Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Fadhilah Shalat Tarawih Dan Puasa Ramadhan Hari Ke-6

Fadhilah Shalat Tarawih Dan Puasa Ramadhan Hari Ke-6


Ilustrasi 


bersamaislam.com
- Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, seluruh Muslim dan Muslimah berlomba lomba dalam kebaikan. Sangat tidak di ragukan lagi keberkahan dan kelipatan pahala yang di dapat pada bulan tersebut. Mungkin, bukan Bulan Ramadhan jikalau tidak ada sholat Tarawih dan Puasa selama sebulan. Nah berhubung besok hari Ramadhan ke 6, teman teman tau ga apa fadhilah atau keutamaan hari ke 6 Ramadhan?

Yuk kita kupas keutamaannya!

Shalat tarawih disetiap daerah berbeda jumlah rakaatnya, ada yang 23 rakaat atau 11 rakaat. Tidak ada yang salah pada jumlah keduanya. Jumlah rakaat 11 ialah yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. dan pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, sholat Tarawih dikerjakan menjadi 23 rakaat. 

Semakin hari kadang sebagian orang ada yang sudah merasa malas pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Tarawih. Tapi siapa sangka ternyata fadhilah sholat Tarawih hari ke 6 sangat menguntungkan. Yakni pahalanya sebagaimana ia thawaf di Baitul Makmur juga setiap batu dan tanah memintakan ampunan untuknya. Masya Allah

Eitss tunggu masih ada lagi fadhilah yang akan teman teman dapatkan di hari ke-6 ini. Keutamaan puasa keenam bulan Ramadhan adalah Allah SWT akan memberikan 100.000 kota di surga Darussalam, pada setiap kotanya terdapat 100 perkampungan dan pada setiap perkampungan terdapat 100.000 rumah. Subhanallah sungguh tiada tandingan dengan dunia serta isinya. 

Setelah teman-teman tau fadilah dan keutamaan hari ke-6 Bulan Ramadhan yakin masih mau bolong-bolong ibadahnya? Yuk kita perbaiki ibadah dan amalan setiap hari harinya agar lebih baik dari hari sebelumnya.

– Syahira (Santri HAQIN Bandung) –

Keajaiban yang disaksikan oleh NASA tentang Malam Lailatul Qadar

Keajaiban yang disaksikan oleh NASA tentang Malam Lailatul Qadar



Ilustrasi penampakan luar angkasa

bersamaislam.com
- Malam Lailatul qadar seperti yang kita ketahui adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Peristiwa yang telah disampaikan dalam Al-Quran surah Al Qadar ribuan tahun yang lalu. Seluruh umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan malam kemuliaan itu, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Siapa sangka bahwa NASA juga menyaksikan keajaiban malam Lailatul Qadar diluar  angkasa. Namun mereka diperintah untuk menutup mulut agar kabar tersebut tidak menyebar luas. Selama bertahun-tahun mereka menyembunyikan fakta tersebut selama bertahun-tahun, Qadarullah salah satu anggota NASA tidak sengaja membocorkan hal tersebut, sehingga ia terpaksa kehilangan jabatannya dan akhirnya ia masuk islam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Abdul Bastih As Sayyid sebagai Kepala lembaga mukjizat ilmiah Al Quran dan Sunnah di Mesir. NASA pernah menemukan pada suatu malam terjadi suatu keanehan. Pada malam umumnya biasa terdapat 20 meteor yang jatuh ke bumi. Namun pada suatu malam tidak ada satupun meteor yang jatuh dan udaranya sejuk, tidak panas dan juga tidak dingin.

Pada pagi harinya NASA juga menemukan bahwan matahari terbit tapi anehnya tidak ada sama sekali radiasi cahaya. NASA juga mengungkapkan ada 1 malam dimana 10,000 bintang dan 20.000 meter berhenti menabarak bumi. Semua ciri-ciri yan disebutkan oleh NASA, pernah disampaikan juga oleh Rasulullah SAW. Di berbagai hadistnya. 

Dari Ubay bin Kaab Rasulullah bersabda Pagi hari dari malam Lailatul Qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi HR Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Abu daud. Istimewanya malam Lailatul Qadar telah diungkapkan oleh NASA namun fakta tersebut malah di sembunyikan, walaupun disembunyikan tetap tidak akan mengurangi keistimewaan malam Lailatul Qadar.


– Syahira (Santri HAQIN Bandung) –

Sebuh Kisah Dibalik Hikmah Ramadhan

Sebuh Kisah Dibalik Hikmah Ramadhan

Ilustrasi 

bersamaislam.com - Dari Syaikh Zainuddin al-Malibari di dalam kitab Irsyadul Ibad yang memiliki kisah fulan dengan seorang lelaki yang tidak pernah melakukan sholat, puasa, dan ibadah lainnya. Setiap harinya hanya dihabiskan melakukan maksiat.

Ia selalu tetap hadir di masjid setiap jama'at ketika Ramadhan usai. Ia membahas baju terbaik, juga selalu memakai wewangian.

Pada siang hari ia berpuasa. Setiap hari, dia selalu iftar bersama dan memberikan makanan itu kepada orang lain yang juga makan bersama.

Melihat perubahan ini, Tetangga Si Fulan sangat heran. Mereka ingin mengetahui apa yang terjadi dengan laki laki itu. Mereka mencari informasi dari setiap kerabat Fulan. Namun mereka tidak memiliki informasi apapun.

Beberapa orang mencari informasi dari tetangga si fulan terdekat, tetapi mereka tidak mengetahui apapun. Mereka juga tidak mengetahui alasan kenapa Fulan tersebut berubah.

Semua orang di kampung tersebut semakin heran melihat sikap dan tingkah laku si Fulan. Namun, mereka tidak langsung menanyakan hal tersebut kepada si Fulan. Mereka takut kalau si fulan tersinggung. Orang-orang sudah tahu, apa yang bakal terjadi ketika si fulan ini tersinggung. Karena itu, desus-desus yang beredar di kampung tersebut tidak karuan.

Ada yang berpendapat ia sudah bertaubat, ada juga yang bilang laki-laki tersebut sedang mengambil berkahnya bulan Ramadhan agar dapat dipandang baik reputasi namanya oleh warga Ada juga yang mengisahkan bahwa si Fulan itu merencanakan sesuatu yang besar.

Seorang ustadz mengirim pesan kepada para warga agar mereka berhusnudzon ke si Fulan. Ustadz tersebut mengingatkan kepada semua warga bahwa suudzhon itu hal yang tercela dalam agama. Meski demikian, warga semakin tidak karuan dari waktu ke waktu akan rasa penasaran.

Usai shalat teraweh, si Fulan tidak langsung berangkat, seperti yang terjadi pada satu kejadian tertentu. Ia berempati diri untuk terlibat dalam cengkrama bersama sipir.

Dalam dialog tersebut, warga setempat baik kelakar maupun bergurau memberitahukan Fulan atas perubahan tersebut. Tak heran, ia tak memusuhi kelakar yang dimaksud. Si Fulan menyatakan, ia menjalani semua itu setelah mendapatkan informasi dari ceramah yang ia dengar samar-samar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ampunan.

Oleh karena itu, ia bermaksud untuk memohon ampunan Allah SWT dengan beribadah dan menghiasi Ramadhan dengan Amal. Ia berdu'a semoga Allah SWT berkenaan mengampuni semua dosanya.

Beberapa waktu kemudian, gosip gosip warga muncul juga, setelah seharian ini si laki laki ini tidak tampak di masjid. Mereka berfikir bahwa si Fulan telah pergi karena pintu rumahnya tertutup. Bahkan ada yang mengira si Fulan sudah kembali lagi kepada kebiasaannya yang dulu, yaitu sering mangkal di warung minuman khamar di pinggir kota.

Sore itu, seorang anak kecil yang sedang bermain bola menemukan bau busuk yang menyengat saat hendak mengambil bola yang terlempar di depan teras rumah si Fulan.
Ia bersama kawan-kawannya kaget melihat lalat bangkai mengerubuti seorang lelaki yang bersujud di atas ranjang. Lelaki itu tewas.

Warga yang mengetahui kabar itu segera mengurus jenazah si Fulan tersebut dan memakamkannya hari itu juga.

Warga merasa bersyukur sekaligus kagum, karena melihat si Fulan meninggal dunia dalam kondisi sujud, kondisi yang sungguh khusnul khotimah. Artinya ketika nyawanya diambil sang pencipta, ia sedang benar-benar ingat kepada-Nya dan menyebut asma-Nya.

Seorang ulama, malam itu bermimpi bertemu si Fulan. Sang ulama bertanya, bagaimana kabarmu malam ini di alam yang baru? Si Fulan yang malam itu penuh senyum bahagia dan mnceritakan bahwa kabarnya baik saja. Ia bahkan mendapatkan kemuliaan karena Allah SWT menerima amal yang telah dilakukan si Fulan selama Ramadhan.

Dalam hati kecilnya, sebenernya si Fulan merasa sangat sedih. Mengapa ia tidak lebih memperbanyak amalan serta ibadah pada masa mudanya yang justru ia gunakan untuk bermaksiat dan melakukan berbagai perbuatan dosa dan zina, ia berharap waktu bisa diputar ulang, ia berjanji akan beribadah lebih banyak lagi. Tapi sayang, maut sudah membatasi segalanya. Dan ia harus menerima dengan segala apa yang telah ia upayakan.

Wallalahu a'lam.

– Syahira (Santri HAQIN Bandung)


Kemegahan Kota London dalam Menyambut Ramadan 2023

Kemegahan Kota London dalam Menyambut Ramadan 2023

Hiasan Lampu di London dalam merayakan bulan suci Ramadan 2023


bersamaislam.com - London yang dikenal sebagai Kota Global yang Mutlikultural yang diketahui jumlah populasi mencapai 8,98 Juta Jiwa termasuk populasi Muslim yang berkembang pesat, sehingga Kota ini menjadi Ibu Kota dan Kota terbesar di Negara Inggris dan Britania Raya.

Baru-baru ini London memperlihatkan aksinya yang menggambarkan penduduknya sangat antusias menyambut bulan suci Ramadan ditahun 2023 ini. London dihiasi dengan lampu yang bernuansa islami untuk menyambut Ramadan.

Dekorasi gantung yang bertuliskan Happy Ramadan yang disertai hiasan berbentuk bulan tsabit dan bintang yang menghiasi Kota London di sepanjang jalan Coventry Street yang banyak menarik perhatian penduduk dalam dan luar negeri untuk menyaksikannya langsung.

Lampu hias ini diresmikan oleh Walikota London, Sadiq Khan dengan total lampu 30.000 buah yang menghiasi Kota London. Kemegahan dekorasi tersebut dikhususkan untuk menyambut Ramadan selama Sebulan dan disebut dengan nama Ramadan Rush.

"This is a special time for a many Muslims." Ujar Sadiq Khan (Wali Kota London).

Wali Kota sangat mendukung adanya Lampu Hias ini dalam merayakan Ramadan, dilansir dari Liputan6, Hiasan lampu yang meriah ini merupakan dekorasi Ramadan yang pertama, tidak hanya untuk London, tetapi seluruh Eropa. “London sekarang menjadi kota besar pertama di Eropa yang menjadi tuan rumah pertunjukan cahaya spektakuler untuk menandai Ramadan. Ini adalah simbol nyata bagaimana ibu kota kami merayakan keberagaman kami,” kata Wali Kota.

Ramadhan dan Segala Keutamaannya

Ramadhan dan Segala Keutamaannya


Ilustrasi gambar

bersamaislam.com - Ramadhan adalah salah satu dari pada bulan-bulan mulia dalam islam, ia adalah bulan yang penuh berkah dan banyak sekali keutamaan. Diantara alasan kenapa bulan ini mulia adalah karena didalamnya terdapat suatu malam dimana satu malam itu jauh lebih baik dari pada seribu bulan, malam apakah itu? Ya, Lailatul Qodr.

Laillatul Qodr adalah malam yang sangat mulia, ia berada pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dimana jika beramal pada malam itu, maka dinilai seribu bulan kali lipat bahkan lebih. Jika dikonversikan maka, 12 bulan = 1 tahun, 1000 bulan = 1000/12 = 83,333 tahun. Maka ibadah 1x pada malam Lailatul Qodr jauh lebih baik nilainya dari pada beribadah selama 83+ tahun.

Tentu ini merupakan kesempatan intan permata (bukan hanya emas lagi) bagi kita selaku muslim. Ini adalah perdagangan yang tidak ada ruginya, sebuah keuntungan besar yang hanya bisa diraih sekali dalam setahun.

Maka tak heran, muslim yang selalu mendambakan surga dalam hidupnya senantiasa meluangkan waktu penuh untuk 10 terakhir ramadhan, tak lain adalah untuk mendapatkan Lailatul Qodr. 

Selain daripada itu, Ramadhan juga memiliki keutamaan yang sangat besar lainnya disamping dari bulan ampunan dosa dan dibukanya pintu surga:

1). Kesempatan Besar Khusyu' Dalam Beribadah

Dari ribuan abad silam, setan telah berjanji bahwa ia akan terus menerus menghasut, menggoda anak cucu adam siang dan malam tanpa hentinya hingga hari kiamat, tujuannya tak lain agar anak cucu adam terpeleset ke dalam jurang kesesatan. Maka salah satu target mereka menyesatkan manusia terletak pada mengganggu kekhusyuan dalam beribadah.

Tak jarang manusia kurang fokus dalam mengerjakan ibadah seperti sholat hingga mengurangkan hak-hak dalam sholat mulai dari lupa jumlah raka'at sampai lupa ayat yang dibaca dalam sholat. Seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadis :

Wahai Rasulullah, setan telah menghalangi antara aku dan shalatku serta mengacaukan bacaanku. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “itu adalah setan yang disebut dengan Khanzab. Jika engkau merasakan sesuatu (gangguan) maka bacalah ta’awwudz dan meniuplah ke kiri 3x”. Utsman mengatakan: “aku pun melakukan itu, dan Allah pun menghilangkan was-was setan dariku” (HR. Muslim no.2203).

2). Rezeki Melimpah Juga Ladang Pahala

Bulan Ramadhan dikenal dengan bulan yang didalamnya penuh dengan rahmat-nya berupa rezeki, tak hanya berupa benda juga berupa kesehatan dan semangat dalam beribadah.

Selain rezeki melimpah, juga sebagai ladang pahala dimana ketika seseorang beribadah sunnah mana pahalanya sama dengan pahala wajib, lebih lagi pahala wajib diluar pahala puasa (karena Allah berjanji Ia sendiri yang akan membalasnya). 

3). Nuansa Yang Sangat Berbeda Dari Bulan-bulan Yang Lain

Dibulan inilah nuansa islami yang hakiki bisa disaksikan dimana kedatangannya seringkali disambut dengan acara yang spesial seperti tarhiban, memasuki waktunya diisi dengan padatnya agenda-agenda islami yang jadi goals pribadi untuk mencapai kunci suksesnya Ramadhan, disamping itu juga ada festival anak sholeh yang dilaksanakan oleh berbagai penggerak seperti DKM, Ikatan Remaja Masjid dan penggerak-penggerak lainnya. 

Gemuruhnya beduk berbarengan semangat pemuda yang ikut serta membangunkan warga saat menjelang sahur, saat menjelang berbuka diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti majelis ta'lim ditemani merdunya lantunan sholawat dan tadarrus Al-Qur'an.

Sebulan penuh menjalani kegiatan dibulan ini, rasa haru kian hadir menjelang saat berakhirnya bulan yang mulia ini terlebih saat lantunan takbiran dikumandangkan.

Inilah 5 Amalan Paling Amazing di Bulan Ramadhan

Inilah 5 Amalan Paling Amazing di Bulan Ramadhan


bersamaislam.comAlhamdulillah atas izinya kita bisa merasakan nikmat dari bulan Ramadhan 1443 H ini. Banyak sekali hal-hal yang sudah kita persiapkan dalam menyambutnya. Di balik pesiapan itu terdapat harapan-harapan yang kita inginkan tentunya dari segala bentuk hikmah yang didapat di bulan Ramadhan ini. Salah satunya adalah melakukan amalan-amalan yang dianjurkan bahkan beberapa hal wajib dilakukan, karena impact dari amalan tersebut sangat besar bagi diri kita. Amalan apa saja yang dianjurkan di bulan Ramadhan itu? Mari kita sama-sama mengakajinya dalam artikel ini.

1. Shalat 5 waktu, ibadah ini sudah menjadi kewajiban setiap muslim sebagai salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan kepada Allah. Tentunya amalan ini dapat menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat meleburkan dosa-dosa kita di bulan Ramadah ini. Seperti dalam sebuah hadits dikatakan,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233)

2. Puasa Ramadhan, sama halnya dengan shalat 5 waktu ibadah puasa pada saat bulan Ramadhan sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk dilakukan dan ibadah puasa ini sudah menjadi ciri khas ibadah wajib di bulan Ramadhan tentunya juga ibadah ini sebagai salah satu bentuk penghapus dosa sebagaimana dalam hadits nabi,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari no. 3586 dan Muslim no. 144)

3. Shalat Tarawih, hukum shalat tarawih sendiri adalah sunnah mu’akad yang memiliki makna sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Berdasarkan hadits nabi,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

4. Shalat malam pada lailatul qadr, Salah satu amal ibadah yang bisa Anda lakukan adalah mengerjakan ibadah shalat sunnah, yaitu shalat lailatul qadr. Shalat lailatul qadar dikerjakan seusai mengerjakan shalat isya' dan shalat tarawih. Namun, akan lebih afdal jika sholat lailatul qodar ini dikerjakan di sepertiga malam. Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

5. Zakat Fitrah, Zakat fitrah di penghujung Ramadhan, itu juga adalah sebab mendapatkan ampunan Allah. Karena zakat fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia. Ulama-ulama terdahulu mengatakan bahwa zakat fitrah adalah bagaikan sujud sahwi (sujud yang dilakukan ketika lupa dalam shalat, yaitu untuk menutupi kekurangan yang ada. Maka dari itu zakat fitrah sangatlah memiliki impact yang luar biasa.


Seperti Apa Sejarah Shalat Tarawih?

Seperti Apa Sejarah Shalat Tarawih?






bersamaislam.comShalat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah di bulan Ramadhan yang dianjurkan untuk dikerjakan, amalan ini tidak ada pada bulan-bulan lain dalam kalender hijriah selain bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan beriringan dengan ibadah wajib yaitu puasa Ramdhan. Berbeda dengan shalat tahajjud, shalat tarawih dilakukan pada awal malam sedangkan shalat tahajjud pada akhir malam. Lantas seperti apa sejarah adanya shalat tarawih ini, mari kita sama-sama simak dalam artikel ini.

Pada zaman Rasulullah SAW. ibadah sunnah shalat tarawih ini dikerjakan oleh beliau bersama para sahabat di masjid, akan tetapiu hal ini tidak lama karena Rasulullah merasakan kekhawatiran ditakutkannya banyak orang mengira hal ini atau ibadah shalat tarawih ini sebagai ibadah yang wajib. Karena pada saat itu semakin bertambahnya para sahabat yang bermakmum kepada Rasulullah.

Dalam sebuah sumber dikatakan bahwa Rasulullah pertama kali di masjid pada 23 Ramadhan tahun 2 Hijriah dan pada saat itu pula para sahabat mulai mengikutinya. Sahlat ini diawali dengan tiga kali kesempatan tarawih yang dilakukan pada masa Rasulullah. Seiring berjalannya waktu, Rasulullah kembali mengerjakan shalat tarawih ini pada 25 Ramadhan. Pada saat itu pula bertambanya para sahabat yang ikut bersama beliau untuk melakukan shalat tarawih. Kemudian tarawih ketiga dilakukan pada 27 Ramadhan dan para sahabat yang ikut bersama beliua semakin banyak. Terdapat hal yang menarik pada 29 Ramadhan Rasulullah tidak terlihat melakukan tarawih di masjid, pada saat itu para sahabat sangat menantikannya. Bukan tanpa alasan Rasulullah seperti demikian, karena beliau khawatir bahwa nantinya shalat tarawih dianggap sebuah kewajiban. maka dari itu para sahabat mengerjakannya secara sendiri-sendiri atau munfarid.

Dikatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah mengatakan dihadapan para sahabat usai shalat fajar, “Amma ba’du, sesungguhnya aku bukannay tidak tahu keberadaan kalian semalam. Akan tetapi aku takut nanti menjadi kewajiban atas kalian sehingga kalian menjadi keberatan karenanya” (HR. Bukhari).

Semenjak itu salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadhan terus dilakukan oleh para sahabat ketika Rasulullah sudah tiada. Bahkan hingga saat ini ibadah shalat tarawih ini masih dilakukan ketika sehabis shalat Isya.

Adakah Do'a Menyambut Bulan Ramadhan?

Adakah Do'a Menyambut Bulan Ramadhan?

 




  bersamaislam.com - Tidak terasa bulan Ramadhan sudah menanti kita, terhitung oleh jari Insya Allah kita akan sampai atas izin-Nya tidak lebih dari dua minggu lagi. Kita hanya perlu berdo’a dengan penuh kesungguhan agar kita bisa dihantarkan oleh Allah SWT. kepada bulan Ramadhan yang sangat penuh akan keberkahan. Esensi dari bulan Ramadhan itu sendiri jangan kita anggap hanya sebatas menahan lapar, haus, dan hal-hal lain yang Allah SWT. larang untuk dilakukan, akan tetapi kita sebagai umat muslim sudah seharusnya berpikir dan kita harus turut serta merasakan betapa indahnya Ramadhan itu dalam arti lain kita harus merasakan betapa nikmatnya dan mendapat segala keberkahan yang ada pada bulan tersebut.

Dalam rangka menyambut Rmadhan, mungkin di antara kita pernha bertanya-tanya apakah ada do’a khsusus atau do’a yang sering dlifalkan ketika akan menyambut Ramadhan? Mari sama-sami kita bahas dalam artikel ini.

Jika melihat kepada sejarah, sejak zaman Rasulullah dan pada zaman para sahabat tidak terdapat do’a khusus atau do’a yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah maupun para sahabat ketika menyambut bulan Ramadhan. Akan tetapi, para sahabat dan ulama generasi setelahnya sangat menyambut dengan gembira dan penuh kebahagiaan serta suka cita. Tentunya kebahagiaan ini dilakukan melalui ucapan dan harapan-harapan. Dikatakan dalam sebuah sumber, Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut Ramadhan. “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264).

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir beliau merupakan salah seorang ulama Tabi’in,

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Dan inilah salah satu do’a yang paling sering diamalkan oleh para sahabat dan ulama setelah generasi sebelumnya yaitu Rasulullah dan para sahabat. Mari sama-sama melantunkan do’a ini agar kelak kita bisa disampaikan kepada Ramadhan yang syarat akan keberkahan. Aamiin.


Ramadhan Sudah Dekat, Yuk Persiapkan Tiga Hal Ini

Ramadhan Sudah Dekat, Yuk Persiapkan Tiga Hal Ini



bersamaislam.comSungguh tidak terasa dari tahun ke tahun Ramadhan selalu terlewati dengan waktu yang dirasa sangat begitu cepat. Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang paling ditunggu oleh seluruh umat Muslim di dunia, semua Muslim berbondong-bondong menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan amat sangat ditunggu karena bulan yang penuh akan nikmat dan keberkahan ini.

Sebagai umat Muslim, sudah seharusnya kita banyak bersyukur atas apa yang Allah SWT. berikan dan mudah-mudahan Allah SWT. mengantarkan kita kepada bulan Ramadhan yang sudah di depan mata. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan muhasabah atau introspeksi diri dan sadar akan segala dosa yang sudah kita lakukan, dan tentunya dengan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba menjadi salah satu kesempatan bagi kita untuk merasakan segala bentuk keistimewaan yang hanya ada di bulan Ramadhan. Maka dari itu, mari kita sambut Ramadhan dengan beberapa hal berikut ini.

Membangun Kesiapan yang Matang

Ketika kita akan menghadapi sesuatu sudah semestinya kita mempersiapkan agar berjalan dengan baik. Terlebih dalam menyiapkan persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Dikutip dalam sebuah sumber Imam Abu Bakr Az-Zur’i menjelaskan ada dua perkara yang wajib atau harus kita waspadai salah satunya adalah kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Pada intinya, menurut Beliau ketidaksiapan tersebut adalah sama dengan melalaikan perintah dan terdapat dampak atau akibat yang cukup besar yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban dan terhalangnya ridha Allah.

Imam Abu Bakr Az-Zur’i juga mengutip firman Allah SWT. dalam Qs. At-Taubah ayat 83 yang menjelaskan tentang Allah SWT. tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka (dalam ayat tersebut membahas tentang kesiapan seseorang dalam perang), karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Akan tetapi apabila seseorang siap atas dasar kerelaan hati untuk beramal, Allah akan dengan lapang menerima hambanya. Maka dari itu, mempersiapakan niat yang kuat atas dasar ikhlas karena Allah ketika akan mengahadapi sebuah kewajiban akan berdampak pada kualitas ibadah kita.

Mempersiapkan Amal Shaleh

Hal selanjutnya harus dipersiapakan ketika akan menghadapi bulan Ramadhan adalah perbanyak amalan shaleh. Berkaca kepada Rasulullah, Beliau banyak melakukan ibadah puasa sunnah di bulan Sya’ban seperti dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah “Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah SAW. berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban.”

Termasuk para salafush shalihin yang selalu menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya “Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat dipertemukan dengan Ramdhan.” Pada intinya perbanykalah amalan-amalan shaleh dengan meningkatkan kualiatas ibadah wajib dan dibarengi dengan ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah terutama di bulan Sya’ban yang memiliki keistimewaan.

Upgrade Kualitas Taubat

Dalam sebuah hadits dikatakan “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” Taubat seseorang ketika akan menghadapi Ramadhan dalam sebuah sumber merupakan sikap totalitas seseorang. Hal tersebuat diyakini dapat menghilangkan sekat-sekat penghalang dan dapat memperkeruh perjalanan selama Ramadhan.

Taubat yang dilakukan bukan hanya sekedar ucapan memohon ampunan, akan tetapi ucapan dan hati haruslah sinkron agar dapat dikatakan sebagimana taubat yang semestinya. Percuma ketika kita memohon ampunan hanya dengan ucapan saja, tapi hati kita tetap lalai dalam segala hal. Maka dari itu totalitas dan kejujuran hati sangat penting dalam taubat. Perlu digaris bawahi pula, bahwa taubat itu harus terus kita upgrade atau diperbaharui jangan sampai hanya dibulan Ramadhan saja dan lupa akan bulan-bulan lainnya.

Itulah beberapa hal yang bisa kita persiapkan dalam menyambut bulan Ramadhan. Waktu tidak akan terasa apabila kita tidak memiliki persiapan apapun, maka dari itu persiapakanlah sebaik-baiknya persiapan. Dengan izin Allah, semoga kita bisa sampai kepada bulan Ramadhan yang begitu kita rindukan.


Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dahsyatnya bulan Ramadhan

bersamaislam.com - Ya, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah. Dan bulan yang pastinya dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia ini. Khususnya di Indonesia, yang merupakan negara muslim terbesar di dunia. Meski saat ini dunia sedang digoncangkan dengan hiruk piruk kasus pandemi Virus Corona (COVID-19). Namun, hal itu tidak akan mengubah nikmatnya bulan Ramadhan walau diselimuti dengan wabah yang tak pernah kita sangka-sangka akan hadir sebelumnya.

Selain sebagai bulan yang disucikan oleh Allah. Bulan ramadhan juga mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:

1) Bulan diturunkannya Al-Qur'an

Ya, seperti yang kita ketahui bahwa di bulan Ramadhan adalah waktu dimana diturunkannya ayat-ayat suci Al-Qur'an dari Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw secara mutawatir (ketersambungan sanad sampai Rasulllah).

Diturunkannya Al-Qur'an di bulan Ramadhan ini merupakan bukti nyata akan kemuliaan bulan Ramadhan. Seperti yang tersiratkan di dalam surat Al-Baqarah:185.

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

2) Bulan Penuh Dengan Keberkahan

Hal ini seperti yang tersirat pada hadits berikut

"Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..." (HR. Ahmad, An-Nasal dan Al-Baihaqi)

3) Bulan Penuh Pengampunan

Nabi Muhammad Saw bersabda: "Shalat lima waktu, jum'at ke jum'at, Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa diantara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)

Selain itu, dengan berpuasa di bulan Ramadhan mampu menghapuskan dosa kita yang telah lalu. Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad Saw

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4) Dilipatgandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan

Dalam riwayat disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakar bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

"Apabila telah tiba bulan Ramadhan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain."

6) Adanya Malam Lailatur Qadar

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah saat diturunkannya Al-Qur'anul Karim. Banyak umat muslim yang mengharapkan agar mendapatkan malam itu dengan berbagai cara, mulai dari tadarus di masjid, shalat malam dan juga i' tikaf di masjid.

7) Mustajabahnya Doa Di Bulan Ramadhan

Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadhan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadits Rasulullah Saw:

"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan." (HR. Al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Masyaallah, itulah beberapa keutamaan dari banyaknya kedahsyatan dan juga kemulian di bulan ramadhan. Semoga kita bisa mengaplikasikannya dikehidupan keseharian kita, agar kita dapat menggapai kemulian bulan ramadhan dari awal hingga akhir, dimana puncak penantian para umat muslim yakni Hari Raya Idul Fitri.

Arrahma Ramadhyna Dennyka, Al-Hafizhah

*sumber: http://www.haqin.id/2020/05/kedahsyatan-bulan-ramadhan.html


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik