Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar

3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar



Ilustrasi

bersamaislam.com Islam adalah agama terbesar di Indonesia, dengan 86,7% penduduk Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dalam survei tahun 2018. Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar kedua di Dunia setelah Pakistan, dengan sekitar 231 juta penganut. Namun penduduk Muslim Indonesia tidak semua nya menjadikan membaca Al Quran sebagai suatu kebiasaan. Bahkan Interaksi nya dengan Al Quran lebih sedikit di banding dengan Penggunaan Smartphone. 

Menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Pengguna internet di Indonesia menjadi kelompok yang paling sering main smartphone per harinya pada 2023 lalu. Setidaknya begitulah menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Dalam laporan tersebut, setiap orang Indonesia menghabiskan waktu rata - rata sekitar 6,05 jam setiap harinya untuk bermain smartphone pada 2023

Padahal begitu banyak keutamaan – keutamaan membaca Al quran yang dapat membawa kebaikan kepada seseorang yang mengamalkannya. Dalam suatu hadist “Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan (pahala). Kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan bahwa 'Alif Lam Mim' itu satu huruf, tetapi 'Alif' itu satu huruf, 'Lam' satu huruf dan 'Mim' satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)”

Berikut beberapa Faktor penyebab seseorang malas membaca Al - Quran:
  1. Lingkungan yang kurang mendukung: Lingkungan sosial yang tidak mendukung juga bisa menjadi faktor. Jika seseorang tidak memiliki keluarga atau teman yang mendorongnya untuk membaca Al-Quran.
  2. Kurangnya kesadaran: Sebagian orang terkadang suka menganggap remeh amalan ini, Dalam salah satu Hadist "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR Al-Baihaqi).
  3. Gangguan Teknologi: Perangkat teknologi seperti Smartphone, tablet, atau komputer dapat menjadi sumber gangguan yang membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat membaca Al-Quran. Kerena menurut kebanyakan orang aktivitas ini lebih menarik daripada membaca Al Quran.
Agar kita bisa lebih dekat dengan Al Quran yaitu dengan mencari Lingkungan yang Qur'ani. Dengan cara bergabung bersama kami di karantina Hafizh Quran Indonesia dan Pemuda Bumi Langit.

Informasi pendaftaran lebih lanjut:

Hafizh Qur'an Indonesia: http://haqin.in
WhatsApp us: wa.me/6282127284462



Benarkah Hewan Qurban Jadi Tunggangan Di Akhirat?

Benarkah Hewan Qurban Jadi Tunggangan Di Akhirat?

Ilustrasi

bersamaislam.com - Menjelang hari raya Idul Adha semua orang berlomba lomba untuk memilih hewan qurban terbaiknya agar hewan tersebut bisa menjadi kendaraan/tunggangan di akhirat kelak. Fakta sudah banyak di percaya banyak orang, namun apakah benar keutamaan berqurban adalah kelak ia akan menjadi tunggangan untuk menyebrangi jembatan sirat di akhrat kelak.

Dikutip dalam sebuah unggahan video pada akun ‘Adi Hidayat Official’. Persoalan ini dinilai oleh para ulama dan ahli hadist bahwa riwayat tersebut sangat lemah, bahkan menurut sebagian hal tersebut tidak memiliki asal. Sehingga disebut hadist yang bermasalah.

Namun ada pendapat yang menarik dari sebagian para ulama mengenai penyembelihan qurban ini. Fakta bahwa hewan qurban akan menjadi tunggangan di akhirat kelak hanyalah kata kata kiasan atau majas.

Jika seseorang yang akan berqurban mereka mencari hewan qurbannya dengan yang paling bagus, paling baik maka dimungkinkan pahala yang di dapatkannya pun akan semakin baik pula.

Nah dengan pahala yang baik adalah yang akan memudahkan seseorang di akhirat kelak untuk melawati jembatan Shiratal Mustaqim.

Seperti di kisahkan pada kisah anak dari nabi Adam yang memperebutkan saudarinya yang cantik yakni Iqlima. Diantara keduanya itu, Allah menyuruh mereka untuk berqurban. Habil yang seorang peternak memilih hewan paling baik dan gemuk untuk diqurbankan kepada Allah Swt. Sedangkan Qabil ia seorang petani yang memilih hasil kebunnya yang paling buruk.

Kemudian Allah menerima hasil qurban Habil melewati api yang mengambilnya. Dalam Al-Qur’an surah Al Kautsar ayat tiga terdapat kata ‘wanhar’ dalam bahasa arab berarti unta. Unta yang dimaksudkan disini adalah hewan yang paling tinggi, paling baik, dan paling bagus.

Bilamana kita mampu dengan kelebihan rezeki, maka carilah hewan paling baik dan paling besar manfaatnya. Dengan hati yang ikhlas untuk berqurban maka ini akan dilipatkan berganda ganda sehingga hal tersebut akan semakin memperberat timbangan amal kebaikan.

Dari beratnya timbangan tersebutlah yang akan membantu untuk mempermudah dan mempercepat seseorang melewati jembatan Shiratal Mustaqim.

Hal inilah ini di maksudkan dari keutamaan berqurban. Dikatakan dalam Al-Qur’an surah Al hajj ayat 37 ”Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu”.








 Larangan dan Anjuran Bulan Dzulhijjah Kata Ustadz Adi Hidayat

Larangan dan Anjuran Bulan Dzulhijjah Kata Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat

bersamaislam.com - Dikutip dalam sebuah video di akun “Adi Hidayat Official” tentang Larangan dan anjuran bulan Dzulhijjah. 

Dalam kesempatan kali ini Ustadz Adi menjelaskan tentang larangan yang sifatnya sunnah, sering kali kita menilai bahwa larangan adalah haram namun yang dijelaskan Ustadz Adi kali ini justru kebalikannya. 

“Siapapun muslim beriman yang sudah memasuki 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sedangkan orang itu ingin berqurban ya menyembelih hewan, ya menyembelih hewan dilarang untuk mencukur atau memotong semua rambut yang melekat pada tubuhnya atau kuku yang melekat di jarinya”.

Ada larangan Nabi Saw yang sifatnya sunnah bagi yang berqurban. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan maksud dari yang berqurban tersebut adalah yang sudah siap hewannya, yang sudah dibeli dan diatasnamakan.

Bagi yang sudah siap berqurban atau barangsiapa yang sudah melakukan akad terhadap hewan tersebut, dianjurkan untuk tidak memotong rambut atau pun kuku sampai hewan qurban tersebut disembelih.

Dari Ummu Salamah, Rasulullah bersabda “Jika sudah memasuki 10 hari awal Dzulhijjah. Dan ada diantara kalian yang menginginkan berqurban, maka janganlah menyentuh (memotong/mencukur) dan juga kuku yang melekat di jarinya sedikit pun”.

Segala sesuatu pasti ada hikmahnya sama hal nya seperti apa yang sudah di sampaikan Nabi melalui ummu Salamah. Hikmah dari tidak memotong kuku dan muncukur rambut pada tubuh ialah agar yang berqurban itu sama sama nilainya dengan orang yang sedang menggunakan pakaian ihram dalam wukuf hajinya di Arafah.

Adapun maksudnya ialah agar posisi orang yang sedang berqurban sama dengan orang yang haji. Mungkin tidak semua orang bisa menunaikan ibadah haji, namun dengan berqurban bisa menyamakan ibadah haji. 

Karena pada hakikatnya arti berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt sama halnya dengan ibadah haji. Artinya qurban dan haji sama sama membangun kedekatan makhluk kepada sang pencipta.

Rasulullah menganjurkan sebuah amalan bagi yang belum mampu beribadah haji ataupun qurban, apa itu? Yakni Puasa Arafah.

Puasa Arafah bukanlah puasa biasa, namun di puasa ini dianjurkan untuk yang melaksanakan nya memperbanyak bermuhasabah diri, mengoreksi diri, dan mengenali kekurangan dirinya.

Ada juga beberapa kesalahan dalam pemahaman kebanyakan masyarakat mengenai keutamaan Puasa Arafah yaitu menggugurkan dosa yang setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Namun nyatanya tidak seperti itu, maksud dari setahun yang akan datang ialah dijaga oleh Allah Swt. perbuatannya dari perbuatan maksiat bukan di hapus dosa yang akan datang menurut Ustadz Adi Hidayat.

Wallahu ‘alam





Keutamaan Berqurban

Keutamaan Berqurban

Santri sedang memotong daging qurban

bersamaislam.com - Hari raya Idul Adha identik dengan berqurban atau menyembelih hewan. Bagi seseorang yang diberikan kemampuan berkecukupan oleh Allah hendaknya ia berqurban. Karena berqurban memiliki banyak pahala dan keutamaan lainnya.

Disebutkan oleh Ustadz Abdul Somad “Ketika seseorang berqurban kemudian menyembelih hewan tersebut pada hari Idul Adha, sebelum darah hewan tersebut jatuh ke tanah, lebih dulu ampunan Allah datang kepada seseorang yang berqurban, maka sucilah diri kalian dengan memperbanyak berqurban”.

Apa yang dikatakan oleh Ustadz Abdul Somad adalah salah satu keutamaan diantara banyak keutamaan lainnya. Dalam sebuah hadist juga disebutkan "Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan dia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami." (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

Apa aja keutamaan berqurban lainnya?

1. Meningkatkan rasa syukur dan ketaqwaan

Dalam Al-Qur’an disebutkan tentang berqurban adalah ketaqwaan yakni Q.S Al Hajj ayat 37, “Bukanlah daging dan darah itu yang sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan. Demikianlah Allah telah menundukkan hewan-hewan itu untuk kalian, supaya kalian memperbanyak zikir kepada Allah atas rezeki yang telah diberikan-Nya kepada kalian”.

Dengan adanya ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah langsung yang mengatakan bahwa dengan berqurban akan sampai rasa ketaqwaannya kepada Sang Pencipta. 

2. Tiap satu bulu di hitung kebaikan

Dikatakan juga oleh Zaid ibn Arqam, dirinya berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya leluhur kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan dan setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibnu Majah).

3. Sebagai kepedulian terhadap sesama

Daging qurban biasanya ikut dibagikan juga kepada masyarakat sekitar, apabila ada masyarakat yang membutuhkan maka itu akan sangat berarti baginya.

Disebutkan juga dalam hadist “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” HR. Muslim

Mari Berqurban bersama para Huffazh!

Di Hafizh Quran Indonesia juga telah menyiapkan beberapa domba dan kambing untuk di sembelih pada Idul Adha yang akan mendatang. Juga tersedia apabila bapak atau ibu yang ingin berqurban bersama penghafal Al-Qur'an bisa bergabung di Hafizh Qur'an Indonesia. Karena Insya Allah nantinya hasil dari daging qurban akan di nikmati juga oleh para penghafal Al-Qur'an.

"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, & Hakim)

Bagi bapak atau ibu yang ingin berqurban di Hafizh Quran Indonesia bisa menghubungi nomor berikut ini http://wa.me/62895362466060




bersamaislam.com -

Fadhilah Shalat Tarawih Dan Puasa Ramadhan Hari Ke-6

Fadhilah Shalat Tarawih Dan Puasa Ramadhan Hari Ke-6


Ilustrasi 


bersamaislam.com
- Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, seluruh Muslim dan Muslimah berlomba lomba dalam kebaikan. Sangat tidak di ragukan lagi keberkahan dan kelipatan pahala yang di dapat pada bulan tersebut. Mungkin, bukan Bulan Ramadhan jikalau tidak ada sholat Tarawih dan Puasa selama sebulan. Nah berhubung besok hari Ramadhan ke 6, teman teman tau ga apa fadhilah atau keutamaan hari ke 6 Ramadhan?

Yuk kita kupas keutamaannya!

Shalat tarawih disetiap daerah berbeda jumlah rakaatnya, ada yang 23 rakaat atau 11 rakaat. Tidak ada yang salah pada jumlah keduanya. Jumlah rakaat 11 ialah yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. dan pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, sholat Tarawih dikerjakan menjadi 23 rakaat. 

Semakin hari kadang sebagian orang ada yang sudah merasa malas pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Tarawih. Tapi siapa sangka ternyata fadhilah sholat Tarawih hari ke 6 sangat menguntungkan. Yakni pahalanya sebagaimana ia thawaf di Baitul Makmur juga setiap batu dan tanah memintakan ampunan untuknya. Masya Allah

Eitss tunggu masih ada lagi fadhilah yang akan teman teman dapatkan di hari ke-6 ini. Keutamaan puasa keenam bulan Ramadhan adalah Allah SWT akan memberikan 100.000 kota di surga Darussalam, pada setiap kotanya terdapat 100 perkampungan dan pada setiap perkampungan terdapat 100.000 rumah. Subhanallah sungguh tiada tandingan dengan dunia serta isinya. 

Setelah teman-teman tau fadilah dan keutamaan hari ke-6 Bulan Ramadhan yakin masih mau bolong-bolong ibadahnya? Yuk kita perbaiki ibadah dan amalan setiap hari harinya agar lebih baik dari hari sebelumnya.

– Syahira (Santri HAQIN Bandung) –

Keajaiban yang disaksikan oleh NASA tentang Malam Lailatul Qadar

Keajaiban yang disaksikan oleh NASA tentang Malam Lailatul Qadar



Ilustrasi penampakan luar angkasa

bersamaislam.com
- Malam Lailatul qadar seperti yang kita ketahui adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Peristiwa yang telah disampaikan dalam Al-Quran surah Al Qadar ribuan tahun yang lalu. Seluruh umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan malam kemuliaan itu, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Siapa sangka bahwa NASA juga menyaksikan keajaiban malam Lailatul Qadar diluar  angkasa. Namun mereka diperintah untuk menutup mulut agar kabar tersebut tidak menyebar luas. Selama bertahun-tahun mereka menyembunyikan fakta tersebut selama bertahun-tahun, Qadarullah salah satu anggota NASA tidak sengaja membocorkan hal tersebut, sehingga ia terpaksa kehilangan jabatannya dan akhirnya ia masuk islam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Abdul Bastih As Sayyid sebagai Kepala lembaga mukjizat ilmiah Al Quran dan Sunnah di Mesir. NASA pernah menemukan pada suatu malam terjadi suatu keanehan. Pada malam umumnya biasa terdapat 20 meteor yang jatuh ke bumi. Namun pada suatu malam tidak ada satupun meteor yang jatuh dan udaranya sejuk, tidak panas dan juga tidak dingin.

Pada pagi harinya NASA juga menemukan bahwan matahari terbit tapi anehnya tidak ada sama sekali radiasi cahaya. NASA juga mengungkapkan ada 1 malam dimana 10,000 bintang dan 20.000 meter berhenti menabarak bumi. Semua ciri-ciri yan disebutkan oleh NASA, pernah disampaikan juga oleh Rasulullah SAW. Di berbagai hadistnya. 

Dari Ubay bin Kaab Rasulullah bersabda Pagi hari dari malam Lailatul Qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi HR Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Abu daud. Istimewanya malam Lailatul Qadar telah diungkapkan oleh NASA namun fakta tersebut malah di sembunyikan, walaupun disembunyikan tetap tidak akan mengurangi keistimewaan malam Lailatul Qadar.


– Syahira (Santri HAQIN Bandung) –

Kemegahan Kota London dalam Menyambut Ramadan 2023

Kemegahan Kota London dalam Menyambut Ramadan 2023

Hiasan Lampu di London dalam merayakan bulan suci Ramadan 2023


bersamaislam.com - London yang dikenal sebagai Kota Global yang Mutlikultural yang diketahui jumlah populasi mencapai 8,98 Juta Jiwa termasuk populasi Muslim yang berkembang pesat, sehingga Kota ini menjadi Ibu Kota dan Kota terbesar di Negara Inggris dan Britania Raya.

Baru-baru ini London memperlihatkan aksinya yang menggambarkan penduduknya sangat antusias menyambut bulan suci Ramadan ditahun 2023 ini. London dihiasi dengan lampu yang bernuansa islami untuk menyambut Ramadan.

Dekorasi gantung yang bertuliskan Happy Ramadan yang disertai hiasan berbentuk bulan tsabit dan bintang yang menghiasi Kota London di sepanjang jalan Coventry Street yang banyak menarik perhatian penduduk dalam dan luar negeri untuk menyaksikannya langsung.

Lampu hias ini diresmikan oleh Walikota London, Sadiq Khan dengan total lampu 30.000 buah yang menghiasi Kota London. Kemegahan dekorasi tersebut dikhususkan untuk menyambut Ramadan selama Sebulan dan disebut dengan nama Ramadan Rush.

"This is a special time for a many Muslims." Ujar Sadiq Khan (Wali Kota London).

Wali Kota sangat mendukung adanya Lampu Hias ini dalam merayakan Ramadan, dilansir dari Liputan6, Hiasan lampu yang meriah ini merupakan dekorasi Ramadan yang pertama, tidak hanya untuk London, tetapi seluruh Eropa. “London sekarang menjadi kota besar pertama di Eropa yang menjadi tuan rumah pertunjukan cahaya spektakuler untuk menandai Ramadan. Ini adalah simbol nyata bagaimana ibu kota kami merayakan keberagaman kami,” kata Wali Kota.

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional


Pemuda Jawara 

bersamaislam.com - Berawal dari kekhawatiran akan pemuda yang kian hari kian jauh dari Al-Qur'an, merajalelanya pergaulan yang jauh dari syariat, bahkan tidak terpikatnya hati pemuda akan Masjid, Sasana Silat HAQIN hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas kekhawatiran tersebut.   

Dengan tujuan Al-Qur'an dan dengan izin-Nya, HAQIN meresmikan Sasana Silat sebagai ekstrakulikuler umum bagi para pemuda. Dengan adanya ekstrakulikuler ini Lembaga HAQIN berharap Masjid yang belakangan ini kurang diisi oleh pemuda kembali terpikat hatinya dengan Masjid dan lebih dekat dengan Al-Qur'an.

Terbukti, pemuda yang ikut serta dalam ekstrakulikuler ini semakin hari semakin dekat dengan Masjid dan mulai membiasakan diri rutin membaca Al-Qur'an, baik saat jadwal latihan maupun diluar latihan mereka masih semangat berlatih partner. 

Pemuda yang resmi jadi anggota Sasana Silat HAQIN saat ini berjumlah 16 orang ikhwan dari berbagai daerah dan tingkat pendidikan yang berbeda.

Baru berjalan beberapa bulan di tahun 2023 ini, Sasana Silat HAQIN telah memberikan warna baru dengan pencapaian mereka. Pasalnya banyak yang tidak menyangka, bisa dilihat dari alat yang masih kurang memadai, tempat latihan yang belum menetap dan baju seragam yang belum lengkap bahkan belum mencapai level sabuk namun dengan semangatnya yang tinggi dan cerdasnya memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, mereka mampu membuktikan latihan yang selama ini mereka jalani tidak mengukir kata sia-sia, 7 diantara 16 pemuda diutus dengan membawa nama Sasana Silat HAQIN mereka mampu bersaing dan menjuarai Pencak Silat di Level Internasional dengan perolehan 6 Emas dan 1 Perak, pada IPBOIC XI 2023 Maret kemarin yang bertempat di GOR Futsal Jatinangor, Bandung-Jawa Barat.

Pencapaian tersebut tidak membuat mereka merasa bangga dan puas, dengan semangatnya yang bertambah, mereka terus berlatih dan tetap menginspirasi. 

Bagi para pemuda yang punya semangat tinggi, mari bergabung bersama Pemuda Jawara: Sasana Silat HAQIN, dengan cara mendaftarkan diri melalui akun instagram official @hafizhquran_indonesia.

Ketika Allah Berutang Kepada Manusia

Ketika Allah Berutang Kepada Manusia

Ilustrasi


bersamaislam.com - Dalam kehidupan sudah sangat familiar istilah yang satu ini, utang. Utang adalah sesuatu yang kita pinjam yang bersifat sementara pengambilan manfaatnya dan wajib hukumnya dikembalikan sesuai ukuran yang kita ambil atau sesuai kesepakatan. Apa sih jadinya jikalau Allah yang berutang?

Nah, selama ini yang kita ketahui hanyalah manusia yang sering berutang, ternyata tidak hanya manusia namun juga Allah yang sering kali berutang kepada manusia. 

Saat Allah berutang maka ada dua kemungkinan, yang pertama, Allah bayar langsung di dunia dengan cara memberikan kepada yang dipinjami Allah dengan sesuatu yang sama ukurannya atau bahkan dilebihkan sesuai kadar keikhlasan seorang hamba. Yang kedua, Allah tangguhkan sampai pada hari kiamat dan ini adalah tabungan sebaik-baik tabungan daripada dibalas di dunia tanpa akhirat. 

"Kapanpun dan dimanapun Manusia BERBUAT BAIK, maka disitulah ALLAH sedang BERUTANG." dan "Saat Manusia BERBUAT DOSA, maka saat itulah Manusia berutang kepada ALLAH." Kata Ustadz Abu Ammar, Al-Hafizh (dalam kajian ulumul qur'an).

Dari kedua perbuatan itulah kita bisa menentukan diri, apakah kita sebagai peminjam atau yang memberi, dan semuanya ada timbal balik.

Allah Al-Ghoniy (Maha Kaya), jika Allah berutang maka sudah pasti dibayarnya dan sudah pasti tidak kurang dari yang manusia berikan. Beda dengan Manusia, saat meminjam belum tentu dibayarnya. Kalaupun dibayarnya belum tentu sesuai ukuran yang diambilnya. 


اِنْ تُقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌۙ

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun." (QS. At-Thagobun ayat 17).

Ketika kita Berbuat Dosa, cara terbaik yang kita lakukan agar lunas dari utang kepada Allah adalah bertaubat memohon ampunan-Nya dengan perbanyak istighfar dan kembali kepada ketaatan.

Ramadhan dan Segala Keutamaannya

Ramadhan dan Segala Keutamaannya


Ilustrasi gambar

bersamaislam.com - Ramadhan adalah salah satu dari pada bulan-bulan mulia dalam islam, ia adalah bulan yang penuh berkah dan banyak sekali keutamaan. Diantara alasan kenapa bulan ini mulia adalah karena didalamnya terdapat suatu malam dimana satu malam itu jauh lebih baik dari pada seribu bulan, malam apakah itu? Ya, Lailatul Qodr.

Laillatul Qodr adalah malam yang sangat mulia, ia berada pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dimana jika beramal pada malam itu, maka dinilai seribu bulan kali lipat bahkan lebih. Jika dikonversikan maka, 12 bulan = 1 tahun, 1000 bulan = 1000/12 = 83,333 tahun. Maka ibadah 1x pada malam Lailatul Qodr jauh lebih baik nilainya dari pada beribadah selama 83+ tahun.

Tentu ini merupakan kesempatan intan permata (bukan hanya emas lagi) bagi kita selaku muslim. Ini adalah perdagangan yang tidak ada ruginya, sebuah keuntungan besar yang hanya bisa diraih sekali dalam setahun.

Maka tak heran, muslim yang selalu mendambakan surga dalam hidupnya senantiasa meluangkan waktu penuh untuk 10 terakhir ramadhan, tak lain adalah untuk mendapatkan Lailatul Qodr. 

Selain daripada itu, Ramadhan juga memiliki keutamaan yang sangat besar lainnya disamping dari bulan ampunan dosa dan dibukanya pintu surga:

1). Kesempatan Besar Khusyu' Dalam Beribadah

Dari ribuan abad silam, setan telah berjanji bahwa ia akan terus menerus menghasut, menggoda anak cucu adam siang dan malam tanpa hentinya hingga hari kiamat, tujuannya tak lain agar anak cucu adam terpeleset ke dalam jurang kesesatan. Maka salah satu target mereka menyesatkan manusia terletak pada mengganggu kekhusyuan dalam beribadah.

Tak jarang manusia kurang fokus dalam mengerjakan ibadah seperti sholat hingga mengurangkan hak-hak dalam sholat mulai dari lupa jumlah raka'at sampai lupa ayat yang dibaca dalam sholat. Seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadis :

Wahai Rasulullah, setan telah menghalangi antara aku dan shalatku serta mengacaukan bacaanku. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “itu adalah setan yang disebut dengan Khanzab. Jika engkau merasakan sesuatu (gangguan) maka bacalah ta’awwudz dan meniuplah ke kiri 3x”. Utsman mengatakan: “aku pun melakukan itu, dan Allah pun menghilangkan was-was setan dariku” (HR. Muslim no.2203).

2). Rezeki Melimpah Juga Ladang Pahala

Bulan Ramadhan dikenal dengan bulan yang didalamnya penuh dengan rahmat-nya berupa rezeki, tak hanya berupa benda juga berupa kesehatan dan semangat dalam beribadah.

Selain rezeki melimpah, juga sebagai ladang pahala dimana ketika seseorang beribadah sunnah mana pahalanya sama dengan pahala wajib, lebih lagi pahala wajib diluar pahala puasa (karena Allah berjanji Ia sendiri yang akan membalasnya). 

3). Nuansa Yang Sangat Berbeda Dari Bulan-bulan Yang Lain

Dibulan inilah nuansa islami yang hakiki bisa disaksikan dimana kedatangannya seringkali disambut dengan acara yang spesial seperti tarhiban, memasuki waktunya diisi dengan padatnya agenda-agenda islami yang jadi goals pribadi untuk mencapai kunci suksesnya Ramadhan, disamping itu juga ada festival anak sholeh yang dilaksanakan oleh berbagai penggerak seperti DKM, Ikatan Remaja Masjid dan penggerak-penggerak lainnya. 

Gemuruhnya beduk berbarengan semangat pemuda yang ikut serta membangunkan warga saat menjelang sahur, saat menjelang berbuka diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti majelis ta'lim ditemani merdunya lantunan sholawat dan tadarrus Al-Qur'an.

Sebulan penuh menjalani kegiatan dibulan ini, rasa haru kian hadir menjelang saat berakhirnya bulan yang mulia ini terlebih saat lantunan takbiran dikumandangkan.

Anggota Keluarga yang harus dijaga dari Api Neraka

Anggota Keluarga yang harus dijaga dari Api Neraka

Ilustrasi gambar

bersamaislam.com
- Dalam QS. At-Tahrim ayat 6 yang menjelaskan tentang manusia agar menjaga diri dan kelurganya dari api neraka. Dari ayat ini kita mengetahui bahwa keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup kita selain diri pribadi. Lantas keluarga yang dimaksud disini seperti apa dan yang mana? Apakah keluarga yang inti seperti ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, anak atau cucu? atau keluarga dalam artian luas termasuk juga saudara jauh yang jarang ketemu?

Keluarga yang dimaksud dalam istilah ayat Al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat ke-6 ini tidak jauh beda dengan istilah keluarga dalam bahasa Indonesia. Keluarga bisa dibagi dalam dua kategori, keluarga dekat dan keluarga jauh. 

Dikutip dari buku Percikan Iman, keluarga yang harus dijaga dari api neraka dibagi menjadi empat lingkaran:
  • Lingkaran pertama, mencakup istri dan anak
  • Lingkaran kedua, mencakup orang tua, cucu, saudara kandung termasuk (seibu atau seayah)
  • Lingkaran ketiga, mencakup saudara yang memiliki garis keturunan dengan kita
  • Lingkaran keempat, tetangga dekat.

Dari keempat lingkaran keluarga ini harus kita jaga dari api neraka, dengan cara mengajak kepada kebaikan, menasihati keluarga yang masih sering keliru dalam menjalankan syariat dan tauhid. Tak hanya sekedar menasihati, bahkan kita harus membimbingnya secara langsung. Dari keempat ini, tidak semuanya wajib jadi tanggungan kita, tergantung keadaan dan jarak kita dengannya. 

Yang butuh bimbingan serius dan wajib adalah lingkaran pertama, istri dan anak. Sebagai seorang suami adalah pemimpin yang diberi amanah yang besar, selain menafkahi istri dan anaknya juga harus mendidik dalam ilmu agama, jika istri dan anaknya taat kepada Allah karena bimbingannya, berarti dia berhasill jadi seorang suami. Sebaliknya, jika istri dan anaknya jauh dari agama, maka pengabdiannya sebagai pemimpin keluarga perlu dipertanyakan. Bahkan Allah akan menghakiminya kelak di akhirat nanti.

Lingkaran kedua, ketiga, dan keempat bisa jadi wajib jika dalam hal itu yang hanya memungkinkan diri kita yang bisa menasihati dan membimbingnya (tanpa ada orang lain yang bisa menggantikan).


Teman Gak Sholeh Jangan Jauhi!!!

Teman Gak Sholeh Jangan Jauhi!!!

Saling merangkul menuju kebaikan


bersamaislam.com - Dalam hidup ini sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita dituntut untuk berinteraksi sosial dengan sesama manusia, selain keluarga sebagai orang terdekat yang banyak kita berinteraksi dengannya, teman juga termasuk orang yang sering kita berinteraksi dengannya. Terkhusus kaum remaja yang paling sering menghabiskan banyak waktu bersama teman-temannya dibanding keluarga. Namun sangat perlu berhati-hati dengan teman yang sekiranya dapat menjerumuskan ke arah yang buruk.

Sekiranya kita mempunyai teman yang belum bisa aktif diajak dalam kebaikan, maka hal yang perlu ditanamkan adalah contoh yang baik, setelah mempraktekkan itu, perlahan kita mulai menasihati dengan cara yang tidak menyakiti hatinya, dan tentunya harus dengan kesabaran.

Setelah melakukan contoh yang baik dan nasihat kebaikan, hal yang sangat perlu kita cegah adalah adanya titik hitam dihati (disebabkan karena munculnya rasa sombong) karena menganggap diri sudah baik, naudzubillah min dzalik. Karena setan sangat cerdas dalam mentalbiskan mantra kesesatan ke kuping manusia. Sekiranya ada kesombongan, maka bersegeralah meminta perlindungan dan ampunan kepada Allah SWT.

Allah menitipkan teman kepada kita sekiranya kita bisa mengambil dua hikmah, yaitu:
1). Teman yang thaleh (antonim sholeh), mereka yang berperilaku buruk. Teman yang seperti ini tidak seharusnya kita jauhi, namun tidak juga kita mengikuti perilakunya tapi solusi terbaiknya adalah kita berusaha mengajaknya ke jalan yang baik. Jika kita berhasil mengajaknya kepada kebikan maka itulah realisasi dari ilmu yang bermanfaat. 

Hikmah yang dapat kita ambil dari teman yang thaleh adalah: Kurang teraturnya hidup jika perilaku dan perbuatan buruk jadi peliharaan, maka sebaiknya perilaku buruk itu dimusnahkan perlahan-lahan dengan kebaikan.

2). Teman yang sholeh, mereka yang senantiasa taat dan berperilaku baik. Teman yang seperti ini sangat rekomendasi dijadikan sebagai motivasi kebaikan agar kita bisa melakukan kebaikan seperti halnya dia.

Hikmah yang dapat kita ambil dari teman yang sholeh adalah: Teraturnya hidup teman yang sholeh karena senantiasa menjalankan kewajiban diwaktu yang telah ditetapkan sehingga dirinya menjadi disiplin waktu, juga senantiasa menjaga penampilan dan kerapian dalam berpakaian karena mereka paham bahwa menghadap kepada orang besar harus menjaga kerapian terlebih saat beribadah kepada-Nya.

Jadi, teman yang thaleh dan sholeh adalah titipan Allah buat dijadikan pelajaran dan mengambil hikmahnya, juga sebagai kesempatan untuk berdakwah (mengajak kepada kebaikan) baik dengan cara memberi nasihat atau perbuatan langsung.

Kabar gembira bagi kamu yang senantiasa menjaga Wudhu

Kabar gembira bagi kamu yang senantiasa menjaga Wudhu


Ilustration


bersamaislam.com - Islam dikenal sebagai Agama yang suci, setiap muslim selalu dipantau kesuciannya dalam syariat, baik dari segi Lahiriah maupun Batiniah. Mulai dari kebersihan dan sucinya badan, pakaian, hingga hati dan pikiran. Salah satu cara bersuci yang sangat dianjurkan adalah berwudhu. 

Wudhu dikenal sebagai cara bersuci yang sangat efektif karena di dalamnya terdapat banyak manfaat, diantaranya bersih dari kotoran sehingga kesehatan menjadi dekat salah satunya melancarkan peredaran darah. Tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, namun juga kabar gembira dari Allah bagi orang-orang yang senantiasa berwudhu dan menjaga wudhunya (Jika batal maka Ia berwudhu kembali). Berikut keutamaan Wudhu:

1). Menggugurkan dosa-dosa kecil bersamaan dengan tetesan air Wudhu

Sebagai umat manusia yang tak luput dari salah dan dosa, senantiasa mengharap ampunan-Nya. Allah sangat luas rahmat berupa ampunan bagi hamba-Nya, salah satunya dengan senantiasa menjaga wudhu, tidak hanya saat sholat saja, namun diluar sholat pun demikian. Sangan rugi seorang hamba jika telah diberi solusi dan peluang namun tidak menegambilnya.

2). Berwudhu sebelum tidur dido'akan Malaikat

Orang yang dimuliakan Allah dimudahkan do'anya untuk diijabah, terlebih Malaikat yang sangat dekat dengan-Nya. Hamba Allah yang senantiasa menjaga kesuciannya bahkan sampai tidur, maka Malaikat akan mendo'akan kebaikan untuknya.

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (HR. Ibn Hibban 3/329. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Perawi hadis ini termasuk perawi kitab shahih. Hadis ini juga dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).

3). Dicintai Oleh Allah

Wudhu merupakan anjuran dari Allah maka barangsiapa yang melaksanakannya maka Allah akan memberinya ganjaran dan mencintai pelakunya. Allah berfirman, "...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (Potongan ayat 222 surah al-Baqarah).

4). Jalan menuju Surga

Ini adalah Royalti yang sangat menguntungkan bagi pelaku yang menjakankannya. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Umar bin Khathab ra, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian yang berwudhu dan memperbagus wudhunya itu, lalu berdoa setelahnya: Asyhadu anlaa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi tiada ilah selain Allah, Ia hanya sendiri taka da sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).

Maka akan dibukakan pintu-pintu surga untuknya dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (Hadits Riwayat Muslim).

5). Bekas Wudhu menjadi penanda umat Rasulullah pada Hari Kiamat

Perumpamaannya seperti ini, tiap Universitas mempunyai almamater khusus sebagai penanda bahwa orang tersebut adalah mahasiswa kampus itu. Di Hari Kiamat kelak Rasulullah mengenali hambanya dengan pakaian khusus yang suci, yaitu pakaian yang bersinar di wajahnya.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan putih (bersinar) pada bagian wajah, tangan dan kakinya karena wudhu."
Itulah beberapa keutamaan dalam menjaga wudhu disetiap saat, sobat bersamaislam semoga kita dapat mengamalkannya setelah mengetahui ilmunya.

Pecinta Bola Wajib Tahu!! Hobi dan Candu Hobi

Pecinta Bola Wajib Tahu!! Hobi dan Candu Hobi


Ilustration


bersamaislam.com - Hobi memang menyenangkan namun bisa juga menjadi salah satu penghambat kita untuk terus maju dan berkembang. Salah satu hobi yang banyak digemari di Indonesia adalah sepak bola dan saya (penulis) pun mengemarinya. Mungkin penghambat dalam hobi ini bisa kita sebut dengan candu hobi. Dimana candu hobi ini banyak sekali menyerang anak muda, kebanyakan anak muda khususnya yang hobi dengan sepak bola terjebak dalam candu hobi ini, dan begitu banyaknya anak muda yang karirnya hancur dan seperti dibiarkan berantakan begitu saja dikarenakan mereka tidak dapat mengendalikan diri mereka dari yang namanya candu hobi ini. 

Sebagai contoh, salah satu dari teman (penulis) yang mungkin bisa kita sebut juga terjebak dalam candu hobi, akibat dari begitu gemarnya dia dengan sepak bola sampai-sampai urusan studi nya ditinggal dan dibiarkan berantakan begitu saja, hanya untuk tidak melewatkan satu event sepak bola. Saya (penulis) sebagai teman tentunya tidak habis pikir dan tidak nyangka dengan kondisi ekonomi yang bisa dibilang kurang mampu beliau kembali dari studinya yang berada di kota Batam hanya untuk salah satu event sepak bola  di provinsi Sulawesi Tenggara tepatnya di Buton.                 

 Begitulah sedikit gambaran betapa buruknya candu hobi jika pelakunya kurang cerdik mengendalikannya, pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita singkat ini adalah perdalam dan perkuatlah ilmu agama, dengan tuntunan dari ilmu agama Insyaallah yang namanya candu hobi tadi bisa kita kendalikan. Dengan ilmu segalanya menjadi mudah.

_____________________

Muhammad Yasin, Buton.

Memetik seribu hikmah dari bencana

Memetik seribu hikmah dari bencana

Ilustrasi bencana

bersamaislam.com
- Akhir-akhir ini bencana alam terjadi dimana-mana dan tak menentu kapan tiba dan usainya, semuanya terjadi karena kehendak yang Maha kuasa. Semuua terjadi karena ada sebabnya, saat ini banyak umat Islam yang terperosok ke jurang yang sesat, bahkan jauh dari nilai-nilai tauhid. Dimana, mereka telah melupakan prinsip اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ. "Hanya kepada Engkau saja (Ya Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkau pula kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5). Loyalitas mereka tidak lagi kepada Allah SWT melainkan kepada musuh-musuhnya.

Mereka yang notabene paham dan yakin atas keislaman justru mereka yang seolah tidak kenal lagi dengan sunnah Rasulullah SAW. Dilihat dari gerak-geriknya yang lebih menonjolkan kepribadian dan style orang barat dibanding sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Juga para generasi muda, mereka menghabiskan waktunya dengan berbondong-bondong mengunjungi tempat-tempat hiburan, klub-klub, dan kafe-kafe sambil menikmati hiburan dengan kemaksiatan.
Alat teknologi yang sangat canggih yang seharusnya mereka gunakan untuk berdakwah, justru dilampiaskan memenuhi kesenangannya semata. Sangat memungkinkan mengundang murka Allah.

Ini semua terjadi di tengah kehidupan umat sekarang ini, salah satu penyebabnya adalah kurangnya ketakwaan kepada Allah dan besarnya tipu daya yang tampak indah dimata namun lebih besar mudharatnya jika pelakunya salah bertindak.

Saatnyalah generasi muda bertindak sebagai calon-calon ulama untuk menumbuhkan kembali kesuburan akidah di tengah-tengah zaman yang telah gersang. Dengan modal ilmu dan jiwa raga yang masih tegap, tidak ada alasan untuk tidak bertindak.

Jika pemuda bersikap acuh tak acuh dengan kondisi umat ini, maka itulah bencana sesungguhnya. Selanjutnya, ada beberapa hakikat yang perlu kita perhatikan agar terhindar dari bencana yang maha berat:

1). Tidaklah Allah menurunkan suatu bencana melainkan untuk orang yang beriman maupun tidak beriman, maka yang membedakannya adalah dari segi kesabaran, maka bersabarlah.

2). Hampanya akidah bersumber dari kurangnya ketawakkalan kepada Allah, tidak teguhnya keyakinan terhadap qadha dan qadar-Nya, bahkan mencari pelindung selain-Nya.

3). Jangan sampai peran kita dalam menghadapi bencana ini hanya sebatas bicara saja, namun harus terjun langsung dan bertindak memperbaiki keadaan umat.

4). Hendaklah kita menyadari bahwa kekafiran itu betapapun bentuknya adalah sama, dan betapapun indahnya adalah tetap musuh kita.

5). Kematian adalah sebaik-baik nasihat. Maka ingatlah kematian disaat engkau terlena dengan kenikmatan dunia sehingga segera kembali mempersiapkan bekal yang sesungguhnya.

6). Jadikanlah kesetiaan kita hanya kepada orang-orang yang taat kepada Allah, dan permusuhan kita hanya kepada mereka yang membenci Allah.

Selama Allah SWT belum menggoncangkan sedunia dan seisinya, berarti masih ada kesempatan memperbaiki diri dan menjadikan bencana yang terjadi sebagai pelajaran bahwa ini adalah suatu teguran dari-Nya.

Bahaya Haram, Nikmatnya Halal

Bahaya Haram, Nikmatnya Halal


Makanan haram dan halal


bersamaislam.com
- Dalam hidup ini ada banyak yang akan kita temui mulai dari sesama makhluk hidup sampai benda mati. Sebagai hamba Allah SWT kita mempercayai bahwa segala sesuatu yang diperbolehkan (halal) adalah baik. Sebaliknya, sesuatu yang dilarang (haram) oleh syariat adalah buruk. 

Kedua hal ini sangat perlu kita perhatikan terkhusus bagi kaum muslim laki-laki maupun perempuan. Segala yang diharamkan oleh syariat pasti mengandung bahaya. Sebaliknya sesuatu yang dianjurkan pasti mengandung manfaat bagi manusia meskipun ada sebagian yang manfaatnya tidak secara langsung dirasakan. Allah SWT berfirman:

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Q.S Al-Maidah: 88)

Boleh jadi sampai saat ini manusia belum menemukan secara ilmiah zat yang membahayakan tubuh manusia dari makanan haram tertentu, namun dengan kekuasaan Allah SWT akan membuktikannya tanpa menunggu lama, sebagai seorang muslim kita wajib mempercayai itu.

Khusus mengenai keharaman makanan, bisa bersumber dari dua sebab:
  • Pertama, karena zatnya sendiri yang haram; seperti Anjing, babi dan khamr. Ketiga ini termasuk makanan dan minuman yang memang dari zatnya yang haram, sekalipun cara memperolehnya baik atau halal akan tetap dilarang.

  • Kedua, cara memperolehnya yang tidak benar; contohnya mengambil hak orang lain tanpa persetujuan si pemlik. Meskipun itu sesuatu makanan yang sehat namun cara memperolehnya salah, tetap diharamkan.

Bahaya Makanan Haram

Sedemikian rupa Islam mengatur kehidupan kita sampai pada hal makanan, sehingga kita harus cerdas dalam memilih makanan dan minuman yang halal bagi tubuh kita sehingga menghasilkan energi positif. Sedangkan makanan haram dapat menyebabkan menurunkan tingkat kecerdasan otak jika membangkitkan energi yang selalu mendorong manusia untuk melakukan hal-hal yang buruk seperti berbohong, sensitif dan suka dengan keributan.





Menjawab kebingungan Generasi overthinking dengan Islam dan Ilmu

Menjawab kebingungan Generasi overthinking dengan Islam dan Ilmu

Oleh: Al-Faqir Abu Muhammad

bersamaislam.com
- Bismillah, pemuda adalah generasi super yang sangat berpotensi untuk membangun sebuah peradaban baru. Ditangannya tongkat estafet kepemimpinan masa depan terpegang teguh. Ia bagaikan mata air ditengah padang tandus, yang memberi seteguk kesejukan dan harapan hidup bagi musafir yang tersesat. Para pemuda menjadi ujung tombak sebuah bangsa, ia adalah senjata utama untuk memperbaiki segala kebobrokan yang pernah dilakukan para pendahulunya.

Namun demikian, bagaimana jadinya jika yang disebut ujung tombak ini hancur dan patah sebelum berjuang menjadi agent of change bagi bangsa dan agamanya?

Generasi Overthinking

Para pemuda di zaman sekarang adalah remaja dibeberapa tahun sebelumnya, dimana waktu itu belum terlalu banyak beban yang bertumpu di pundaknya, kehidupan mereka masih berkisar tentang pertemanan dan sedikit masalah percintaan (cinta monyet), bahkan beban terberat yang pernah mereka hadapi dimasa remaja adalah tugas sekolah yang menumpuk dengan deadline yang sangat mepet. haha.. begitulah perputaran hidup mereka, tak ada beban yang berarti dan cenderung dipenuhi dengan canda tawa kesenangan. Wajar saja, jikalau sekarang ini mereka mengalami pergolakan yang sangat hebat pada otak mereka (istilah zaman sekarang adalah overthinking), hal ini dikarenakan kebiasaan mereka diwaktu remaja yang sangat berbanding jauh dengan kehidupan orang dewasa atau pemuda. Dimana kehidupan seorang pemuda adalah seperti yang telah kita sebut diatas tadi, ia dituntut untuk mandiri, berjuang keras demi masa depan sendiri, keluarga, bahkan bangsa, dan agamanya. itulah pemuda. Remaja yang dulu kini dipaksa untuk segera menjadi dewasa, al-hasil apa daya hendak meraih bintang namun tangan terlalu pendek untuk menggapai, begitu barangkali ungkapan yang pas untuk pemuda saat ini.

Banyak diantara pemuda di zaman sekarang yang kehilangan esensitas dirinya sebagai seorang  petarung. mereka yang tak terbiasa dengan kerasnya dunia menjadi sangat lunak dan tak mampu mengimbangi perlawanan dunia yang semakin hari semakin sadis menindas. Yang kaya semena-mena, yang kuat melahap yang lemah, yang diatas menginjak-injak yang dibawah. itulah gambaran dunia saat ini.

Islam dan Solusi

Seringkali kita mendengar ungkapan "jangan bawa-bawa agama dalam urusan kehidupan ini, gak akan nyambung!". Benarkah demikian?
Subhanallah, demi Allah saya (penulis) katakan, ungkapan ini sangat fatal sekali, bahkan berbahaya bagi keimanan seseorang yang menyebutkannya tadi.

Islam adalah agama yang sempurna lagi paripurna, tak ada sesuatupun yang tidak diatur dalam agama damai ini, bahkan urusan meludah saja ada aturan dan adabnya, tentu pemahaman tentang tak relevannya ajaran islam untuk urusan dunia adalah pemahaman yang salah kaprah.

Lalu bagaimana Islam menjawab fenomena ini?
Rasulullah SAW bersabda:
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslimin dan Muslimat" (H.R Ibnu Majah)

Juga dikatakan dalam maqolah ulama "Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat". Dilihat dari atsar rasul dan qoul ulama ini, maka kita akan bertanya "mengapa sebegitu pentingnya mencari ilmu, hingga rasul mewajibkan dan ulama begitu menekankan hal ini?".

Ternyata, jika kita teliti bersama, semua kunci kebingungan dan kerancuan akal adalah karena kurangnya ilmu atau pengetahuan. Sebagai ibarat adalah ketika ujian nasional dilaksanakan besok pagi, maka siswa yang belajar dengan tidak yang belajar sebelumnya akan sangat terlihat jauh bedanya, yang belajar akan tenang dan santai dalam menjawab soal, sedang yang tak pernah belajar sebelumnya akan panik dan menghalalkan segala cara agar bisa menjawab soal ujian itu. Maka sekali lagi, ilmu dan pengetahuan adalah kunci untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada dalam hidup kita,
termasuk masalah overthinking yang ada pada pemuda atau generasi saat ini.

Kesimpulan

generasi overthinking adalah generasi muda yang kebingungan dalam menghadapi masalah baru yang menimpanya, solusinya adalah dengan belajar dan menuntut ilmu.

Dengan ilmu segalanya menjadi mudah, tanpa ilmu yang mudah pun akan menjadi sangat susah.


Malaikat Bersama Dengan Pecinta Al-Qur'an

Malaikat Bersama Dengan Pecinta Al-Qur'an


Halaqoh Al-Qur'an santri tahfizh.


bersamaislam.com - Seperti yang kita ketahui, Al-Qur'an adalah surat cinta dari Allah yang sangat spesial, saking spesialnya sampai-sampai Allah menjanjikan bahwa orang yang mencintai kalam-Nya adalah termasuk keluarga-Nya. Jika seorang hamba sudah dicintai oleh Rabb-Nya maka itulah keberuntungan yang hakiki, karena makhluk yang setingkat malaikatpun akan mencintainya.

Mengangkat satu kisah dari salah satu sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam, Usaid bin Hudhair. Suatu ketika di tengah malam yang sunyi, Usaid bin Hudhair sedang duduk di beranda belakang rumahnya sambil menjaga anak balitanya yang sedang tertidur pulas. Tidak jauh dari tempat duduknya, seekor kuda diikat kuat ke batang pohon, seolah-olah sedang menunggu perintah majikannya jika ada seruan jihad.

Suatu ketika dikeheningan malam, Usaid membaca Al-Qur'an dengan khusyu' dan penuh penghayatan Ayat demi ayat dia lantunkan dengan suara merdu. Saat itu ia membaca surah Al-Baqarah ayat 1-4.

Ketika melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an, seketika itu pula kudanya lari berputar-putar sehingga hampir memutuskan tali pengikatnya. Sampai di ujung ayat keempat, Usaid menghentikan bacaannya, dia ingin tahu apa yang terjadi pada kudanya. Usaid tidak melihat apapun selain kudanya yang masih terikat kuat. Usaid masih heran dan penasaran apa penyebabnya.

Bersamaan dengan berhentinya Usaid melantunkan ayat-ayat suci, kudanya kembali diam. Usaid kembali melanjutkan bacaannya, tepat pada ayat yang menjelaskan tentang orang-orang yang beruntung karena mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Selang beberapa detik kudanya kembali meronta, berputar-putar lebih hebat dari sebelumnya. Usaid pun kembali menghentikan bacaannya. Kudanya kembali diam. Demikianlah terjadi berulang-ulang. Setiap kali usaid membaca Al-Qur'an kudanya meronta. Setiap kali Usaid menghentikan bacaannya, kudanya ikut diam.

Setelah banyak kali terulang kejadian itu, Usaid membangunkan anaknya karena kekhawatirannya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ketika itulah dia melihat ke langit, terlihat awan seperti payung yang mengagumkan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Esok paginya, Ia menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan kejadiannya.

Mendengar cerita Usaid, Rasulullah SAW tersenyum, lalu bersabda, "Wahai Usaid, itu adalah para malaikat yang turun dari langit mendengarkan bacaan Al-Qur'an yang engkau baca. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah akan banyak orang yang akan menyaksikan pemandangan indah tersebut."

Itulah sosok sahabat Rasul yang sangat mencintai Al-Qur'an. Rasa cintanya bahkan dimulai sejak pertama kali dia mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang dilantunkan oleh salah seorang sahabat, Mush'ab bin Umair, dai muda yang dikirim Rasulullah SAW. Sebagai perintis dakwah di kota Yastrib (Madinah).

Sekian, semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.

Apakah pelaku maksiat tidak boleh mencintai Allah? (Hikmah Kisah Majnun Laila dan shahabat Rasul)

Apakah pelaku maksiat tidak boleh mencintai Allah? (Hikmah Kisah Majnun Laila dan shahabat Rasul)

Oleh: Al-Faqir Abu Muhammad


bersamaislam.com
- Bismillah, dosa adalah sesuatu yang timbul diakibatkan oleh perlakuan durhaka kita kepada yang maha kuasa. Pelakunya sering disebut dengan "pendosa atau ahli maksiat", para pendosa didalam Al-Qur'an sering disebut dengan orang fasiq atau orang yang tahu kebenaran namun ia malah melakukan perbuatan yang sebaliknya dari kebenaran itu.
Yang menjadi pertanyaan, apakah ahli maksiat (orang yang sering melakukan maksiat) tidak pantas untuk mencintai atau dicintai Allah?

Hakikat "PECINTA"

Dalam sebuah syair bahasa arab disebutkan (yang artinya); "sesungguhnya pecinta sejati itu senantiasa taat kepada yang dicintainya". Nah, dari syair ini kita bisa mengambil ibrah (pelajaran) bahwa seharusnya jika kita mengaku cinta kepada rabb kita (Allah) maka sudah semestinya kita senantiasa berlaku taat kepada Dia, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh rasa sukarela dan senang hati. Pecinta yang sejati tak pernah mengeluh dengan semua keadaan yang Allah berikan kepadanya, ia selalu berhusnudzan kepada setiap ketentuan Allah, dan selalu mengingat-Nya didalam hati dan pikirannya.

Mereka yang mengaku cinta (kepada sesuatu atau pun seseorang) sudah menjadi sunnatullah, bahwasannya dia akan mencintai pula segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Misalnya saja, mereka yang mengaku fans club bola Persib Bandung, pasti selalu suka dengan berbagai hal yang berkaitan dengan Persib, mulai dari jersey sampai ukuran sepatu pemainnya pun mereka hafal. MasyaAllah inilah kekuatan cinta, cinta itu mencerdaskan seseorang pada bab yang berkaitan dengan sesuatu yang ia cintai itu.

Disebutkan dalam sebuah hikayat tentang kisah cinta Majnun Laila yang sangat dramatis, bahkan mungkin orang yang tak membaca sejarah pasti menyangkal dan menolak cerita Majnun Laila ini, saking ngerinya cinta majnun dengan laila, dikisahkan:

"Suatu saat majnun sedang berjalan disebuah desa, kemudian ia melihat seekor anjing, tanpa pikir panjang, ia langsung membersihkan anjing itu, memakaikan wewangian parfum kepadanya lalu mengelus-elus dan memeluknya. Tiba-tiba lewatlah seseorang sambil berkata "hey majnun, itu yang kamu peluk itu anjing, bukan laila kekasihmu", dengan tersenyum majnun menjawab " aku tahu dia ini bukan laila melainkan anjing, tapi ini bukan anjing sembarangan, ini adalah anjing yang berasal dari kota laila kekasihku". 

MasyaAllah, kisah cinta yang sangat menginspirasi sekaligus membuat kita merinding ngeri. Inilah bukti, bahwasanya cinta itu menyebar dan menginveksi, bukan hanya kepada yang dicintai namun merembet kepada semua hal yang berkaitan dengan yang dicintai tersebut.

Inilah hakikat cinta dan pecinta yang sejati.

Ahli maksiat yang mencintai Allah

Jika kita baca tulisan diatas, maka bisa kita hukumi bahwa pelaku maksiat itu pasti adalah orang yang tidak punya rasa cinta kepada Allah, karena ia selalu melanggar perintah Allah. 

Namun, tahukah kalian bahwa dizaman nabi SAW pernah ada seorang pelaku maksiat yang sangat mencintai Allah, gimana kisahnya? begini?

Suatu saat dizaman rasul, ada seorang sahabat yang bernama Abdullah yang berjuluk khimar. Ia adalah seorang yang senang sekali meminum khamr sekaligus menjadi orang yang seringkali dihukum cambuk karena ketahuan sedang minum khamr, saking seringnya ia dihukum, para sahabat lain merasa geram dan puncaknya ketika ia dihukum cambuk (jilid), ada seorang sahabat berkata "Ya Allah laknatilah ia, karena ia sudah sangat sering sekali dihukum cambuk karena khamr", akan tetapi tenyata rasul "membela" Abdullah dengan mengatakan "janganlah kamu melaknatinya, karena dia adalah orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya". (dari kitab hikayah shobahah)

Allahu akbar, bagi saya (penulis) pribadi ini adalah kisah yang sangat mengharukan sekaligus menyenangkan, karena dengan adanya kisah ini membuat kita para ahli maksiat tidak berputus asa untuk senantiasa mengharap cinta Allah dan belas kasih-Nya.

Kesimpulan

1. Pecinta sejati adalah ia yang senantiasa menaati Allah dan rasul-Nya, menjalankan syariat dengan penuh taat dan menjauhi larangan dengan penuh takut.
2. Jangan pernah berhenti berharap belas kasih Allah sekalipun kita ahli maksiat, karena cinta Allah diberikan-Nya kepada siapa saja yang Ia kehendaki
3. Jangan pernah mencela pelaku maksiat karena kita tidak pernah tahu seberapa tinggi derajat seseorang dihadapan Allah, bisa jadi siapa yang kita sangka Ahli maksiat adalah sebenarnya kekasih Allah yang senantiasa bertobat dan meminta ampun kepadan-Nya, selalu membasahi matanya dengan tangisan penyesalan, dan mendoakan kebaikan kepada seluruh makhluk-Nya, menebar kasih tanpa pilih dan tak menyimpan dendam meski seberat biji kurma.

Demikian, semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.

Cara Mencintai Allah (Hikmah Kisah Majnun Laila dan Robiatul Adawiyah)

Cara Mencintai Allah (Hikmah Kisah Majnun Laila dan Robiatul Adawiyah)

Oleh: Al-Faqir Abu Muhammad


bersamaislam.com - Bismillah, Cinta dalam bahasa arab adalah mahabbah, akar katanya ialah habba-yahibbu-mahabbatan. Dari asal kata yang sama dengan al-hubb (biji). Maka cinta itu ibarat sebuah biji, dimana kita letakkan atau tanam biji itu, disitulah akan tumbuh tanaman. Letakkan biji itu pada tanah kering, maka layu dan mati biji itu, letakkan ia pada tanah yang subur maka pohon yang kokoh dan segar akan tumbuh dengan indah disana. Begitu juga dengan cinta, salah sedikit cinta bersandar maka layu dan mati hati kita, pun sebaliknya jika benar sandarannya maka cinta sejati tidak akan pernah mati.

Pembahasan cinta adalah pembahasan yang sulit dan rumit, karna ini adalah masalah hati. Dahsyatnya pengaruh cinta pada kehidupan ini, hingga saja membuat banyak manusia menjadi stress dan hilang akal.

Seperti kisah yang sangat melegenda, yakni kisah tentang perjalanan cinta dari Qois (atau biasa disebut majnun) dengan seorang wanita berambut hitam pekat bernama laila. Banyak cerita diluar nalar manusia normal yang mengisahkan betapa dahsyatnya cinta yang dimiliki Qois untuk Laila, salah satunya mungkin pernah kita dengar, yaitu tentang Majnun dan tembok-tembok rumah.

    Suatu ketika Majnun sedang berjalan santai disebuah kota, lalu kemudian secara tiba-tiba ia ciumi seluruh tembok-tembok di kota tersebut, ketika ditanya tentang apa yang dia lakukan, maka Qois menjawab (dengan seluruh kegilaannya) dengan sebuah syair yang dikemudian hari syair itu menjadi pelajaran yang sangat penuh akan hikmah dan manfaat, begini bunyinya :

أمر على الديار ديار ليلى 

tatkala ku lewati kota laila

أقبل ذا الجدار وذا الجدار

ku ciumi tembok dikota itu satu persatu

وما حب الديار شغفن قلبي 

bukanlah karena aku cinta pada kota itu, yang membuat berguncang hatiku

 ولكن حب من سكن الديار

melainkan karena dia, penghuni kota itu.


    SubhanaAllah, ketika pertama kali saya (penulis) membaca syair itu, masyaAllah, segini besarnya dampak yang disebabkan oleh cinta, ini baru cinta makhluk ke sesama makhluk, saya berpikir bagaimana kalau cinta makhluk kepada sang Khalik? Seharusnya jauh lebih dahsyat dan hebat lagi. Maka tak heran jika banyak dari golongan sufi yang sudah mencapai tingkat ma'rifatullah, mereka begitu besar cintanya kepada Allah, sebut saja imam Ghozali, syaikh Abdul Qodir al-Jailani, dan Rabiatul Adawiyah, mereka adalah tokoh-tokoh besar sufi yang cintanya kepada Allah sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Bahkan Rabiatul Adawiyah pernah membuat syair yang sangat mengerikan, yakni dalam bahasa indonesia berbunyi:
Ya Allah jika aku menyembah-Mu karena aku takut neraka,maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, tutuplah rapat-rapat pintu surga itu untukku. Tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, maka aku mohon Ya Allah jangan pernah Engkau palingkan keindahan wajah-Mu yang abadi dari padaku.”

MasyaAllah, begitu besarnya cinta ia kepada Allah sampai-sampai tak ada yang mendasari ia dalam melakukan ibadah selain karena cintanya kepada sang ilahi.


    Kita sebagai manusia biasa tentu heran dengan fenomena itu, dan menjadi teka-teki yang barangkali susah untuk dipecahkan, bagaimana cara mereka bisa mencintai Allah sedemikian dalamnya? 


    Jika ada sesuatu yang paling berhak kita cintai, maka ia adalah Allah. Tuhan pencipta alam semesta, yang memelihara serta menjaga seluruh ciptaan-Nya tanpa rasa kantuk dan bosan. Jika sekali saja Allah palingkan pandangan-Nya dari alam ini, maka luluh lantah seluruh langit, bumi, beserta isinya. Maha suci Allah dengan segala kesempurnaan-Nya.

CARA MENCINTAI ALLAH:

1. Kenali diri sendiri

    ketika kita mengenali diri kita sendiri maka disitu kita akan mengenali Allah. Maksudnya? Begini semakin kita kenal dan paham tentang diri kita, tentang bagaimana lemahnya kita, bagaimana terbatasnya kemampuan dan kekuatan kita, disitu kita akan semakin mengenal Allah yang maha segalanya, maha sempurna dan tak punya batas atas segala yang ada pada dirinya. Allah kuasa menghidupkan yang mati, Allah kuasa memuliakan rakyat jelata tanpa menjadikan ia raja, Allah kuasa mencabut semua kerajaan-kerajaan dari penguasaan tangan-tangan kotor, dan kuasa kuasa yang lain yang jika kita sebutkan maka tidak akan cukup meskipun seluruh laut menjadi tinta dan seluruh pohon menjadi pena bahkan jika ditambah lagi tujuh kali yang demikian itu maka tetap tidak akan cukup untuk menuliskan betapa Maha Kuasanya Allah.

2. Mencari ilmu

    Mencari ilmu adalah salah satu syarat agar kita bisa mencapai maqam ma'rifatullah (mengenali Allah), karena tak mungkin bisa kita mencintai sesuatu sebelum kita tahu dan kenal dengan sesuatu itu. Sebagai perumpamaan adalah, tak mungkin seorang suami bisa mencintai istrinya jikalau ia tak pernah mengenalnya bahkan tak pernah tahu tentang istrinya itu, jikalau ia mencintainya pasti itu karena ia telah mengenalnya terlebih dahulu baik sebelum menikah ataupun setelahnya, syarat utamanya adalah kenal. Maka kenal itu harus tahu, dan tahu itu adalah dengan cara mencari. Maka tuntutlah ilmu!!

3. Mengenal Allah

    Seperti yang sudah disebutkan tadi, syarat utama cinta adalah kenal, maka pada tips ke-tiga ini yang kami maksudkan adalah mengenali tentang kehebatan dan kesempurnaan Allah, bagaimana kuasanya Ia tidak pernah mengantuk apalagi tidur, betapa hebatnya Allah dapat mengatur seluruh alam semesta ini tanpa bantuan dari seorangpun, dan lain sebagainya.

    Jika boleh kita peringkas, maka rumus mencintai Allah adalah BELAJAR + KENAL = CINTA
Demikian, semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik