Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar

3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar



Ilustrasi

bersamaislam.com Islam adalah agama terbesar di Indonesia, dengan 86,7% penduduk Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dalam survei tahun 2018. Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar kedua di Dunia setelah Pakistan, dengan sekitar 231 juta penganut. Namun penduduk Muslim Indonesia tidak semua nya menjadikan membaca Al Quran sebagai suatu kebiasaan. Bahkan Interaksi nya dengan Al Quran lebih sedikit di banding dengan Penggunaan Smartphone. 

Menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Pengguna internet di Indonesia menjadi kelompok yang paling sering main smartphone per harinya pada 2023 lalu. Setidaknya begitulah menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Dalam laporan tersebut, setiap orang Indonesia menghabiskan waktu rata - rata sekitar 6,05 jam setiap harinya untuk bermain smartphone pada 2023

Padahal begitu banyak keutamaan – keutamaan membaca Al quran yang dapat membawa kebaikan kepada seseorang yang mengamalkannya. Dalam suatu hadist “Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan (pahala). Kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan bahwa 'Alif Lam Mim' itu satu huruf, tetapi 'Alif' itu satu huruf, 'Lam' satu huruf dan 'Mim' satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)”

Berikut beberapa Faktor penyebab seseorang malas membaca Al - Quran:
  1. Lingkungan yang kurang mendukung: Lingkungan sosial yang tidak mendukung juga bisa menjadi faktor. Jika seseorang tidak memiliki keluarga atau teman yang mendorongnya untuk membaca Al-Quran.
  2. Kurangnya kesadaran: Sebagian orang terkadang suka menganggap remeh amalan ini, Dalam salah satu Hadist "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR Al-Baihaqi).
  3. Gangguan Teknologi: Perangkat teknologi seperti Smartphone, tablet, atau komputer dapat menjadi sumber gangguan yang membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat membaca Al-Quran. Kerena menurut kebanyakan orang aktivitas ini lebih menarik daripada membaca Al Quran.
Agar kita bisa lebih dekat dengan Al Quran yaitu dengan mencari Lingkungan yang Qur'ani. Dengan cara bergabung bersama kami di karantina Hafizh Quran Indonesia dan Pemuda Bumi Langit.

Informasi pendaftaran lebih lanjut:

Hafizh Qur'an Indonesia: http://haqin.in
WhatsApp us: wa.me/6282127284462



Nggak Cuma Belajar Ngaji, Santri Juga Belajar IT ?

Nggak Cuma Belajar Ngaji, Santri Juga Belajar IT ?


ilustrasi

bersamaislam.com
 -Yup, memang benar. Santri Hafizh Qur’an Indonesia, Tahfizh Annajah, dan Pemuda Bumi Langit, tidak hanya di ajarkan mengaji atau belajar kitab. Mereka juga di ajarkan banyak sekali skill. contoh nya Memanah, Silat, Marketing, Capital Marketing dan banyak skill lainya. Salah satu nya IT, atau Teknologi Informasi. Agar para Santri tidak tertinggal Zaman yang sekarang sudah serba Teknologi. Sebagaimana pada Tagline Pemuda Bumi Langit yaitu “Hafal Qur’an, Jago Bisnis” 

Inilah salah satu alasan mengapa Hafizh Qur’an Indonesia dan Pemuda Bumi Langit berbeda dari pondok lain nya. Karena, selain di bekali Ilmu Agama, kebanyakan dari santri nya telah mengembangkan skill nya. Bahkan sudah ada Santri yang ikut berkompetisi dan membawa pulang Medali kejuaraan Nasional Indonesia Paku Bumi Open 11th International Championship. http://www.bersamaislam.com/2023/03/httpwww.bersamaislam.com202303santri-haqin-borong-
medali-emas-di-ipboic-xi-2023.html

Tentunya guru yang mengajar adalah guru yang sudah berpengalaman dan Profesional dalam Bidang nya. Ini lah pak Titis Sutisna, umur 51 tahun, asal Soreang, Beliau adalah Direktur IT yang sudah berpengalaman selama bertahun tahun, dan sudah mengajarkan banyak siswa. Beliau adalah Guru IT dari para Santri Hafizh Qur’an Indonesia, Tahfizh Annajah, dan Pemuda Bumi Langit. Salah satu tujuan beliau mengajarkan santri adalah, Membangun Masa Depan Digital. “Alhamdullillah kali ini Santri Haqin, PBL, dan Annajah mengadakan kelas IT untuk mengembangkan Bakat dan Potensi yang ada pada santri” Ucap beliau dalam pembukaan kelas nya.

Bagi santri, Pak Titis adalah Guru yang humble, Menyenangkan, dan Ketika beliau menyampaikan penjelasan, mudah di pahami. Beliau juga menjelaskan kepada santri penting nya belajar It di zaman sekarang . “Di zaman yang akan datang, semua akan menjadi serba teknologi, Instan dan Mudah. Bahkan bisa jadi tenaga Manusia pun berpotensi punah. Maka dari itu kita harus pintar Dalam Teknologi. Jangan sampai Teknologi ini di menangkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab” Katanya saat menjelaskan. “kebanyakan orang IT itu belajarnya OTODIDAK. Bisa IT tuh enak, bisa dapet duit Cuma duduk di depan computer” lanjutnya

Para santri merasa Sangat Bersyukur, bukan hanya karena mendapat Guru yang Profesional seperti Pak Titis, tetapi para santri juga di Fasilitasi dengan device yang memudahkan Para santri dalam belajar. Setiap kali kelas selesai, santri juga berkumpul mendiskusikan kembali pembahasan yang di bahas saat di kelas

Hafizh Qur’an Indonesia membuka Penerimaan Santri Baru Angkatan 14 dan Pemuda Bumi Langit Angkatan 3… kami memuka program Full Beasiswa dan juga di bekali beberapa skill seperti IT, Digital Marketing, Designer, Bisnis dll

Buruan daftar, jangan sampai ketinggalan yah!!!!

https://haqin.in/penerimaan-santri-baru-pbl/

https://haqin.in/



Geliat Penerimaan Santri Baru Hafizh Quran Indonesia

Geliat Penerimaan Santri Baru Hafizh Quran Indonesia


Santri hafizh Quran Indonesia

bersamaislam.com - Memasuki tahun ajaran baru, kini seluruh lembaga pendidikan sedang mengadakan penerimaan siswa dan santri baru. Begitu pula dengan Hafizh Quran Indonesia, namun tak hanya diam justru penerimaan santri baru di Hafizh Quran Indonesia memiliki banyak keseruan lainnya.

Seperti yang lainnya, santri hafizh Quran Indonesia juga turut menyebar poster penerimaan santri baru, tak hanya di sosial media namun hingga luar kota. Penasaran apa aja kesibukan santri menjelang Penerimaan santri baru? Yuk kepoin!.

1. Menyebar brosur ke banyak masjid

Penyebaran brosur di Masjid Al Jabbar

Hal ini dilakukan santri Hafizh Quran Indonsia agar memudahkan jika salah satu jamaah yang menginginkan salah satu sanak keluarganya menjadi Hafizh Quran. Di zaman sekarang kebanyakan para orang tua kurang mengerti tentang sosial media, karena itu mereka memasukkan salah seorang anaknya ke pesantren melalui informasi mulut ke mulut.

Selain itu, dengan adanya penyebaran poster ke seluruh masjid terdekat diharapkan akan semakin banyak yang tertarik untuk menjadi Hafidz 30 juz. Rata rata anak milenial zaman sekarang sebenarnya mempunyai cita cita untuk menjadi Hafidz akan tetapi, cita cita mereka menjadi suatu pilihan yang harus di pertimbangkan. Karena mereka kebanyakan lebih memilih kuliah atau sekolah jenjang tinggi lainnya.

Maka dari itu, tak sedikit dari mereka yang menguburkan cita citanya. Padahal Di Hafizh Quran Indonesia ini memiliki program menghafal Al Quran dalam waktu yang singkat. Di sisi lain Hafizh Quran Indonesia sendiri memiliki fase murajaah guna memperkuat hafalan yang dimiliki. So, apalagi yang kalian tunggu? 

2. Haqin Goes To School

Sosialisasi di sekolah sekolah

Haqin Goes To School adalah salah satu program untuk mensosialisasikan program Karantia 30 juz dan Entrepreneurship di sekolah sekolah. Khususnya untuk kelas 12 MA/SMA/Sederajat yang dilakukan secara offline (datang ke sekolah) atau online (via zoom meeting). Sekaligus penerimaan santri baru Hafizh Quran Indonesia, Tahfidz An Najah, dan Pemuda Bumi Langit secara langsung.

Ketika temen temen pengen ngafal Quran di HAQIN tapi gak tau kurikulum dan keseharian santrinya seperti apa?

Oleh karena itu, gak usah khawatir HAQIN punya solusinya. Sekarang ada program  Haqin Goes To School, dengan program itu yang santri Hafizh Quran Indonesia akan berkeliling ke sekolah sekolah dan siap mensosialisasikan program HAQIN  melalui zoom meeting.

3. Sosialisasi hingga ke luar Kota

Santri menuju luar kota

Beberapa dari santri Hafizh Quran Indonesia juga melakukan Sosialisasi hingga keluar kota. Terutama ke daerah yang awam pada sosial media. Hal ini guna untuk memperkenalkan program pada masyarakat pada daerah tersebut. 

Tak hanya pada masyarakat tetapi juga pada sekolah sekolah di daerah tersebut. Dengan melakukan sosialisasi ini Haqin bertujuan untuk memotivasi lebih tinggi kepada anak remaja umumnya agar berkeinginan untuk menjadi penjaga kalamNya.

 Ada beberapa kota yang telah Hafizh Quran Indonesia kunjungi dalam rangka Penerimaan Santri Baru diantaranya ada Madiun, Ngawi, Sragen, Surabaya, dan yang lainnya. 

4. Pemasangan poster oleh Syekh Thyazen Al Hakimi Msi.

Dokumentasi penyebaran poster

Program penyebaran poster ke berbagai tempat santri juga di temani langsung oleh Syekh Thyazen Al Hakimi. Penyebaran poster Penerimaan Santri Baru oleh syekh dan juga ditemani oleh beberapa santri  ke tempat tempat seperti masjid, sekolah, dan masyarakat. 

Dalam kesempatan kali ini, disela sela waktu dakwah yang padatanya, beliau menyempatkan diri untuk berbagi waktu kebersamaan dengan para santri Hafizh Quran Indonesia. Hal tidak pernah dilewatkan oleh beliau, karena pastinya beiau selalu menyempatkan dengan para santrinya walaupun di tengah kesibukan yang padat.

5. Penerimaan Santri Baru melalui Digital Marketing


Digital Marketing adalah kegiatan pemasaran yang sudah sangat familiar, apalagi di zaman sekarang yang semua sudah serba teknologi. Umumnya sosial media sangatlah berpengaruh bagi strategi promosi. 

Karena itu santri Haqin juga menggunakan digital marketing untuk melakukan promosi Penerimaan santri baru, tujuannya agar lebih banyak anak milenial yang sedang menggunakan sosial media tertarik untuk menjadi Hafidz 30 juz.

Dengan melakukan live streaming, posting di semua akun media sosial seperti, Instagram, whatssApp, Tiktok, dan juga Youtube.

Seperti live streaming untuk memperlihatkan macam macam kegiatan asrama dan posting poster untuk petunjuk pendaftaran. Seperti sudah di tuliskan sebelumnya bahwa santri Hafizh Quran Indonesia mempunyai bakat lebih dalam bidang digital marketing.

Maka dari itu, dalam hal ini untuk sebagian orang merasa senang karena dari masing masing mereka berlomba untuk menciptakan konten yang terbaik.

6. Kerja Bakti

Santri sedang melakukan kerja bakti

Setelah melakukan hal hal yang di sebutkan diatas, tak hayal jika banyak sekali yang berminat untuk mendaftarkan dirinya di Hafizh Quran Indonesia. Beberapa orang bahkan langsung memutuskan untuk survey ke asrama. 

Untuk itu santri santri menyambutnya dengan sangat gembira. Bahkan mereka bersama sama untuk melakukan kerja bakti, agar selalu membuat para calon santri Hafizh Quran Indonesia merasa nyaman dan betah.

Tak hanya untuk menyambut, kegiatan ini juga selalu dilaksanakan setiap minggunya. Rasa kebersamaan pun semakin erat ketika satu sama lain saling tolong menolong. 

7. Pemasangan spanduk

Salah satu spanduk yang dipasang di masjid

Spanduk adalah media untuk menginformasikan sekaligus mempromosikan suatu produk. Dalam hal ini, spanduk diletakan di lokasi strategis sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk tersebut.

Strategi iklan ini juga di aplikasikan oleh Hafizh Quran Indonesia untuk penerimaan santri baru. Dalam tahun ajaran baru 2023/2024 ini banyak lembaga lembaga pendidikan yang juga memakai spanduk untuk mempromosikan programnya.

Sumber: https://www.haqin.id/2023/05/geliat-penerimaan-santri-baru-hafizh.html

***


Yang tertarik bergabung menjadi santri silahkan klik link pendaftaran di bawah yaa

www.pemudabumilangit.id


-- Admin Syahira




Santri HAQIN Khatamkan Tulisan Al-Qur'an

Santri HAQIN Khatamkan Tulisan Al-Qur'an


Muhammad Rifa'i 

bersamaislam.com
- Menulis Al-Qur'an (Imla') adalah suatu kegiatan merealisasikan ayat-ayat Al-Qur'an dalam bentuk tulisan dengan menggunakan pena. Kegiatan yang satu ini merupakan bentuk cinta terhadap Al-Qur'an, seperti halnya sahabat Nabi yang menuliskannya dalam bentuk mushaf yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Ka'ab.

Keempat sahabat inilah yang kemudian menginspirasi kaum muslimin untuk melakukan hal yang sama. Muhammad Rifa'i, salah satu santri HAQIN yang berhasil mengkhatamkan tulisan Al-Qur'an nya setelah berbulan-bulan ia cicil hingga terkumpul 4 buah buku kuteb ukuran A5.

Pencapaiannya ini diapresiasi oleh Lembaga Hafizh Qur'an Indonesia juga guru besar yang membimbing dalam bidang Ulumul Qur'an, Ust. Abu Amar, hafizhullah. Rifa'i juga mendapat tanda tangan langsung dari guru-guru besar HAQIN dan hadiah berupa Qur'an tulis yang didesain oleh Syaamiil Qur'an pada tanggal 02 April 2023.

Kisah awal mula Rifa'i Menulis Al-Qur'an 

Kita semua sepakat, bahwa dekat dengan Al-Qur'an pasti membuat hidup ini menjadi sakinah mawadah warohmah.

Aktivitas orang yang senang dengan Al-Qur'an pasti ia selalu membacanya, mendengarkannya dan juga menulisnya.

Alhamdulillah, sampai detik ini banyak sekali anak muda, orang tua sedang mengembara (semangat) belajar Al-Qur'an, MasyaAllah senang sekali melihatnya.

Membaca udah, mendengarkan udah, nah menulis nih yang belum. Mumpung masih ada waktu luang, uang beli buku dan pena ada. Satu lagi karena, aku belum bisa nulis Arab, kebetulan banget, sembari nulis kurang, otomatis tangan terlatih nulis Arab dong.

Hadeh (hembus nafas), motivasi yang simpel banget, engga aneh-aneh, ada tuh motivasi yang inilah, yang itulah, engga salah sih, bagus juga, namun satu hal yang harus membarengi motivasi  adalah praktik. 

“Mulai aja dulu, nanti juga selesai” 

Dan pada akhirnya, Alhamdulillah selesai juga, Tepat pada hari dilaksanakannya Tasmi Akbar kemarin. Kalau mulai, dulu aku mulai nulis 15 November 2021, Jum'at malam, duduk di depan pintu asrama, sambil ngopi.

Begitulah asal asul nya.
Dah selesai.

Tulisan Muhammad Rifa'i

Satu lagi, yuk ikut gerakan bersama kami, NULIS QURAN
No telp. 0895 ( aduh aku lupa )
No rek. (Belum punya) 
Instagram. @rifai.lame (gabakalketemu)

Oh iya, cerita perjuangan belum. Next time





Tasmi' Akbar Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah

Tasmi' Akbar Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah


Momen foto bersama 

bersamaislam.com
- Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah adalah sebuah lembaga yang merupakan satu kesatuan dalam bidang Al-Qur'an khususnya mencetak generasi penghafal Qur'an. Dari tahun ke tahun ketiga lembaga ini telah mencetak ratusan penghafal Qur'an dari berbagai daerah. Tak hanya unggul dalam program tahfizh, ketiga lembaga ini juga memberikan fasilitas bisnis yang disebut Entrepreneurship.

Hafizh Qur'an Indonesia menyambut bulan suci Ramadhan dengan mempersembahkan pencapaian santri mutqin dengan digelarnya acara Tasmi' Akbar dengan peserta Ikhwan berjumlah 5 Orang dan 7 Santri Akhwat. Dilaksanakan pada 20-21 Maret 2023 di Masjid Nurul Iman, Bungursari-Bandung.

Berikut Nama-nama Santri Mutqin:
1. Zakhiyuddin (30 Juz)
2. Zhafira Haya Destiani (30 Juz)
3. Zalfa Syauqi Qurani (22 Juz)
4. Muhammad Asyrof (20 Juz)
5. Mulkiyah Awaliyah (20 Juz)
6. Murni Zikra (20 Juz)
7. M. Bugar Tawakal (15 Juz)
8. Awalia Annur Sholikhah (11 Juz)
9. Farid Syahbani Rangkuti (10 Juz)
10. Geldi Irwandi (10 Juz)
11. Awalia Nur (10 Juz)
12. Siti Asa Nur Mawaddah (10 Juz)

Dengan adanya pegelaran Tasmi' Akbar ini dapat mengukur kemampuan santri dan juga menginspirasi santri-santri lainnya untuk tetap mempertahankan hafalan.

Dalam acara pembukaan, HAQIN mengundang guru besar Hafizh Qur'an Indonesia, Ustadz Abu Amar, Al-Hafizh, yang merupakan penasihat agama yang telah memegang beberapa sanad dari beberapa Syaikh, salah satunya sanad kitab At-Tibyan fii adabi hamalatil-qur'an.

Banyak nasihat Qur'an yang disampaikan Ustadz Abu Amar pada pidatonya, beliau menerangkan kisah beratnya siksaan seorang penghafal qur'an yang kemudian ia melupakannya. Sungguh sangat miris seorang penghafal qur'an yang ketika satu surah hilang dari ingatannya namun ia tak bersedih dan tidak berusaha meraihnya lagi. 

Seorang pemuda harus bisa mutqin dengan mendawamkan minimal 6 Juz perhari, baik itu muroja'ah atau sekedar ditilawahkan, ini merupakan teori ulur tarik dimana selama berjalan 40 hari kita mengikhlaskan hafalan yang sudah disetor, dengan izin Allah konsisten 40 hari dapat menarik hafalan dan mengikat kembali dan jangan berhenti sampai mendapati titik dimana kita bisa mutqin, ibarat surah Al-Kahfi yang misal hanya kita baca 4 kali dalam sebulan, hafalan itu masih terikat erat dalam ingatan karena telah sampai titik yang diperlukan pengulangannya. "Nasihat Ustadz Abu-Amar, Al-Hafizh."

Juga turut hadir guru besar Hafizh Qur'an Indonesia, Syaikh Thyazen Al-Hakimi pada selasa, 21 Maret dalam penutupan acara Tasmi' Akbar. Seperti halnya Ustadz Abu, Syaikh juga menyampaikan nasihat qurani bagi para penghafal, beliau menerangkan bahwa Jika seseorang ingin berbicara dengan Allah maka bacalah Al-Qur'an.

Juga menerangkan betapa pentingnya peran Al-Qur'an pada saat di akhirat, seseorang akan melupakan orang-orang terdekatnya sekalipun ibunya saat berada di akhirat saking sibuknya memikirkan dosanya, namun pada saat kita di dunia senantiasa bersama qur'an, maka Al-Qur'an itu sendiri yang akan berdo'a memohonkan ampun dan pertolongan, saat itulah kita sudah mulai memikirkan keluarga, ayah, ibu, kakak, adik dan semuanya. Karena apa? karena dosa kita telah diampuni oleh Allah dan sudah tidak ada beban dalam pikiran sehingga yang diingat adalah keselamatan keluarga.

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional


Pemuda Jawara 

bersamaislam.com - Berawal dari kekhawatiran akan pemuda yang kian hari kian jauh dari Al-Qur'an, merajalelanya pergaulan yang jauh dari syariat, bahkan tidak terpikatnya hati pemuda akan Masjid, Sasana Silat HAQIN hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas kekhawatiran tersebut.   

Dengan tujuan Al-Qur'an dan dengan izin-Nya, HAQIN meresmikan Sasana Silat sebagai ekstrakulikuler umum bagi para pemuda. Dengan adanya ekstrakulikuler ini Lembaga HAQIN berharap Masjid yang belakangan ini kurang diisi oleh pemuda kembali terpikat hatinya dengan Masjid dan lebih dekat dengan Al-Qur'an.

Terbukti, pemuda yang ikut serta dalam ekstrakulikuler ini semakin hari semakin dekat dengan Masjid dan mulai membiasakan diri rutin membaca Al-Qur'an, baik saat jadwal latihan maupun diluar latihan mereka masih semangat berlatih partner. 

Pemuda yang resmi jadi anggota Sasana Silat HAQIN saat ini berjumlah 16 orang ikhwan dari berbagai daerah dan tingkat pendidikan yang berbeda.

Baru berjalan beberapa bulan di tahun 2023 ini, Sasana Silat HAQIN telah memberikan warna baru dengan pencapaian mereka. Pasalnya banyak yang tidak menyangka, bisa dilihat dari alat yang masih kurang memadai, tempat latihan yang belum menetap dan baju seragam yang belum lengkap bahkan belum mencapai level sabuk namun dengan semangatnya yang tinggi dan cerdasnya memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, mereka mampu membuktikan latihan yang selama ini mereka jalani tidak mengukir kata sia-sia, 7 diantara 16 pemuda diutus dengan membawa nama Sasana Silat HAQIN mereka mampu bersaing dan menjuarai Pencak Silat di Level Internasional dengan perolehan 6 Emas dan 1 Perak, pada IPBOIC XI 2023 Maret kemarin yang bertempat di GOR Futsal Jatinangor, Bandung-Jawa Barat.

Pencapaian tersebut tidak membuat mereka merasa bangga dan puas, dengan semangatnya yang bertambah, mereka terus berlatih dan tetap menginspirasi. 

Bagi para pemuda yang punya semangat tinggi, mari bergabung bersama Pemuda Jawara: Sasana Silat HAQIN, dengan cara mendaftarkan diri melalui akun instagram official @hafizhquran_indonesia.

Santri HAQIN Borong Medali Emas di Kejuaraan IPBOIC XI 2023

Santri HAQIN Borong Medali Emas di Kejuaraan IPBOIC XI 2023


Potret kemenangan


bersamaislam.com - Santri Hafizh Qur'an Indonesia mencetak sejarah baru. Sasana Silat HAQIN yang telah diresmikan sebagai program ekstrakulikuler bagi santri ini mendapat dukungan dari masyarakat sehingga yang ikut tak hanya santri, para orang tua yang turut mendukung, dengan antusias mendaftarkan anaknya dalam Sasana Silat HAQIN. Baru berjalan dua bulan di tahun 2023 ini, Sasana Silat HAQIN mampu bersaing di Kancah Internasional pada Kejuaraan IPBOIC XI yang berlangsung pada tanggal 02-05 Maret 2023 di GOR Futsal Jatinangor, Bandung-Jawa Barat.

Anggota Sasana Silat HAQIN yang saat ini berjumlah 13 orang ikhwan, 7 orang diantaranya diutus mengikuti kejuaraan tersebut. Berikut nama-nama santri yang mengikuti Kejuaraan terbuka Indonesia Paku Bumi Open 11th International Championship :

1. Muhammad Tegar Rifa'i (Ngawi-Jatim)
    (Dewasa: Kelas D)
    Peraih: Medali Emas

2. Muhammad Bugar Tawakal (Nganjuk-Jatim)
    (Dewasa: Kelas F)
    Peraih: Medali Emas

3. Khalish Muhammad Al-Ghazie (Banda Aceh-Aceh)
    (SMP : Kelas berat)
    Peraih: Medali Emas

4. Huzaifi Abdurrahman Ginting (Bandung-Jabar)
    (SMP: Kelas D)
    Peraih: Medali Emas

5. Fadhlan Ibnu Hakim (Bandung-Jabar)
    (SD: Kelas F)
    Peraih: Medali Emas

6. Fadhli Ibnu Halim (Bandung-Jabar)
    (SD: Kelas D)
    Peraih: Medali Emas

7. Faaiq Ismail Abdurrazaq (Bandung-Jabar)
    (SD: Kelas C)
    Peraih: Medali Perak

Juga turut hadir para Pembesar Lembaga Hafizh Qur'an Indonesia untuk memberikan support dan do'a kepada para atlit HAQIN yang sedang berjuang, mulai dari Direktur, Kepala sekolah, Pembina dan penasihat juga Ustadz dan Ustadzah. Rasa haru dan bangga dirasakan masyarakat RTQ Hafizh Qur'an Indonesia melihat kemenangan pada ajang berbakat tersebut yang membawa nama HAQIN sebagai Kontingen. "Semoga pertandingan ini memberikan pengalaman kepada para santri sehingga dapat membentuk karakter yang sportif, semangat silaturahim, dan pantang menyerah dan mengejar prestasi." Kata Direktur HAQIN di sela-sela pertandingan.


Pak Hamka, Sosok Inspiratif Untuk Anak Muda

Pak Hamka, Sosok Inspiratif Untuk Anak Muda

                                                                        
Pak Hamka, belajar Al-Qur'an di usia yang tidak muda


bersamaislam.com - Hafizh Qur'an Indonesia merupakan lembaga Tahfizh di Bandung yang  menyediakan berbagai program tahfizh dan tahsin untuk semua kalangan usia. Ada program karantina 30 Juz, program entrepreneurship, program Tam-Q (Taman Qur'an), dan lainnya. Ada yang unik di program Tahsin Hafizh Qur'an Indonesia. Kita dikenalkan oleh sosok Pak Hamka. Pak Hamka merupakan santri dari program Tahsin Mukim di Hafizh Qur'an Indonesia (HAQIN). 

Pak Hamka merupakan santri Hafizh Qur'an Indonesia program tahsin yang memilih untuk bermukim. Beliau menjadi seorang santri tertua di asrama, dengan usianya yang sudah 36 tahun. Meskipun usia beliau sudah tak muda lagi, beliau tetap semangat untuk belajar Al-Qur'an. Mendalami bacaan Al-Qur'an, mempelajari bacaan tajwid, mengenal makhorijul dan sifatul huruf, sampai dapat membaca Al-Qur'an dengan baik.

Perjalanan Pak Hamka menemukan Haqin (Hafizh Qur'an Indonesia) begitu panjang. Sebelumnya, Pak Hamka mencari pondok pesantren Al-Qur'an. Sudah selama 2 bulan, Pak Hamka tidak diterima di beberapa pondok pesantren. Karena faktor usia yang sudah tua, dan tidak memiliki hafalan Al-Qur'an. Namun, hal tersebut tidak membuat Pak Hamka putus asa. Demi untuk belajar Al-Qur'an, beliau terus mencari pesantren Al-Qur'an sampai beliau menemukan HAQIN. Beliau memutuskan untuk belajar Al-Qur'an di HAQIN, Bandung. 

Beliau mencoba mendaftar HAQIN melalui media online. Ada beberapa tahap yang Pak Hamka lalui, terutama tahap wawancara. Pak Hamka tak malu untuk belajar Al-Qur'an. Meski usia beliau sudah tak muda lagi. Dengan penuh perjuangan, Pak Hamka akhirnya diterima untuk menjadi santri program Tahsin di Hafizh Qur'an Indonesia (HAQIN).

Dari sosok yang pantang menyerah tersebut, perlu diketahui bahwa Pak Hamka merupakan sosok yang luar biasa. Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N, inilah beliau. Sehari-hari, Pak Hamka berprofesi sebagai pengusaha di bidang kesehatan, perawat spesialis luka stoma dan inkontinensia, seorang trainer dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, dan dosen keperawatan dibeberapa kampus di Indonesia. 

Pak Hamka berasal dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Meskipun jauh dari Kota Bandung, itu membuat beliau tak pantang menyerah. Beliau merasakan bahwa Al-Qur'an merupakan sebenar-benarnya petunjuk sebagai pedoman kehidupan di dunia dan untuk berpulang ke akhirat ditempat yang baik. Pak Hamka memilih untuk menyelamatkan hidupnya dan hidup keluarga. Kini, Pak Hamka dapat membaca Al-Qur'an dengan baik, tartil, mengerti akan ilmu tajwid, dan mampu membedakan harokat, makhraj dan sifat-sifat huruf hijaiyyah. 

Setelah Pak Hamka menyelesaikan program Tahsin di Haqin, beliau pulang ke kampung asalnya, Kota Samarinda. Beliau memiliki tujuan mengajak para tenaga kesehatan agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Hari Ahad lalu, tanggal 18 Desember Pak Hamka bekerjasama dengan HAQIN mengadakan program dr. Al-Fatihah untuk para nakes. Program ini dilakukan secara online, yang dibimbing oleh santri & tim HAQIN yang telah memiliki sanad Al-Fatihah. Sampai hari ini, program dr. Al-Fatihah masih berjalan dengan lancar.

Inilah perjalanan Pak Hamka selama belajar Al-Qur'an. Mulai dari ditolak dibeberapa pesantren, sampai beliau menemukan HAQIN. Hingga sekarang Pak Hamka bisa mengajak para nakes untuk belajar Al-Qur'an. Usia yang tak muda & kesibukan yang padat, tak membuat Pak Hamka menyerah untuk belajar Al-Qur'an. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk & pedoman yang nyata, membuatnya istiqomah untuk selalu mempelajari Al-Qur'an didalam kesehariannya.

Hal-hal Yang Harus Dihindari Saat Menghafal Al-Qur'an

Hal-hal Yang Harus Dihindari Saat Menghafal Al-Qur'an


Ilustrasi


bersamaislam.com - Segala sesuatu ada tempat dan waktunya, kapan harusnya melakukan ini, kapan harusnya menghindari ini dan sebagainya. Sehingga apa yang menjadi tujuan dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi. Bagi penghafal qur'an hendaknya memantapkan niat, fokus dan yakin kemudian memperhatikan hal-hal yang harus dihindari saat mulai menghafal.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dan dihindari saat menghafal qur'an:

1). Ngupil
Tak jarang seseorang yang sedang menghafal Al-Qur'an ditengah proses menghafalnya malah mengalihkan fokusnya dengan melakukan kebiasaan lain yaitu ngupil. Seorang penghafal seharusnya mempersiapkan sedemikian rupa baik itu kebersihan maupun kerapian, sehingga tak ada alasan buat gagal fokus saat menghafal.

2). Makan
Selain mempersiapkan kebersihan dan kerapian, juga harus diperhatikan asupan energi berupa makanan. Jangan sampai kegiatan yang satu ini dilakukan saat menghafal, karena sangat mengganggu kefokusan, terlebih saat perut kenyang dapat mendatangkan rasa kantuk.

3). Tepuk Jidat
Hal yang paling sering dilakukan seseorang saat mengalami kelupaan adalah tepuk jidat, seringnya melakukan hal ini akan menyebabkan gangguan pada fungsi otak.

Bagi seorang penghafal Al-Qur'an, tepuk jidat bukan solusi saat mengalami mind bland, solusi terbaik adalah mengucapkan istighfar dan memohon kemudahan dari Allah SWT.

4). Ngobrol dan Ketawa
Para penghafal Al-Qur'an harus menjaga adab terhadap Al-Qur'an, salah satunya tidak ngobrol dan ketawa saat menghafal. Imam Fudhail bin Iyadh menganjurkan kepada seorang penghafal Al-Qur’an untuk menjaga sikapnya, sebab ia diibaratkan sebagai pembawa bendera Islam, ia berkata:

   حامل القرآن حامل راية الإسلام لا ينبغي أن يلهو مع من يلهو ولا يسهو مع من يسهو ولا يلغو مع من يلغو تعظيما لحق القرآن

“Para penghafal Al-Qur’an adalah pembawa bendera Islam, tidak patut dia bermain bersama orang yang bermain dan lupa bersama orang yang lupa, serta tidak berbicara yang sia-sia orang lain karena untuk mengagungkan Al-Qur’an”.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dihindari oleh para penghafal Al-Qur'an saat hendak berinteraksi bersama Al-Qur'an karena keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur'an diperoleh saat kita mampu memperbaiki adab terhadap Al-Qur'an.



Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur'an

Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur'an

Halaqoh 'ulumul Qur'an santri HAQIN


bersamaislam.com
 Menghafal Al-Qur'an merupakan kegiatan utama Santri Hafizh Qur'an Indonesia, diluar daripada itu terdapat kegiatan-kegiatan pelengkap yang dengan adanya kegiatan-kegiatan itu santri-santri tidak jenuh dengan satu kegiatan dalam sepekanan.

Berikut beberapa kegiatan Santri Hafizh Qur'an Indonesia selain menghafal Qur'an:

1). Ulumul Qur'an 
Ulumul Qur'an termasuk elemen penting bagi seorang penghafal Qur'an, tidak hanya menghafal tetapi juga butuh pemahaman atau ilmu tentang Al-Qur'an.

Belajar Ulumul Qur'an tidak cukup dengan otodidak, perlu bimbingan dari ahlinya. Nah, di Hafizh Qur'an Indonesia rutin dilaksanakaan pembelajaran ini yang dibimbing oleh Ustadz Abu Ammar.

2). Belajar Kitab Tuhfatul Athfal
Santri HAQIN terlihat sangat antusias saat belajar Kitab Tuhfatul Athfal. Matan Syair yang dikarang oleh Syaikh Sulaiman al-Jamzury, yang jadi pedoman tajwid bagi Santri HAQIN.

Dengan syair-syair yang dicontohkan oleh ustadz dan ustadzah membuat santri bersemangat mempelajarinya, terlebih kitab ini sangat praktis dan mudah dipraktekkan.

3). Belajar Bahasa Arab
Belajar Bahasa Arab bukan suatu hal lumrah di kalangan santri, dengan belajar Bahasa Arab dengan metode Mustaqilli oleh Ustadz Kurnia Nurul Falah, S. Pd. diikuti oleh Santriwan dan Santriwati, tak terkecuali Musyrif dan Musyrifah.

Pembelajaran dilaksanakan secara offline dan online, bertempat di Asrama Pemuda Bumi Langit, Bojong Koneng, Bandung. Pembelajaran ini dilaksanakan setiap hari selasa, kamis dan jum'at.

4). Mukhoyyam Qur'an
Mukhoyyam atau berkemah merupakan kegiatan pekanan Santri Hafizh Qur'an Indonesia bersama Pemuda Bumi Langit dan HAQIN An-Najah yang dilaksanakan dari hari sabtu pagi sampai ahad pagi.

Mukhoyyam Santri Ikhwan bertempat di Masjid Nurul Iman, Bungursari. Sedangkan Mukhoyyam Akhwat bertempat di Masjid Nur Shofah atau Masjid lain.

Kegiatan di Masjid saat Mukhoyyam sama seperti di Asrama, mulai dari talaqqi pagi, tilawah, ziyadah sampai muroja'ah pribadi. Setelah kegiatan malam selesai, ahad subuh santri melaksanakan sholat tahajjud berjama'ah dan ba'da subuh dilanjut Kajian Islami oleh DKM Nurul Iman.

5). Muhadharah
Santri HAQIN juga diharap mampu Public Speaking, dengan adanya Muhadharah menjadi solusi bagi santri sebagai latihan Public Speaking.

Setiap ahad malam, santri melaksanakan Muhadharah dimana yang mengisi acara adalah seluruh santri yang menampilkan mulai dari MC, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Penceramah dan Do'a dilakukan secara bergiliran setiap pekannya.

6). Evaluasi Pekanan
Dalam sepekan berkegiatan tentu ada sisi positif yang harus diambil dan dikembangkan dan sisi negatif yang harus diperbaik. Nah, Evaluasi Pekanan adalah solusinya, dimana seluruh santri dan musyrif mengutarakan pendapat tentang kejadian atau kesan sepekan kebelakang.

Dalam evaluasi ini, ada beberapa hal yang dibahas yaitu keadaan asrama, adab sesama santri, adab ke guru, juga adab bersosialisasi dengan masyarakat.

Setelah seluruh pendapat terkumpul, diminta persetujuan dari tiap santri hingga akhirnya menjadi solusi buat jadi bekal pekan selanjutnya.



Spot Ngafal Terbaik Santri HAQIN

Spot Ngafal Terbaik Santri HAQIN


Indahnya menghafal di taman 

bersamaislam.comMenjadi seorang penghafal Al-Qur'an tentu harus ada mujahadah yang tinggi untuk mencapai target keberhasilan, salah satunya memilih tempat terbaik buat ngafal. Ini termasuk faktor terpenting sebelum mulai menghafal, karena dengan tempat yang kita pilih menentukan nyaman dan fokusnya bersama Al-Qur'an.

Segala sesuatu akan berhasil jika pada prosesnya ada mujahadah dan disamping mujahadah ada muhasabah sebagai evaluasi apa yang sudah jadi pilihan, dimana yang buruk kita perbaiki dan yang baik kita tingkatkan. 

Pada awal bulan oktober kemarin, Lembaga Hafizh Qur'an Indonesia mengadakan tes psikologi dengan sasaran utama santri ikhwan dan akhwat. Berdasarkan data ada 4 tipe manusia, yaitu;
1). Dominance
2). Influence
3). Complience
4). Steadiness

Dari hasil tes ini, dapat disimpulkan bahwa tiap santri mempunyai karakter tersendiri, terbukti dalam kesehariannya ada yang dengan mudah menghafal di tempat yang ramai ada juga yang harus di ruangan tertutup. 

Di Asrama HAQIN ada beberapa spot pilihan santri saat ngafal, diantaranya;

1). Di Masjid
Tak diragukan lagi spot yang satu ini, selain nyaman buat ngafal juga menambah keberkahan kegiatan yang kita lakukan di dalamnya.

2). Di Kamar
Meskipun banyak yang kurang cocok ngafal di kamar, ternyata kamar juga bisa jadi spot terbaik loh buat ngafal, asalkan niat awalnya bukan untuk tidur, nah sebelum ngafal hindarkan dulu barang-barang yang berserakan disekitar, rapikan atau kalau bisa kita hindarkan kasur.

3). Di Genteng
Lumayan menantang sih, tapi demi menikmati pemandangan Kota Bandung sambil ngafal, banyak Santri Haqin yang mencoba bahkan membiasakan ngafal di atas genteng.

4). Di Pinggir Kali
Menghafal sambil relaksasi dengan suara air terjun sangat cocok buat kamu pecinta alam.

5). Di Taman
Di Asrama Ikhwan terdapat satu taman yang di dalamnya terdapat tanaman anggur, jeruk, bluberi dan beragam jenis bunga-bunga ditambah kolam ikan hias menjadi tempat terbaik buat ngafal.

6). Di Teras Asrama
Terdapat satu bangku tinggi di teras asrama jadi spot yang sering diperebutkan santri ikhwan saat pagi. Menghafal sambil menikmati kicauan burung yang lalu lalang menjadi alasan nikmatnya mengafal di teras asrama apalagi ditemani secangkir kopi hangat.

"Menurut saya enak sih ngafal di teras itu, cuman yang jadi masalah seringnya santri lain lewat-lewat bikin konsentrasi berkurang." Ujar Muhammad  Akrom Khasani (17) Santri Angkatan 8.

7). Di Teras Abi Ummi
Sering disapa Abi dan Ummi, tetangga asrama yang dari angkatan 1 sudah akrab dengan semua santri, teras rumahnya yang sering dijadikan spot ngafal Santri Haqin, tak jarang ummi atau abi ikut bergabung saat santri lagi ngafal.

"Spot terbaik sih menurutku, terasnya bersih, terus paling seru kalau ditemani Ndut sama Mbul (Kucing milik Abi Ummi). "Ujar Ayi Mi'raj (22) Santri Angkatan 9.

Nah, itu dia beberapa Spot Ngafal Terbaik Santri Haqin. Spot terbaik kamu yang mana nih sobat?



Tadabur Alam Santri HAQIN ke Tangkuban Perahu

Tadabur Alam Santri HAQIN ke Tangkuban Perahu

Kebersamaan Santri Ikhwan HAQIN di Tangkuban Perahu


bersamaislam.com - Semua orang pasti pernah mendengar istilah "Tadabur Alam". Lalu, apa yang dimaksud dengan Tadabur Alam? Tadabur Alam merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengenal dan merenungi ciptaan (lingkungan alam) yang diciptakan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata'ala. Nah pada hari Ahad tanggal 23 Oktober 2022, santri Hafizh Qur'an Indonesia mengadakan tadabur alam ke Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu merupakan wisata alam gunung yang terletak di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Tangkuban Perahu merupakan salah satu destinasi wisata alam yang mengandung kisah misteri. Konon, Gunung Tangkuban Perahu awalnya merupakan sebuah perahu yang ditendang oleh Sangkuriang ketika marah karena cintanya ditolak oleh Dayang Sumbi. 

Sebelum perjalanan dimulai, santri HAQIN berkumpul dirumah ustadz. Sebelum keberangkatan, santri berkumpul untuk doa bersama dan pengarahan dari ustadz. Perjalanan pun dimulai. Santri ikhwan menggunakan sepeda motor, sedangkan santri akhwat menggunakan mobil angkot. Perjalanan dibimbing oleh Ustadz Razas Muhammad Saleh Ginting dengan menggunakan mobil. Perjalanan dimulai dari rumah ustadz, melewati jalan Cikutra. Santri ikhwan melalui jalan Punclut 88. Jarak yang ditempuh sejauh 34 km.

Pemberangkatan didahului oleh santri ikhwan menggunakan sepeda motor, diiringi santri akhwat dibelakang dengan rute yang berbeda. Kebersamaan tampak pada santri ikhwan ketika menunggu temannya yang tak terlihat dijalan, sampai bertemu dan melanjutkan perjalanan kembali. Berbagai pemandangan Kota Bandung tampak disertai suasananya disekeliling jalan. Perjalanan ditempuh lebih kurang selama satu setengah jam. Rute jalan yang menanjak, dan menurun yang menggambarkan rute perjalanan di Bandung sebagai kota yang masih dikelilingi oleh pegunungan.

Santri Haqin tiba di Wisata Alam Tangkuban Perahu pada pukul 09.30 WIB, santri ikhwan tiba ditempat tujuan lebih awal. Pembayaran tiket pun dilakukan, kemudian santri Haqin berangkat menuju Kawah Domas sebagai tujuan pertama ke Tangkuban Perahu. Di tengah jalan santri diselimuti oleh suasana sejuk dan dingin seperti halnya pegunungan. Sampailah di depan area parkir Kawah Domas, santri mempersiapkan diri untuk menuju ke Kawah Domas. Perjalanan ditempuh sepanjang 1,3 km dengan jalan kaki ke Kawah Domas.

Tak terasa jarak sejauh 1,3 km akhirnya sampai ke kawah Domas dengan kondisi jalan yang licin. Sesampainya disana, santri mulai masuk ke area Kawah Domas. Ada yang berendam kaki, menaiki tanah bebatuan, melihat-lihat alam sekitar, dan foto bersama.

"Temen-temen, kita rebus telur yuk ! Tinggal rendam disini saja", ujar Faridh Syahbani (19), santri ikhwan Haqin asal Jambi.

"Yuk naik keatas, sambil lihat-lihat sekitar dan foto, hehehe", ucap Bayu (23), santri ikhwan Haqin asal Sinjai, Sulawesi Selatan.

Tak lama kemudian, area Kawah Domas hujan. Santri memutuskan untuk berteduh di sebuah warung dekat area kawah. Karena lapar, beberapa santri memutuskan untuk makan diwarung tersebut. Suasana sejuk disertai hujan membuat suasana menjadi ngantuk. Tak terasa pukul 11.43 WIB memasuki waktu Dzuhur. Ustadz memutuskan untuk kembali ke area parkir dan sholat Dzuhur di area Kawah Ratu.

Ustadz dan para santri berangkat dari Kawah Domas menuju Kawah Ratu. Perjalanan ditempuh sejauh lebih kurang 2 km. Rute jalan Tangkuban Perahu yang menanjak dan berkelok-kelok, serta cuaca yang dingin sangat menggambarkan alam yang masih asri.

Sampailah santri memasuki pintu gerbang Kawah Ratu. Mereka segera mencari area parkir dan ke masjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Setelah itu ustadz dan para santri makan siang sekitar pukul 13.22 WIB. Usai makan siang, santri melanjutkan kegiatannya berkeliling sekitar area Kawah Ratu. Sekedar jalan kaki dan melihat alam sekitar, foto-foto, ada yang membeli buah Strawberry, makanan, pernak-pernik seperti gelang & tasbih dari batu, gantungan kunci, bahkan ada yang membeli baju. 

Santri tidak bisa memasuki Kawah Ratu karena dibatasi dengan pagar kayu dan jalan setapak yang mengelilinginya. Santri hanya bisa melihat Kawah Ratu dari jalan setapak saja. Cuaca dingin dan angin yang  sejuk menyelimuti suasana disekitar Kawah Ratu. Untungnya, ustadz menghimbau para santri untuk mengenakan jaket sebelum berangkat. 

"Wuiihh, gede banget udaranya. Dingin lagi. Telingaku jadi sakit, kenapa ya ?", ujar Arif (18), santri Haqin asal Makassar.

"Disini (Kawah Ratu) ada buaya gak ya ?", canda Bayu.

"Banyak banget pedagangnya, nawarinnya maksa lagi, hehe", tambah Arif.

Setelah itu ustadz dan para santri melaksanakan sholat Ashar di masjid kawasan Kawah Ratu. Usai sholat Ashar, santri menyempatkan foto dibeberapa spot Kawah Ratu. Waktu telah sore. Kemudian, ustadz sempat memborong pedagang makanan yang masih tersisa di area dekat masjid. Para santri memilih makanan yang mereka inginkan, seperti Bakso, Sosis Bakar, Jagung Bakar, Siomay, dan minuman lainnya. Sebelum pulang, ustadz dan para santri menyempatkan foto bersama sebagai kenang-kenangan di Tangkuban Perahu. Kemudian, santri melanjutkan pulang menuju asrama masing-masing.


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik