelak hanyalah kata kata kiasan atau majas.

Jika seseorang yang akan berqurban mereka mencari hewan qurbannya dengan yang paling bagus, paling baik maka dimungkinkan pahala yang di dapatkannya pun akan semakin baik pula.

Nah dengan pahala yang baik adalah yang akan memudahkan seseorang di akhirat kelak untuk melawati jembatan Shiratal Mustaqim.

Seperti di kisahkan pada kisah anak dari nabi Adam yang memperebutkan saudarinya yang cantik yakni Iqlima. Diantara keduanya itu, Allah menyuruh mereka untuk berqurban. Habil yang seorang peternak memilih hewan paling baik dan gemuk untuk diqurbankan kepada Allah Swt. Sedangkan Qabil ia seorang petani yang memilih hasil kebunnya yang paling buruk.

Kemudian Allah menerima hasil qurban Habil melewati api yang mengambilnya. Dalam Al-Qur’an surah Al Kautsar ayat tiga terdapat kata ‘wanhar’ dalam bahasa arab berarti unta. Unta yang dimaksudkan disini adalah hewan yang paling tinggi, paling baik, dan paling bagus.

Bilamana kita mampu dengan kelebihan rezeki, maka carilah hewan paling baik dan paling besar manfaatnya. Dengan hati yang ikhlas untuk berqurban maka ini akan dilipatkan berganda ganda sehingga hal tersebut akan semakin memperberat timbangan amal kebaikan.

Dari beratnya timbangan tersebutlah yang akan membantu untuk mempermudah dan mempercepat seseorang melewati jembatan Shiratal Mustaqim.

Hal inilah ini di maksudkan dari keutamaan berqurban. Dikatakan dalam Al-Qur’an surah Al hajj ayat 37 ”Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu”.








 Peristiwa Peristiwa Istimewa di Bulan Dzulhijjah

Peristiwa Peristiwa Istimewa di Bulan Dzulhijjah

Ilustrasi

bersamaislam.com - Dikutip dari situs wakalahmu.com tentang 30/06/22. Ada banyak sekali keutamaan keutamaan di bulan Dzulhijjah begitu juga amalan yang dianjurkan di lakukan di bulan tersebut. Terutama Puasa Arafah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun siapa sangka ternyata banyak juga peristiwa yang terjadi di Bulan Dzulhijjah.

1. Lahirnya anak semata wayang Nabi Zakaria di Usia 120 Tahun

Di usia yang sudah tidak muda lagi, Nabi Zakaria tetap tidak menyerah untuk terus berdoa meminta buah hati kepada yang Maha Kuasa. Dengan kesungguhannya akhirnya Allah mengabulkan doa dari Nabi Zakaria.

Tidak masuk logika namun itulah keajaiban Allah, di usia yang sudah menopause tapi dengan kuaasa Allah istri beliau mengandung seorang anak, yang lalu dinamakan Yahya As.

2. Diterimanya Taubat dan Bertemunya Siti Hawa dan Nabi Adam As. 

Setiap orang tidak lepas dari godaan setan, sekali pun itu seorang nabi. Sama halnya dengan Nabi Adam  dan Siti hawa yang telah terbujuk oleh setan untuk memakan buah yang dilarang Allah untuk dimakan.

Sebagai manusia yang mempunyai nafsu, Nabi Adam dan Siti Hawa pun terbujuk. Kemudian Allah murka dan mengusirnya dari surga. 200 tahun lamanya mereka terpisah di dunia dan selama itu pula mereka terus bertaubat kepada Allah.

Akhirnya tepat pada tanggal 1 Dzulhijjah Allah menerima taubatnya dan mempertemukan mereka di padang Arafah.

3. Penyembelihan Nabi Ismail

Di bulan Dzulhijjah terkenal dengan Idul Adha yang memperingati ketaqwaan Nabi Ibrahim dengan menyembelih anaknya sendiri. 

Di saat baru bertemu anaknya, Nabi Ibrahim mengalami mimpi yang sama sebanyak tiga kali. Mimpi tersebut berisikan beliau yang menyembelih anaknya Nabi ismail. Yang kemudian diperingati pada hari Idul Adha.

4. Terselamatkannya Nabi Yunus Dari Perut Ikan Nun

Nabi Yunus bin Matta seorang nabi yang di utus kepada kaum Ninawa yang menyekutukan Allah dengan sesembahan lain. Waktu terus berjalan namun tak ada satu pun yang mau mendengar seruan Nabi yunus.

Wajar sebagai manusia biasa Nabi Yunus merasa kesal dan marah setelah dicaci maki dan di hina. Sehingga memutuskan untuk pergi meninggalkan kaumnya.

Qadarullah seperti kisah di dalam Al-Qur’an Nabi Yunus di telan oleh seekor ikan besar. Pada bulan Dzulhijjah doa Nabi Yunus dikabulkan, dan Nabi Yunus pun dikeluarkan dari perut ikan tersebut.



 Larangan dan Anjuran Bulan Dzulhijjah Kata Ustadz Adi Hidayat

Larangan dan Anjuran Bulan Dzulhijjah Kata Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat

bersamaislam.com - Dikutip dalam sebuah video di akun “Adi Hidayat Official” tentang Larangan dan anjuran bulan Dzulhijjah. 

Dalam kesempatan kali ini Ustadz Adi menjelaskan tentang larangan yang sifatnya sunnah, sering kali kita menilai bahwa larangan adalah haram namun yang dijelaskan Ustadz Adi kali ini justru kebalikannya. 

“Siapapun muslim beriman yang sudah memasuki 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sedangkan orang itu ingin berqurban ya menyembelih hewan, ya menyembelih hewan dilarang untuk mencukur atau memotong semua rambut yang melekat pada tubuhnya atau kuku yang melekat di jarinya”.

Ada larangan Nabi Saw yang sifatnya sunnah bagi yang berqurban. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan maksud dari yang berqurban tersebut adalah yang sudah siap hewannya, yang sudah dibeli dan diatasnamakan.

Bagi yang sudah siap berqurban atau barangsiapa yang sudah melakukan akad terhadap hewan tersebut, dianjurkan untuk tidak memotong rambut atau pun kuku sampai hewan qurban tersebut disembelih.

Dari Ummu Salamah, Rasulullah bersabda “Jika sudah memasuki 10 hari awal Dzulhijjah. Dan ada diantara kalian yang menginginkan berqurban, maka janganlah menyentuh (memotong/mencukur) dan juga kuku yang melekat di jarinya sedikit pun”.

Segala sesuatu pasti ada hikmahnya sama hal nya seperti apa yang sudah di sampaikan Nabi melalui ummu Salamah. Hikmah dari tidak memotong kuku dan muncukur rambut pada tubuh ialah agar yang berqurban itu sama sama nilainya dengan orang yang sedang menggunakan pakaian ihram dalam wukuf hajinya di Arafah.

Adapun maksudnya ialah agar posisi orang yang sedang berqurban sama dengan orang yang haji. Mungkin tidak semua orang bisa menunaikan ibadah haji, namun dengan berqurban bisa menyamakan ibadah haji. 

Karena pada hakikatnya arti berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt sama halnya dengan ibadah haji. Artinya qurban dan haji sama sama membangun kedekatan makhluk kepada sang pencipta.

Rasulullah menganjurkan sebuah amalan bagi yang belum mampu beribadah haji ataupun qurban, apa itu? Yakni Puasa Arafah.

Puasa Arafah bukanlah puasa biasa, namun di puasa ini dianjurkan untuk yang melaksanakan nya memperbanyak bermuhasabah diri, mengoreksi diri, dan mengenali kekurangan dirinya.

Ada juga beberapa kesalahan dalam pemahaman kebanyakan masyarakat mengenai keutamaan Puasa Arafah yaitu menggugurkan dosa yang setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Namun nyatanya tidak seperti itu, maksud dari setahun yang akan datang ialah dijaga oleh Allah Swt. perbuatannya dari perbuatan maksiat bukan di hapus dosa yang akan datang menurut Ustadz Adi Hidayat.

Wallahu ‘alam





Benarkah Samson Seorang Nabi?

Benarkah Samson Seorang Nabi?

Nabi Sam'un


bersamaislam.com - Samson yang kita kenal ialah sebagai salah satu pemeran utama di sebuah sinetron yang memiliki kekuatan besar. Ternyata kisah berasal dari kisah nyata pada nabi terdahulu. Siapakah dia? Apakah benar memiliki kekuatan yang besar lagi hebat?.

Nabi Samson atau Nabi Sam’un Al Ghazi adalah salah satu nabi dari sekian ribu nabi yang hidup sebelum Nabi Muhammad Saw. Ketika zamannya, ada seorang raja yang tamak ia ingin dirinya disembah dan berbuat semena mena terhadap kaumnya. Ia tak segan untuk berbuat dzalim kepada kaum yang enggan menerima kebijakan darinya.

Orang tua dari Nabi Sam’un tidak menyukai hal tersebut dan berdoa kepada Allah agar mereka di karunai seorang anak yang kelak akan menghentikan kedzaliman raja Israel. Tak berselang lama Allah mengabulkan doa orang tua Nabi Sam’un. Lahirlah seorang anak yang kuat dan juga cerdas.

Ia semakin tumbuh besar dan kuat, kekuatannya melebihi anak seusianya. Nabi Sam’un pun diangkat menajdi seorang hakim dan memiliki banyak pengikut. Ia menjunjung tinggi kebenaran dan tidak menyukai kebatilan. Nabi Sam’un tak segan menghukum anggota kerajaan yang berbuat dzalim dan menuhankan raja Israel. Karenanya itu ia disingkirkan dari kerajaaan.

Nabi Sam’un pun menjadi buronan, banyak sekali para prajurit yang mencoba membunuhnya tetapi tidak berhasil. Raja sangat geram, hingga ia memberikan sayembara untuk membunuh Nabi Sam’un. Barangsiapa yang berhasil membunuhnya maka ia akan mendapatkan harta kerajaan berupa harta yang banyak.

Banyak orang yang terpedaya akan sayembara tersebut, hingga mereka membujuk isteri dari Nabi Sam’un agar memberitahu kelemahan Nabi Sam’un. Karena cintanya Nabi Sam’un kepada isterinya ia berkata “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”

Konon katanya rambut Nabi Sam’un panjangnya hingga mencapai tanah. Maka dari itu isteri Nabi Sam’un mengikatnya dengan rambut Nabi Sam’un sendiri ketika beliau sedang tertidur. Pada percobaan pertama ia gagal karena Allah masih memberikan anugrah sehingga Nabi Sam’un bisa terlepas kembali.

Namun pada percobaan kedua isterinya mengikat Nabi Sam’un dengan rambutnya ketika sedang tertidur berhasil. Alhasil Nabi Sam’un tak berdaya sampai ia dibawa ke kerajaan untuk disiksa dihadapan Raja Israel. Beliau disiksa tanpa ampun, matanya dibutakan beberapa tubuhnya di potong. Peristiwa tersebut di pertontonkan juga kepada masyarakat dan seluruh kaumnya.

Dalam kondisi masih terikat, Nabi Sam’un berdoa memohon pertolongan kepada Allah dan bertaubat, Allah pun mengabulkannya dengan menghancurkan seluruh kerajaan dan kaumnya hancur atas KuasaNya.

Nabi Sam’un juga bersumpah untuk menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan terus beribadah yang lamanya seribu bulan tanpa henti. Kemudian Nabi Sam’un meninggalkan kaumnya yang sukar diajak kepada kebeneran.

Namun ia masih mencintai kaumnya, ia pergi menyendiri ke sebuah gua untuk melakukan ibadah terus menerus sesuai sumpahnya. Disamping itu ia selalu mengawasi dan melindungi kaumnya tanpa terlihat.

“Dan apabila ia mendengar adanya praktik kezaliman penguas atau bangsa penjajah asing pada Bani Israil, ia akan menghancurkan kejahatan itu pada malam hari dengan sekejap. Ia menjadi sosok pahlawan tak terlihat bagi Bani Israil,” tulisnya dalam buku Syam’un: Asal Muasal Lailatul Qadar 

Ia pun memilih menjaga kaumnya sendirian tanpa ingin diketahui yang tahu. Hingga ia pun dikisahkan tidak punya pengikut hingga akhir hayatnya. 

Beliau pun mengisahkan kepada para sahabat tentang sosok seorang nabi di padang mahsyar kelak, seorang yang Nabi dengan kekuatan besar dan memiliki kebaikan setara lebih dari 1.000 bulan.

Sosok itu adalah Syam’un Al-Ghozi, tapi ketika kelak di padang Mahsyar, cerita Nabi, ia sendirian dan tidak punya pengikut. Tapi, ia berada di surga.

“Bagaimana cara bisa berbuat kebaikan seperti Syam’un?” tanya para sahabat.

Lantas, malaikat Jibril pun datang dan memberi tahu Nabi, umat beliau nantinya bisa juga mendapatkan hal tersebut dengan ibadah di malam lailatul qadar, ibadah dengan pahala setara 1.000 bulan, seperti kisah Nabi Samson atau Syam’un Al-Ghozi. Wallahu a’lam.




Keutamaan Berqurban

Keutamaan Berqurban

Santri sedang memotong daging qurban

bersamaislam.com - Hari raya Idul Adha identik dengan berqurban atau menyembelih hewan. Bagi seseorang yang diberikan kemampuan berkecukupan oleh Allah hendaknya ia berqurban. Karena berqurban memiliki banyak pahala dan keutamaan lainnya.

Disebutkan oleh Ustadz Abdul Somad “Ketika seseorang berqurban kemudian menyembelih hewan tersebut pada hari Idul Adha, sebelum darah hewan tersebut jatuh ke tanah, lebih dulu ampunan Allah datang kepada seseorang yang berqurban, maka sucilah diri kalian dengan memperbanyak berqurban”.

Apa yang dikatakan oleh Ustadz Abdul Somad adalah salah satu keutamaan diantara banyak keutamaan lainnya. Dalam sebuah hadist juga disebutkan "Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan dia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami." (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

Apa aja keutamaan berqurban lainnya?

1. Meningkatkan rasa syukur dan ketaqwaan

Dalam Al-Qur’an disebutkan tentang berqurban adalah ketaqwaan yakni Q.S Al Hajj ayat 37, “Bukanlah daging dan darah itu yang sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan. Demikianlah Allah telah menundukkan hewan-hewan itu untuk kalian, supaya kalian memperbanyak zikir kepada Allah atas rezeki yang telah diberikan-Nya kepada kalian”.

Dengan adanya ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah langsung yang mengatakan bahwa dengan berqurban akan sampai rasa ketaqwaannya kepada Sang Pencipta. 

2. Tiap satu bulu di hitung kebaikan

Dikatakan juga oleh Zaid ibn Arqam, dirinya berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya leluhur kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan dan setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibnu Majah).

3. Sebagai kepedulian terhadap sesama

Daging qurban biasanya ikut dibagikan juga kepada masyarakat sekitar, apabila ada masyarakat yang membutuhkan maka itu akan sangat berarti baginya.

Disebutkan juga dalam hadist “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” HR. Muslim

Mari Berqurban bersama para Huffazh!

Di Hafizh Quran Indonesia juga telah menyiapkan beberapa domba dan kambing untuk di sembelih pada Idul Adha yang akan mendatang. Juga tersedia apabila bapak atau ibu yang ingin berqurban bersama penghafal Al-Qur'an bisa bergabung di Hafizh Qur'an Indonesia. Karena Insya Allah nantinya hasil dari daging qurban akan di nikmati juga oleh para penghafal Al-Qur'an.

"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, & Hakim)

Bagi bapak atau ibu yang ingin berqurban di Hafizh Quran Indonesia bisa menghubungi nomor berikut ini http://wa.me/62895362466060




bersamaislam.com -

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik