Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quran. Tampilkan semua postingan
3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar

3 Faktor Penyebab Malas Baca Al Quran, Nomor 3 Penyebab Terbesar



Ilustrasi

bersamaislam.com Islam adalah agama terbesar di Indonesia, dengan 86,7% penduduk Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dalam survei tahun 2018. Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar kedua di Dunia setelah Pakistan, dengan sekitar 231 juta penganut. Namun penduduk Muslim Indonesia tidak semua nya menjadikan membaca Al Quran sebagai suatu kebiasaan. Bahkan Interaksi nya dengan Al Quran lebih sedikit di banding dengan Penggunaan Smartphone. 

Menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Pengguna internet di Indonesia menjadi kelompok yang paling sering main smartphone per harinya pada 2023 lalu. Setidaknya begitulah menurut laporan berjudul "State of Mobile 2024" yang dipublikasi oleh perusahaan analitik pasar mobile, Data.ai. Dalam laporan tersebut, setiap orang Indonesia menghabiskan waktu rata - rata sekitar 6,05 jam setiap harinya untuk bermain smartphone pada 2023

Padahal begitu banyak keutamaan – keutamaan membaca Al quran yang dapat membawa kebaikan kepada seseorang yang mengamalkannya. Dalam suatu hadist “Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan (pahala). Kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan bahwa 'Alif Lam Mim' itu satu huruf, tetapi 'Alif' itu satu huruf, 'Lam' satu huruf dan 'Mim' satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)”

Berikut beberapa Faktor penyebab seseorang malas membaca Al - Quran:
  1. Lingkungan yang kurang mendukung: Lingkungan sosial yang tidak mendukung juga bisa menjadi faktor. Jika seseorang tidak memiliki keluarga atau teman yang mendorongnya untuk membaca Al-Quran.
  2. Kurangnya kesadaran: Sebagian orang terkadang suka menganggap remeh amalan ini, Dalam salah satu Hadist "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR Al-Baihaqi).
  3. Gangguan Teknologi: Perangkat teknologi seperti Smartphone, tablet, atau komputer dapat menjadi sumber gangguan yang membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat membaca Al-Quran. Kerena menurut kebanyakan orang aktivitas ini lebih menarik daripada membaca Al Quran.
Agar kita bisa lebih dekat dengan Al Quran yaitu dengan mencari Lingkungan yang Qur'ani. Dengan cara bergabung bersama kami di karantina Hafizh Quran Indonesia dan Pemuda Bumi Langit.

Informasi pendaftaran lebih lanjut:

Hafizh Qur'an Indonesia: http://haqin.in
WhatsApp us: wa.me/6282127284462



Geliat Penerimaan Santri Baru Hafizh Quran Indonesia

Geliat Penerimaan Santri Baru Hafizh Quran Indonesia


Santri hafizh Quran Indonesia

bersamaislam.com - Memasuki tahun ajaran baru, kini seluruh lembaga pendidikan sedang mengadakan penerimaan siswa dan santri baru. Begitu pula dengan Hafizh Quran Indonesia, namun tak hanya diam justru penerimaan santri baru di Hafizh Quran Indonesia memiliki banyak keseruan lainnya.

Seperti yang lainnya, santri hafizh Quran Indonesia juga turut menyebar poster penerimaan santri baru, tak hanya di sosial media namun hingga luar kota. Penasaran apa aja kesibukan santri menjelang Penerimaan santri baru? Yuk kepoin!.

1. Menyebar brosur ke banyak masjid

Penyebaran brosur di Masjid Al Jabbar

Hal ini dilakukan santri Hafizh Quran Indonsia agar memudahkan jika salah satu jamaah yang menginginkan salah satu sanak keluarganya menjadi Hafizh Quran. Di zaman sekarang kebanyakan para orang tua kurang mengerti tentang sosial media, karena itu mereka memasukkan salah seorang anaknya ke pesantren melalui informasi mulut ke mulut.

Selain itu, dengan adanya penyebaran poster ke seluruh masjid terdekat diharapkan akan semakin banyak yang tertarik untuk menjadi Hafidz 30 juz. Rata rata anak milenial zaman sekarang sebenarnya mempunyai cita cita untuk menjadi Hafidz akan tetapi, cita cita mereka menjadi suatu pilihan yang harus di pertimbangkan. Karena mereka kebanyakan lebih memilih kuliah atau sekolah jenjang tinggi lainnya.

Maka dari itu, tak sedikit dari mereka yang menguburkan cita citanya. Padahal Di Hafizh Quran Indonesia ini memiliki program menghafal Al Quran dalam waktu yang singkat. Di sisi lain Hafizh Quran Indonesia sendiri memiliki fase murajaah guna memperkuat hafalan yang dimiliki. So, apalagi yang kalian tunggu? 

2. Haqin Goes To School

Sosialisasi di sekolah sekolah

Haqin Goes To School adalah salah satu program untuk mensosialisasikan program Karantia 30 juz dan Entrepreneurship di sekolah sekolah. Khususnya untuk kelas 12 MA/SMA/Sederajat yang dilakukan secara offline (datang ke sekolah) atau online (via zoom meeting). Sekaligus penerimaan santri baru Hafizh Quran Indonesia, Tahfidz An Najah, dan Pemuda Bumi Langit secara langsung.

Ketika temen temen pengen ngafal Quran di HAQIN tapi gak tau kurikulum dan keseharian santrinya seperti apa?

Oleh karena itu, gak usah khawatir HAQIN punya solusinya. Sekarang ada program  Haqin Goes To School, dengan program itu yang santri Hafizh Quran Indonesia akan berkeliling ke sekolah sekolah dan siap mensosialisasikan program HAQIN  melalui zoom meeting.

3. Sosialisasi hingga ke luar Kota

Santri menuju luar kota

Beberapa dari santri Hafizh Quran Indonesia juga melakukan Sosialisasi hingga keluar kota. Terutama ke daerah yang awam pada sosial media. Hal ini guna untuk memperkenalkan program pada masyarakat pada daerah tersebut. 

Tak hanya pada masyarakat tetapi juga pada sekolah sekolah di daerah tersebut. Dengan melakukan sosialisasi ini Haqin bertujuan untuk memotivasi lebih tinggi kepada anak remaja umumnya agar berkeinginan untuk menjadi penjaga kalamNya.

 Ada beberapa kota yang telah Hafizh Quran Indonesia kunjungi dalam rangka Penerimaan Santri Baru diantaranya ada Madiun, Ngawi, Sragen, Surabaya, dan yang lainnya. 

4. Pemasangan poster oleh Syekh Thyazen Al Hakimi Msi.

Dokumentasi penyebaran poster

Program penyebaran poster ke berbagai tempat santri juga di temani langsung oleh Syekh Thyazen Al Hakimi. Penyebaran poster Penerimaan Santri Baru oleh syekh dan juga ditemani oleh beberapa santri  ke tempat tempat seperti masjid, sekolah, dan masyarakat. 

Dalam kesempatan kali ini, disela sela waktu dakwah yang padatanya, beliau menyempatkan diri untuk berbagi waktu kebersamaan dengan para santri Hafizh Quran Indonesia. Hal tidak pernah dilewatkan oleh beliau, karena pastinya beiau selalu menyempatkan dengan para santrinya walaupun di tengah kesibukan yang padat.

5. Penerimaan Santri Baru melalui Digital Marketing


Digital Marketing adalah kegiatan pemasaran yang sudah sangat familiar, apalagi di zaman sekarang yang semua sudah serba teknologi. Umumnya sosial media sangatlah berpengaruh bagi strategi promosi. 

Karena itu santri Haqin juga menggunakan digital marketing untuk melakukan promosi Penerimaan santri baru, tujuannya agar lebih banyak anak milenial yang sedang menggunakan sosial media tertarik untuk menjadi Hafidz 30 juz.

Dengan melakukan live streaming, posting di semua akun media sosial seperti, Instagram, whatssApp, Tiktok, dan juga Youtube.

Seperti live streaming untuk memperlihatkan macam macam kegiatan asrama dan posting poster untuk petunjuk pendaftaran. Seperti sudah di tuliskan sebelumnya bahwa santri Hafizh Quran Indonesia mempunyai bakat lebih dalam bidang digital marketing.

Maka dari itu, dalam hal ini untuk sebagian orang merasa senang karena dari masing masing mereka berlomba untuk menciptakan konten yang terbaik.

6. Kerja Bakti

Santri sedang melakukan kerja bakti

Setelah melakukan hal hal yang di sebutkan diatas, tak hayal jika banyak sekali yang berminat untuk mendaftarkan dirinya di Hafizh Quran Indonesia. Beberapa orang bahkan langsung memutuskan untuk survey ke asrama. 

Untuk itu santri santri menyambutnya dengan sangat gembira. Bahkan mereka bersama sama untuk melakukan kerja bakti, agar selalu membuat para calon santri Hafizh Quran Indonesia merasa nyaman dan betah.

Tak hanya untuk menyambut, kegiatan ini juga selalu dilaksanakan setiap minggunya. Rasa kebersamaan pun semakin erat ketika satu sama lain saling tolong menolong. 

7. Pemasangan spanduk

Salah satu spanduk yang dipasang di masjid

Spanduk adalah media untuk menginformasikan sekaligus mempromosikan suatu produk. Dalam hal ini, spanduk diletakan di lokasi strategis sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk tersebut.

Strategi iklan ini juga di aplikasikan oleh Hafizh Quran Indonesia untuk penerimaan santri baru. Dalam tahun ajaran baru 2023/2024 ini banyak lembaga lembaga pendidikan yang juga memakai spanduk untuk mempromosikan programnya.

Sumber: https://www.haqin.id/2023/05/geliat-penerimaan-santri-baru-hafizh.html

***


Yang tertarik bergabung menjadi santri silahkan klik link pendaftaran di bawah yaa

www.pemudabumilangit.id


-- Admin Syahira




Omset Ratusan Juta, Ternyata Santri Tahfizh 30 Juz

Omset Ratusan Juta, Ternyata Santri Tahfizh 30 Juz

Salah Satu Santri Pemuda Bumi Langit

bersamaislam.com - Pesantren Pemuda Bumi Langit memiliki visi dan misi yang berbeda dari kebanyakan pesantren lainnya. Memiliki prinsip yakni “Hafal Quran, jago bisnis”. Berdiri pada tahun 2022 yang di sokong oleh Syaamil Quran Group. Dengan dinuansai alam di salah satu desa di Bandung, Yayasan Pemuda Bumi Langit semakin syahdu dengan kegiatan Al Quran dan bisnis masing masing. Disela sela menyusun strategi penjualan dan cara kerja selalu diiringi oleh lantunan murajaah.

Kenapa bisa hafal Quran bisa menghasilkan omset belasan juta? Yuk kita intip lebih lanjut!. Pemuda Bumi Langit dijalankan dibawah asuhan Ustadz Razas MS. Yang juga seorang Pembina yayasan Hafizh Quran Indonesia. Memiliki prinsip “Hafal Quran jago bisnis” memanglah tidak mudah. Di samping memiliki kewajiban untuk menghafal dan murajaah tidak menjadikan para santri tetap diam ditempat.

Apa aja sih yang sudah mereka hasilkan selama kurang lebih setahun jadi santri di Pemuda Bumi Langit? Berikut dibawah ini hasil tangan para santri Pemuda Bumi Langit, baca sampai akhir ya. 

1. Tasmi 30 Juz sekali duduk

Pemberian Penghargaan Oleh Syekh Thyazen

Tasmi akbar atau setoran 30 Juz dalam sekali duduk juga dilakukan oleh santri Pemuda Bumi Langit. Pada bulan Maret 2023 beberapa santri turut serta dalam program “Tasmi akbar". Setoran 30 juz sekali duduk bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu santri mempersiapkannya dengan sangat ekstra. Salah satunya “Mukhayyam Mutqin”, mukhayyam ini dilakukan agar menambah kefokusan santri yang di lakukan di masjid masjid terdekat. 

Tak hanya itu, namun beberapa program lainnya turut dilaksanakan oleh santri, para musyrif mengadakan Imtihan atau ujian.

Imtihan ini dilaksanakan oleh santri setiap bulannya guna untuk menguatkan hafalan dan menjaga hafalan tersebut agar tidak hilang.

Dengan persiapan yang matang, pada bulan Maret 2023 mereka akhirnya menampilkan setoran terbaiknya. Yang disaksikan langsung oleh Direktur Hafizh Quran Indonesia, Pembina Yayasan Hafizh Quran Indonesia, para staf dan civitas.

2. Dibimbing langsung oleh Syekh Thyzen Al hakimi Msi.

Dokumentasi Bersama Syekh

Sebuah kebanggaan santri bisa langsung berkontribusi dengan salah satu syekh besar, yakni syekh Thyzen Al hakimi. Atau yang lebih dikenal dengan Syekh Thyazen (20 Desember 1988) adalah doktor muda dan ulama berkebangsaan Yaman dan Indonesia. 

Seorang dosen farmasi muda UNISBA dan menjadi Kepala Pusat Kajian Asia dan Timur Tengah . Ia juga terkenal sebagai Imam Besar Masjid Raya Bandung, Juri Hafiz Indonesia serta memegang sanad 10 qiraat dari Syekh Aiman Syabaiek (Ulama besar Al- Azhar) dan beberapa sanad qiraat lainnya.

Dalam perannya Syekh Thyzen juga langsung mengajari santri dan memperbaiki bacaan bacaan Al Qurannya. Dan setiap bulannya beliau mengadakan ujian Al Fatihah yang dimana santri di check pada bacaan AL Quran pada surah Al Fatihah, apabila santri memenuhi kriteria memuaskan dalam hal tajiwd maka akan langsung mendapatkan Sanad yang bersambung ke Rasulullah dari beliau.

3. Berbisnis Telur

Potret Bisnis Santri

Salah satu bisnis dengan omset terbesar yang dimiliki santri yaitu berbisnis telur. Mereka memiliki 6 cabang yang tersebar di daerah daerah Bandung. Dengan dibekali 15 juta, mereka bisa menghasilkan 46 juta hanya dengan waktu kurang lebih sebulan. 

Stok telur yang mereka habiskan perbulan sekitar 1,5 ton. Tekad berbisnis dengan otodidak, tidak menjadikan mereka surut dikala kegagalan hingga menghasilkan buah manis dari perjuangan. 

Uniknya disela menunggu pembeli mereka menggunakan waktu tersebut untuk memurajaah hafalan yang dimiliki. Dengan produktifitas inilah menjadikan motivasi dan menghasilkan keberkahan.

4. Hantam Studio

Fotografer Sebagai Santri

Santri Pemuda Bumi langit juga mempunyai studionya sendiri. Studio itu dinamakan Hantam Studio yang beralamatkan di Komplek DU No.f51 kel.pasirlayung, cibeunying Kidul kota Bandung. Awal mulanya studio ini berdiri karena ada salah satu bakat santri yang kemudian di ajarkan kepada yang lainnya. Tak sia sia ternyata hasil buah tangan mereka, ternyata banyak peminatnya. Dengan hanya bermodalkan kamera Camera Sony 6600 mampu membawa banyak konsumen. Diantaranya sebagai berikut;
  1. Video dan foto wedding ( Syarif & istri)
  2. Video dokumentasi sekolah (Ibnu sina) 
  3. Dokumentasi kang pisman pasir layung 
  4. Dokumentasi AGRI Quran di Banten 
  5. Dokumentasi Wisuda Akbar 5 RTQ Haqin
Dibalik hasil karya yang berkualitas pasti ada perjuangan dari sekelompok tim, begitupun tim media Pemuda Bumi Langit. Dengan kekompakkan tim dapat membuat mereka lebih merasakan kebersamaan dan juga keberhasilan. Berikut ini Tim Media Pemuda Bumi Langit;
  • kang ayi : editor video 
  • kang Bayu : editor foto 
  • kang gofar : videografer 
  • kang Rifai : fotografer 
Nah dari kisah diatas sudah sangat menggambarkan ciri khas santri sekali bukan? masih ada beberapa keseruan lainnya dibawah ini.

5. Seminar Wirausaha

Foto Santri Bersama Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku UMKM di kawasan Bandung Raya, Jawa Barat, untuk berkolaborasi dan bergabung dengan komunitas TDA (Tangan Di Atas). 

Santri pemuda Bumi Langit pun tak mau kalah dengan ikut seminar diharapkan santri bisa mengambil beberapa taktik atau strategi dalam berbisnis.

6. Sasana silat

Foto Kejuaraan Santri

Sasana silat adalah salah satu program yang terbaru dikeluarkan oleh Pemuda Bumi Langit. Diketuai oleh salah seorang santri Pemuda Bumi Langit, Tegar Rifai. Baru berjalan beberapa bulan di tahun 2023 ini, Sasana Silat HAQIN telah memberikan warna baru dengan pencapaian mereka.

 Pasalnya banyak yang tidak menyangka, bisa dilihat dari alat yang masih kurang memadai, tempat latihan yang belum menetap dan baju seragam yang belum lengkap bahkan belum mencapai level sabuk namun dengan semangatnya yang tinggi dan cerdasnya memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, mereka mampu membuktikan latihan yang selama ini mereka jalani tidak mengukir kata sia-sia.

7 diantara 16 pemuda diutus dengan membawa nama Sasana Silat HAQIN mereka mampu bersaing dan menjuarai Pencak Silat di Level Internasional dengan perolehan 6 Emas dan 1 Perak, pada IPBOIC XI 2023 Maret kemarin yang bertempat di GOR Futsal Jatinangor, Bandung-Jawa Barat.

7. Kerja sama dengan Madina dan SKI (Sygma kaya imaji)

Santri sebagai Live Streamer

Santri Pemuda Bumi Langit juga bekerja sama dengan Perusahaan Syaamil Quran dan Madina Quran. Posisi jabatan santri di perusahaan tersebut berbeda beda yaitu market place, live streamer dan admin wirehouse. 

Mungkin menurut beberapa pandangan orang mengenai santri hanyalah tentang kitab dan Al Quran saja atau biasa mereka menyebutnya "kuno". Namun santri Pemuda Bumi Langit dapat membuktikan  argumentasi dari kebanyakan orang tidaklah benar. Santri juga memiliki kinerja yang sangat baik pada umumnya.
Santri Pemuda Bumi Langit juga bekerja sama dengan Perusahaan Syaamil Quran dan Madina Quran. Posisi jabatan santri di perusahaan tersebut berbeda beda yaitu market place, live streamer dan admin wirehouse. 

Mungkin menurut beberapa pandangan orang mengenai santri hanyalah tentang kitab dan Al Quran saja atau biasa mereka menyebutnya "kuno". Namun santri Pemuda Bumi Langit dapat membuktikan  argumentasi dari kebanyakan orang tidaklah benar. Santri juga memiliki kinerja yang sangat baik pada umumnya.

8. Magang di Tourizy

Wisata Al Quran

Tourizy adalah one stop center untuk solusi dan layanan perjalanan. Santri fokus pada layanan tour individu dan wisata kelompok kecil, insentif trip, gathering dan outing dengan pengalaman unik.

Tak hanya magang pada Tourizy, namun santri juga memiliki peran lainnya yaitu Digital Marketing. Tak hanya mengaji, namun Pemuda Bumi Langit juga membantu menggali bakat dan skill yang dimiliki santri. Dari sinilah membuat santri lebih percaya diri dan bersemangat untuk mengembangkan skill yang mereka punya.

Tourizy penyedia jasa tour profesional dan terpercaya, fokus pada destinasi wisata Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong, Korea, Turki, Abu Dhabi, Qatar, Dubai, Wisata Religi Timur Tengah, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Pulau Komodo, Malang.


***

Yang tertarik bergabung menjadi santri silahkan klik link pendaftaran di bawah yaa

www.pemudabumilangit.id

-- Admin Syahira



Tasmi' Akbar Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah

Tasmi' Akbar Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah


Momen foto bersama 

bersamaislam.com
- Hafizh Qur'an Indonesia, Pemuda Bumi Langit dan Tahfizh An-Najah adalah sebuah lembaga yang merupakan satu kesatuan dalam bidang Al-Qur'an khususnya mencetak generasi penghafal Qur'an. Dari tahun ke tahun ketiga lembaga ini telah mencetak ratusan penghafal Qur'an dari berbagai daerah. Tak hanya unggul dalam program tahfizh, ketiga lembaga ini juga memberikan fasilitas bisnis yang disebut Entrepreneurship.

Hafizh Qur'an Indonesia menyambut bulan suci Ramadhan dengan mempersembahkan pencapaian santri mutqin dengan digelarnya acara Tasmi' Akbar dengan peserta Ikhwan berjumlah 5 Orang dan 7 Santri Akhwat. Dilaksanakan pada 20-21 Maret 2023 di Masjid Nurul Iman, Bungursari-Bandung.

Berikut Nama-nama Santri Mutqin:
1. Zakhiyuddin (30 Juz)
2. Zhafira Haya Destiani (30 Juz)
3. Zalfa Syauqi Qurani (22 Juz)
4. Muhammad Asyrof (20 Juz)
5. Mulkiyah Awaliyah (20 Juz)
6. Murni Zikra (20 Juz)
7. M. Bugar Tawakal (15 Juz)
8. Awalia Annur Sholikhah (11 Juz)
9. Farid Syahbani Rangkuti (10 Juz)
10. Geldi Irwandi (10 Juz)
11. Awalia Nur (10 Juz)
12. Siti Asa Nur Mawaddah (10 Juz)

Dengan adanya pegelaran Tasmi' Akbar ini dapat mengukur kemampuan santri dan juga menginspirasi santri-santri lainnya untuk tetap mempertahankan hafalan.

Dalam acara pembukaan, HAQIN mengundang guru besar Hafizh Qur'an Indonesia, Ustadz Abu Amar, Al-Hafizh, yang merupakan penasihat agama yang telah memegang beberapa sanad dari beberapa Syaikh, salah satunya sanad kitab At-Tibyan fii adabi hamalatil-qur'an.

Banyak nasihat Qur'an yang disampaikan Ustadz Abu Amar pada pidatonya, beliau menerangkan kisah beratnya siksaan seorang penghafal qur'an yang kemudian ia melupakannya. Sungguh sangat miris seorang penghafal qur'an yang ketika satu surah hilang dari ingatannya namun ia tak bersedih dan tidak berusaha meraihnya lagi. 

Seorang pemuda harus bisa mutqin dengan mendawamkan minimal 6 Juz perhari, baik itu muroja'ah atau sekedar ditilawahkan, ini merupakan teori ulur tarik dimana selama berjalan 40 hari kita mengikhlaskan hafalan yang sudah disetor, dengan izin Allah konsisten 40 hari dapat menarik hafalan dan mengikat kembali dan jangan berhenti sampai mendapati titik dimana kita bisa mutqin, ibarat surah Al-Kahfi yang misal hanya kita baca 4 kali dalam sebulan, hafalan itu masih terikat erat dalam ingatan karena telah sampai titik yang diperlukan pengulangannya. "Nasihat Ustadz Abu-Amar, Al-Hafizh."

Juga turut hadir guru besar Hafizh Qur'an Indonesia, Syaikh Thyazen Al-Hakimi pada selasa, 21 Maret dalam penutupan acara Tasmi' Akbar. Seperti halnya Ustadz Abu, Syaikh juga menyampaikan nasihat qurani bagi para penghafal, beliau menerangkan bahwa Jika seseorang ingin berbicara dengan Allah maka bacalah Al-Qur'an.

Juga menerangkan betapa pentingnya peran Al-Qur'an pada saat di akhirat, seseorang akan melupakan orang-orang terdekatnya sekalipun ibunya saat berada di akhirat saking sibuknya memikirkan dosanya, namun pada saat kita di dunia senantiasa bersama qur'an, maka Al-Qur'an itu sendiri yang akan berdo'a memohonkan ampun dan pertolongan, saat itulah kita sudah mulai memikirkan keluarga, ayah, ibu, kakak, adik dan semuanya. Karena apa? karena dosa kita telah diampuni oleh Allah dan sudah tidak ada beban dalam pikiran sehingga yang diingat adalah keselamatan keluarga.

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional

Latihan Dengan Peralatan Ala Kadarnya, Tim Ini Mampu Menjuarai Pencak Silat Di Kancah Internasional


Pemuda Jawara 

bersamaislam.com - Berawal dari kekhawatiran akan pemuda yang kian hari kian jauh dari Al-Qur'an, merajalelanya pergaulan yang jauh dari syariat, bahkan tidak terpikatnya hati pemuda akan Masjid, Sasana Silat HAQIN hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas kekhawatiran tersebut.   

Dengan tujuan Al-Qur'an dan dengan izin-Nya, HAQIN meresmikan Sasana Silat sebagai ekstrakulikuler umum bagi para pemuda. Dengan adanya ekstrakulikuler ini Lembaga HAQIN berharap Masjid yang belakangan ini kurang diisi oleh pemuda kembali terpikat hatinya dengan Masjid dan lebih dekat dengan Al-Qur'an.

Terbukti, pemuda yang ikut serta dalam ekstrakulikuler ini semakin hari semakin dekat dengan Masjid dan mulai membiasakan diri rutin membaca Al-Qur'an, baik saat jadwal latihan maupun diluar latihan mereka masih semangat berlatih partner. 

Pemuda yang resmi jadi anggota Sasana Silat HAQIN saat ini berjumlah 16 orang ikhwan dari berbagai daerah dan tingkat pendidikan yang berbeda.

Baru berjalan beberapa bulan di tahun 2023 ini, Sasana Silat HAQIN telah memberikan warna baru dengan pencapaian mereka. Pasalnya banyak yang tidak menyangka, bisa dilihat dari alat yang masih kurang memadai, tempat latihan yang belum menetap dan baju seragam yang belum lengkap bahkan belum mencapai level sabuk namun dengan semangatnya yang tinggi dan cerdasnya memanfaatkan fasilitas ala kadarnya, mereka mampu membuktikan latihan yang selama ini mereka jalani tidak mengukir kata sia-sia, 7 diantara 16 pemuda diutus dengan membawa nama Sasana Silat HAQIN mereka mampu bersaing dan menjuarai Pencak Silat di Level Internasional dengan perolehan 6 Emas dan 1 Perak, pada IPBOIC XI 2023 Maret kemarin yang bertempat di GOR Futsal Jatinangor, Bandung-Jawa Barat.

Pencapaian tersebut tidak membuat mereka merasa bangga dan puas, dengan semangatnya yang bertambah, mereka terus berlatih dan tetap menginspirasi. 

Bagi para pemuda yang punya semangat tinggi, mari bergabung bersama Pemuda Jawara: Sasana Silat HAQIN, dengan cara mendaftarkan diri melalui akun instagram official @hafizhquran_indonesia.

Hal-hal Yang Harus Dihindari Saat Menghafal Al-Qur'an

Hal-hal Yang Harus Dihindari Saat Menghafal Al-Qur'an


Ilustrasi


bersamaislam.com - Segala sesuatu ada tempat dan waktunya, kapan harusnya melakukan ini, kapan harusnya menghindari ini dan sebagainya. Sehingga apa yang menjadi tujuan dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi. Bagi penghafal qur'an hendaknya memantapkan niat, fokus dan yakin kemudian memperhatikan hal-hal yang harus dihindari saat mulai menghafal.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dan dihindari saat menghafal qur'an:

1). Ngupil
Tak jarang seseorang yang sedang menghafal Al-Qur'an ditengah proses menghafalnya malah mengalihkan fokusnya dengan melakukan kebiasaan lain yaitu ngupil. Seorang penghafal seharusnya mempersiapkan sedemikian rupa baik itu kebersihan maupun kerapian, sehingga tak ada alasan buat gagal fokus saat menghafal.

2). Makan
Selain mempersiapkan kebersihan dan kerapian, juga harus diperhatikan asupan energi berupa makanan. Jangan sampai kegiatan yang satu ini dilakukan saat menghafal, karena sangat mengganggu kefokusan, terlebih saat perut kenyang dapat mendatangkan rasa kantuk.

3). Tepuk Jidat
Hal yang paling sering dilakukan seseorang saat mengalami kelupaan adalah tepuk jidat, seringnya melakukan hal ini akan menyebabkan gangguan pada fungsi otak.

Bagi seorang penghafal Al-Qur'an, tepuk jidat bukan solusi saat mengalami mind bland, solusi terbaik adalah mengucapkan istighfar dan memohon kemudahan dari Allah SWT.

4). Ngobrol dan Ketawa
Para penghafal Al-Qur'an harus menjaga adab terhadap Al-Qur'an, salah satunya tidak ngobrol dan ketawa saat menghafal. Imam Fudhail bin Iyadh menganjurkan kepada seorang penghafal Al-Qur’an untuk menjaga sikapnya, sebab ia diibaratkan sebagai pembawa bendera Islam, ia berkata:

   حامل القرآن حامل راية الإسلام لا ينبغي أن يلهو مع من يلهو ولا يسهو مع من يسهو ولا يلغو مع من يلغو تعظيما لحق القرآن

“Para penghafal Al-Qur’an adalah pembawa bendera Islam, tidak patut dia bermain bersama orang yang bermain dan lupa bersama orang yang lupa, serta tidak berbicara yang sia-sia orang lain karena untuk mengagungkan Al-Qur’an”.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dihindari oleh para penghafal Al-Qur'an saat hendak berinteraksi bersama Al-Qur'an karena keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur'an diperoleh saat kita mampu memperbaiki adab terhadap Al-Qur'an.



Tiga Program Terbaru Hafizh Qur'an Indonesia

Tiga Program Terbaru Hafizh Qur'an Indonesia

          
Gambar 1). Tasmi' Akbar 2). Sasana Silat, 3). ODOW


Baru-baru ini Hafizh Qur'an Indonesia (HAQIN) merilis program terbaru yang belum sempat tercapai pada angkatan santri sebelumnya. Harapan lembaga dengan hadirnya tiga program ini santri lebih kreatif, inovatif dan siap dengan tantangan-tantangan yang akan datang.

"Harapan kita semua dengan program ini, HAQIN lebih luas menebar manfaat dan dapat memanen keberkahan dari aksi-aksi positif yang kita lakukan." Ujar ustadz Razas Muhammad Saleh selaku pembina Hafizh Qur'an Indonesia. 

Penasaran apa saja program terbarunya HAQIN? Inilah 3 Program Terbaru dari HAQIN:

  • Yang pertama, Tasmi' Akbar 30 Juz Sekali Duduk
Tasmi' sudah termasuk hal yang lumrah dikalangan santri, khususnya santri tahfizh seperti yang rutin dilakukan oleh santri-santri HAQIN mulai mulai dari tasmi' 1 juz, 3 juz, 5 juz, 10 juz, bahkan ada yang tasmi' 20 juz. Dengan melihat kemampuan para santri HAQIN, lembaga akan mengadakan tasmi' akbar yang akan diadakan awal bulan januari 2023 mendatang. Yang lolos akan mengikuti munaqosyah dengan standar kelulusan dari Kementerian Agama kota Bandung.
  • Yang kedua, Sasana Silat
Tahun ini HAQIN mempunyai salah satu santri berbakat pada bidang beladiri, maka muncullah ide dari lembaga untuk mengadakan pelatihan Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate). Tujuan lembaga mengadakan pelatihan ini adalah mengasah bakat santri dalam bidang beladiri, yang sementara ini dikhususkan bagi ikhwan (laki-laki). Namun tidak dikhususkan bagi santri saja tapi umum bagi anak muda yang mempunyai niat dan tekad untuk dididik dan diajar dan yang paling penting mendapat restu orang tua. Pelatihan ini akan dimulai pada bulan november 2022. 
  • Yang ketiga, One Day One Writing (ODOW)
Satu Hari Satu Tulisan merupakan tantangan dari lembaga, khusus bagi tim penulis, dimana mereka harus mengumpulkan info-info terbaru dan dikemas dalam bentuk tulisan, tujuannya sebagai media untuk mengajak banyak orang untuk melakukan hal-hal positif.

Tidak hanya itu, dengan hadirnya program ODOW ini, santri tim penulis juga mendapat ilmu menulis dari kritik dan saran para ustadz dan ustadzah juga dari info yang mereka rangkum.

Itulah 3 program terbaru dari Hafizh Qur'an Indonesia yang tidak hanya dikhususkan bagi santri, seperti sasana silat, ini termasuk program untuk umum. Bagi Anda yang ingin bergabung jadi bagian dari PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), silakan mendaftar melalui akun instagram official @hafizhquran_indonesia atau laman facebook @Hafizh Qur'an Indonesia.


Seorang Muslim Harus Tahu !!! Inilah Cara Memperlakukan Mushaf Al-Qur'an yang Rusak

Seorang Muslim Harus Tahu !!! Inilah Cara Memperlakukan Mushaf Al-Qur'an yang Rusak



bersamaislam.comUmat muslim didunia pasti beribadah dan beraktivitas dalam kesehariannya. Tak jarang umat muslim sholat berjamaah ke masjid, berpuasa, membayar zakat, menyantuni anak yatim, mengikuti majelis ilmu, dan lainnya. Dan tak kalah penting yaitu membaca Al-Qur'an. Setiap muslim pasti memiliki mushaf Al-Qur'an dirumahnya. Entah itu mushafnya dibaca, atau bahkan mushafnya dibiarkan saja tidak dibaca. Maka beruntunglah bagi yang rajin membaca Al-Qur'an, sebab Allah Subhanahu wa ta'ala telah berfirman : 

              الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29)       
                                   لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ   فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ  (30)  

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman bahwa orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur'an), maka orang tersebut mengharapkan perniagan yang tidak akan merugi. Lalu, dimanakah letak perniagaan yang tidak akan merugi tersebut ? Berapakah ganjarannya ? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
 
  « عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  « مَنْقَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ 
                             « بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ   

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

         عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ
                           ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Ma Syaallah, betapa beruntungnya orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an. Ganjaran dari membaca satu huruf saja mendapatkan 10 kebaikan.

                      يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
\
Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Hibbân.

Lihatlah, dengarkanlah wahai umat muslim. Betapa beruntungnya orang yang kebiasaannya membaca Al-Qur'an, bahkan sampai menghafalnya. Bukan hanya 10 kebaikan saja  yang mereka dapatkan dari satu hurufnya. Melainkan mereka juga akan masuk surga sesuai dengan banyak ayat yang mereka baca atau hafal. Wahai sahabatku, bukalah mushaf Qur'anmu. Bacalah mushaf itu, sampai kau lelah saking lamanya kau berinteraksi dengan mushaf Quranmu. Hingga kau tertidur lelap, sampai kau terbangun tengah malam mendengar lantunan rindu dari mushaf Qur'anmu. Jangan sampai kau menyia-nyiakannya hingga membuat mushaf Qur'anmu tergeletak di lemari bagai pajangan saja.

Kita tahu bagaimana orang yang telah dekat dengan Al-Qur'an. Lalu, bagaimanakah jika kita dirumah mendapati mushaf Qur'an yang sudah usang, robek bahkan rusak. Hingga tulisannya sudah tidak bisa terbaca di tiap ayatnya. Apa yang harus kita lakukan jika kita memiliki mushaf Qur'an yang sudah rusak ?  

Ulama berbeda pendapat akan hal ini. Mengenai perlakuan yang harus dilakukan pada mushaf atau lembaran Al-Qur'an yang robek atau koyak (rusak). Tidak sedikit dari ulama yang berdapat bahwa mushaf yang rusak sebaiknya dibakar agar tidak mendapat perlakuan yang tidak pantas, seperti terinjak. Hal ini berdasarkan perintah sahabat Utsman bin Affan ra. untuk membakar mushaf selain mushaf yang telah beliau salin.

                                     وَأَمَرَ بِمَا سِوَاهُ مِنَ القُرْآنِ فِي كُلِّ صَحِيفَةٍ أَوْ مُصْحَفٍ أَنْ يُحْرَقَ
                                                                                
"Dan beliau memerintahkan Al-Qur’an yang lainnya dalam setiap lembaran atau mushaf untuk dibakar" (HR. Bukhari no. 4987)  

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip riwayat bahwa tindakan yang dilakukan oleh sahabat Utsman bin Affan ra. tidak diingkari oleh satu orang pun. Beliau mengutip juga pendapat dari Syaikh Ibnu Al-Batthal bahwa hadits tentang ini menjadi dalil kebolehan untuk kitab-kitab atau lembaran yang didalamnya terdapat nama Allah dengan tujuan memuliakan dan menjaganya dari terinjak-injak kaki.

Imam Ibnu 'Athiyyah berpendapat bahwa sebaiknya mushaf dibasuh dengan air daripada dibakar. Sementara Al-Qadhi Iyadh menyatakan pendapat bahwa mushaf dibasuh dengan air lalu dibakar, agar lebih sempurna dalam menghilangkannya.

Adapun ulama-ulama madzab Hanafi, saling berbeda pendapat. Imam Badruddin Al-'Aini berpendapat bahwa mushaf yang rusak dan sekiranya tidak dapat dipakai, mushaf tersebut dikubur di tanah yang suci dan jauh dari pijakan manusia. Sedangkan Syaikh Mulla Ali Al-Qari' (ulama madzab hanafi) berpendapat bahwa mushaf yang dibasuh dengan air, maka air basuhan itu sebaiknya diminum karena bisa menjadi obat dari segala penyakit. Namun, Syaikh Abdurrahman Al-Mubarakfuri menyebutkan bahwa membakar mushaf lebih protektif (melindungi) kemuliannya daripada menguburnya. Oleh karena itu sahabat Utsman bin Affan ra. memilih untuk membakarnya.
  
Ensiklopedia Fikih Islam Kuwait, menuliskan bahwa menurut madzab Hanafi dan Hanbali mushaf yang rusak sebaiknya dibungkus kain putih lalu dikubur. Sebagaimana seorang muslim meninggal dunia untuk memuliakannya. 

Madzab Hanafi mengharamkan membakar mushaf, Imam An-Nawawi memakruhkan membakar mushaf. Madzab Maliki membolehkan bahkan terkadang wajib membakar mushaf untuk menjaga kemuliaan msuhaf dari terinjak-injak.

Pendapat lain madzab Syafi'i disampaikan oleh Imam Hajar Al-Haitami bahwa tidak makruh membakar mushaf untuk menjaga kemuliaan mushaf. Bahkan Imam Asy-Syarwani menambahkan bahwa membakar mushaf menjadi wajib jika itu satu-satunya cara untuk menjaganya. Syaikh Al-Bujarami berpendapat bahwa membakar mushaf lebih baik daripada membasuhnya dengan air jika air basuhan tersebut jatuh ke tanah.

Al-Qur'an adalah kalamullah yang mulia yang wajib dijaga kemuliannya dari perlakuan yang tidak pantas. Ketika ada mushaf yang rusak, maka ia wajib diperlakukan yang baik untuk menghindarkan perlakuan yang tidak pantas seperti terinjak-injak. Para ulama mengemukakan tiga pendapat yang dapat dipakai. Pertama, yaitu membakarnya sebagaimana yang dilakukan sahabat Utsman bin Affan ra. Kedua, yaitu membasuhnya dengan air agar tulisan luntur. Ketiga, membungkusnya dengan kain putih lalu dikubur layaknya manusia.

Para ulama berbeda pendapat mana yang lebih utama. Namun, hal ini perlu dicatat bahwa membasuh mushaf yang rusak dengan air, tentu tidak berlaku bila tulisan menempel kuat dikertas. Seperti mushaf cetak. Untuk itu, tindakan tersebut bisa dipilih dengan membakar atau menguburnya dengan kain putih.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.


Jangan Remehkan! Hal Ini Sangat Berharga

Jangan Remehkan! Hal Ini Sangat Berharga



bersamaislam.com - Sebuah ungkapan yang sangat familiar “sedikit-sedikit, nanti jadi bukit.” Hal ini bukan hanya sekedar ungkapan belaka yang terucap dari mulut pepatah ke pepatah lainnya. Pernahkah kita berpikir bahwa tidak selamanya hal-hal besar datang dari hal besar lagi? Tidak, hal-hal besar berproses dari hal-hal kecil. Tentunya hal tersebut sangat bisa dan bahkan sejak lama sudah teraplikasikan dalam hidup, hanya saja kita sering lupa.

Terkadang kita sebagai manusia sering lupa dan menyepelekan hal-hal kecil, padahal banyak sekali hal-hal kecil tersebut yang bernilai bahkan jika sering melakukan akan terkumpul dan terakumulasi menjadi besar. Sesederhana membuang sampah yang ada di depan kita, mungkin itu hanya sekedar memindahkan sampah ke tempatnya, tapi dibalik itu kebaikan sudah kita lakukan. Dan sunngguh seserhana itu kebaikan.

Allah SWT. berfirman dalam Qs. Al-Zalzalah ayat 7-8 “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, nisacaya dia akan melihat balasannya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah niscaya dia akan melihat balasannya.” Janji Allah tidak ada yang pernah ingkar, maka dari itu saatnya berhenti memiliki pemikiran akan kebaikan yang dianggap kecil. Karena Allah SWT. dalam ayat tersebut berjanji akan membalas sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan dan akan membalas sekecil apapun dosa.

Jika kita masih membatasi melakukan kebaikan hanya melihat kuantitasnya saja, maka kita tidak yakin akan segala balasan yang Allah janjikan dalam Al-Qur’an. Lakukanlah kebaikan sekecil apapun itu, dan ingat jangan sampai memiliki niat setengah-setengah dalam melakukan hal itu, niatkan dengan rasa kemampuan yang dimiliki dan dengan totalitas serta ketaatan kepada perintahnya, maka nilai dari kecilnya kebaikan itu akan tetap bermakna.

Pada intinya Allah tidak membeda-bedakan mana kebaikan yang kecil dan mana kebaikan yang besar, semua akan Allah balas atas dasar niat kita ketika melakukan amalan tersebut. Tentang bagaimana kita ikhlas, kita ridha dalam melakukan amalan itu niscaya tidak ada kemustahilan Allah akan membalasnya dengan yang setimpal. Karena semua berawal dari hal-hal yang kecil dan dilakukan secara berkelanjutan, maka akan menjadi ladang pahala yang begitu luas.

Wallahu ‘alam bishawab.

Orang Paling Cerdas Menurut Rasulullah

Orang Paling Cerdas Menurut Rasulullah

bersamaislam.comSeperti yang sudah kita tahu bahwa hidup di dunia ini tidak akan lama bahkan tidak akan selamanya. Tidak ada yang tahu kapan waktu tersebut berakhir dan hanya Allah SWT. yang tahu akan hal tersebut. Kemarin, hari ini, dan esok hari kita masih diikuti dengan kapan kematian akan terjadi kepada diri kita, karena kehidupan yang kekal abadi hanyalah akhirat. Semua amalan yang kita lakukan ketika di dunia akan dievaluasi kelak saat kehidupan dunia telah berakhir yaitu di akhirat. Hidup di dunia ini hanya tempat persinggahan semata, dan persinggahan ini tidak hanya sekedar duduk manis menikmati segala hal yang ada di dunia akan tetapi harus dimanfaatkan dengan persiapan bekal kelak di akhirat nanti berupa amal shaleh yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa “Siapakah orang mukmin yang paling cerdas? Seorang sahabat bertanya. Rasulullah menjawab: “Yang paling mengingat mati, kemudian yang paling baik adalah mempersiapkan kematian tersebut. Itulah orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah & Atthabrani). Berdasarkan hadits tersebut Rasulullah mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang mempersiapakan kematiannya kelak, mereka yang masuk ke dalam golongan ini tidak akan sedikitpun menyia-nyiakan waktunya terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena mereka memiliki keyakianan bahwa hidup di dunia ini singkat atau tidak akan lama. Dapat dirasakan oleh kita sendiri pergantian dari jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun sungguh tidak terasa lamanya.

Allah SWT. berfirman dalam Qur’an surat Al-Mukminun ayat 112 sampai 114,

“Berapa tahunkah kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari” maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman, kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.”

Ingatlah, bahwasanya hidup di dunia ini sangat terbatas. Mau tidak mau atau bisa tidak bisa kita harus memaksimalkannya. Ibarat menyelam kita terbatas akan oksigen, tetapi kita harus menemukan spot-spot yang bagus di dalam laut tersebut sebagai tujuan kita menyelam. Hidup di dunia pun demikian, kita harus memiliki tujuan dan menyiapkan segala bentuk perbekalan dengan waktu yang terbatas ini.

Wallahu 'alam bishawab


Ternyata Ini Salah Satu Cara Do'a Cepat Terkabul

Ternyata Ini Salah Satu Cara Do'a Cepat Terkabul


Berdo'a
bersamaislam.comBerdo’a merupakan salah satu kebutuhan primer semua orang yang hidup di dunia terhadap Tuhannya. Bahkan setiap waktu tidak luput dengan sebuah do’a. Do’a dilaksanakan bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan setiap orang melakukan do’a disamping menjadi sebuah kewajiban seorang muslim yang taat terhadap perintah-Nya pada Qur’an surah Ghafir ayat 60. Dalam ayat tersebut Allah SWT. menjanjikan kepada siapa saja hambanya yang berdo’a niscaya Allah akan kabulkan. Tujuan utama dari berdo’a dalam konsep Islam itu sendiri adalah sebuah permintaan yang ditunjukan kepada Allah SWT, sebagai dzat yang maha tinggi dan maha segalanya.

Di dalam kitab Al Hikam karya Ibn Atha’illah yang pernah ditelaah dan menjadi buku oleh Jasser Auda dengan judul Spiritual Journey (28 Langkah Meraih Cinta Allah), terdapat sebuah penjelasan tentang do’a sebagaimana dalam bukunya,

مَا طَلَبَ لَكَ شَيْءٌ مِثْلٌ الإِضْطِرَارِ، وَلَا اَسْرَعَ بِالْمَوَاهِبِ إِلَيْكَ مِثْلُ الذِّلَّةِ والافْتِقَارِ

Cara terbaik untuk meminta kepada Allah adalah melalui ekspresi penderitaanmu. Dan cara paling cepat untuk mendapatkan anugerah-anugerah ketuhanan adalah melalui ekspresi rendah hati dan rasa butuh kepada-Nya.

Begitulah kalimat Ibn Atha’illah dalam kitabnya Al Hikam. Di dalam kalimat tersebut lebih ditekankan bagaimana ekspresi hati kita ketika akan berdo’a, bukan terkait tatacara kita berdo’a. Seperti sama halnya dalam firman Allah dalam Qur’an surah An-Naml ayat 62 yang menjelaskan kepada kaum musyrikin bahwa ketika mereka dalam keadaan bahaya menderita dan dengan ikhlas memohon kepada Allah atas pertolongan-Nya, maka Allah akan mengabulkan do’a mereka. Kita dapat memahamio bahwa kaum musyrik saja ketika menderita dan memohon pertolongan dengan penuh rasa ikhlas, lantas bagaimana seorang mukmin meminta pertolongan kepada Allah maka akan sangat wajar Allah mengabulkan permintaan tersebut.

Do’a orang menderita akan lebih cepat dijawab oleh Allah, apalagi semisal ketika kita meminta bantuan terhadap manusia dan tidak ada satupun yang bisa membantu maka percayalah dibalik penderitaan yang dialami serta do’a dan harapan yang ikhlas yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita. Tidak hanya tentang materi, berdo’a atau meminta kepada Allah bisa dalam hal keimanan. Cara terbaik untuk memohon hal tersebut agar dibimbing atas keimanan adalah dengan melalui keadaan menderita, merasa butuh, rendah hati, dan berharap kepada rahmat-Nya. Hal ini banyak dilakuakan oleh Rasulullah SAW. dengan sangat baik dalam situasi-situasi yang berbeda.

Wallahu ‘alam bishawab.




STOP! Untuk Menunda-nunda Kebaikan

STOP! Untuk Menunda-nunda Kebaikan

Maksimalkan waktu
bersamaislam.comDalam beberapa kesempatan, terkadang di antara kita masih memiliki pemikiran untuk menunda-nunda kebaikan. Ya, “Saya akan melakukannya besok, mungkin minggu depan, atau bulan depan saja, tahun depan masih ada, ketika saya sudah menikah, bahkan ketika saya sudah memiliki jabatan tinggi.” Sebuah hal yang tidak asing dalam hal menunda-nunda kebaikan.

Dalam sebuah buku, Ibn Atha’illah mengatakan dalam kitabnya bahwa “Menunda-nunda amal kebaikan hingga kamu memiliki waktu yang luang adalah suatu tanda jiwa yang belum matang (jiwa yang masih kotor).” Dalam praktiknya, orang-orang dalam melakukan kebaikan dan menundanya hanya terbatas dengan skala prioritas mana yang lebih penting, sedang untuk dilakukan, hingga yang kurang penting. Karena dalam melakukan amal kebaikan itu tidak terikat dengan waktu hanya skala prioritas saja.

Lantas, apakah tidak ingat dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 138 “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” Ketika kita menunda-nunda amal kebaikan bisa jadi amal tersebut tidak terlaksana, karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan nyawa kita dicabut oleh Allah melalui perantara malaikat Izrail dan akibatnya amal kebaikan yang kita tunda berakhir tidak terlaksana.

Akibat lain yang muncul ketika amal kebaikan tidak terlaksana adalah penyesalan seperti halnya firman Allah yang termaktub dalam Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 99-100 “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu dalih yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” Dalam ayat tersebut mengingatkan kita dengan penyesalan-penyesalan yang akan datang dikemudian hari.

Maka dari itu, sebagai manusia yang terkadang menunda-nunda dalam melakukan amal kebaikan sudah sepatutnya kita bisa memaksimalkan waktu dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya seperti yang sudah dikatakan di atas tidak ada yang tahu kapan nyawa kita dicabut. Ingatlah bahwa amal kebaikan itu bukan hanya tentang materi yang kita berikan untuk orang-orang yang membutuhkan saja, ketika ada waktu luang untuk sejenak membaca Al-Qur’an pun hanya satu ayat, mendengarkan kajian singkat diperjalanan, sejenak di bus untuk membaca artikel ilmu-ilmu agama, dan masih banyak amal kebaikan yang semestinya bisa kita lakukan tanpa harus menunda-nundanya. ~

Maka dari itu, STOP! Untuk Menunda-nunda Kebaikan.



Sudahkah Anda Bersyukur Hari Ini?

Sudahkah Anda Bersyukur Hari Ini?


Ibadah merupakan salah satu bentuk syukur
bersamaislam.com
- Setiap hari pasti kita selalu bernafas dari mulai bangun tidur hingga bangun tidur lagi. Tak ada hentinya kita bernafas, lalu apakah kita berpikir dengan orang-orang yang memiliki gangguan pernafasan? Mungkin mereka sedang kesulitan menghirup oksigen, berkali-kali gonta-ganti tabung oksigen dengan biaya yang tidak mengenal kata murah. Kita yang sehat hanya tinggal menghirup tanpa harus membayar.

Pagi ketika bangun dari tidur, kita masih bisa bertemu dengan orang-orang tersayang seperti orang tua, masih bisa berkumpul dan duduk bersama di atas meja makan untuk sarapan, masih bercengkrama di kala sore menuju malam, bahkan masih bisa melakukan shalat wajib berjama’ah. Lalu bagaimana dengan orang tua mereaka yang sudah tiada?

Lantas, sudahkah kita bersyukur hari ini?

Menjadi seseorang yang senantiasa bersyukur sudah seharusnya dapat terimplementasi dengan baik dalam menjalani kehidupan. Allah SWT. berfirman dalam Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 152 yang berbunyi “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-ku”. Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT. menyeru kepada umat-Nya agar selalu mensyukuri terhadap segala nikmat dan sangat melarang umat-Nya untuk kufur nikmat atau mengingakari segala bentuk nikmat yang Allah berikan.

Impact dari bersyukur itu sangatlah banyak. Allah SWT. berjanji dalam Surah Ibrahim ayat 7 bahwa “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Dalam ayat tersebut, sudah jelas bahwa bersyukur itu sangatlah penting bagi setiap orang dan janji Allah tidak ada yang terdustakan satupun.

Tanpa ada rasa syukur, semewah dan sebanyak apapun harta kita bahkan melebihi dunia dan seisinya, kita tidak akan menemukan satu titik kepuasan. Kita hanya fokus pada satu titik yaitu kehidupan dunia yang sebenarnya tidak ada ujungnya. Tapi berbeda ketika kita senantiasa bersyukur, kita akan dikelilingi dengan rasa tentram, Bahagia, dan yang paling penting selalu
merasa cukup.

Dalam berjalannya kehidupan, syukur bukan hanya sebatas atau sekedar ucapan saja. Syukur juga bisa dalam bentuk perbuatan, seperti ketika kita diberikan kehidupan yang lebih maka bentuk syukur kita adalah berbagi kepada mereka yang membutuhkan dengan cara bersedekah. Allah SWT. menitipkan rezeki orang lain dalam harta kita, maka seharusnya kita senantiasa bersyukur bahwa kita dipercaya oleh Allah sebagai perantara kebahagiaan orang lain.

Ketika berbicara bersyukur ini, teringat pada sebuah kutipan yang terdapat dalam buku karya Muhammad Assad yang berjudul Every Moment Counts, ia pernah mengatakan bahwa:
“Hidup ini berputar seperti roda. Saat berada di atas, ingatlah bahwa itu pemberian-Nya. Dan saat berada di bawah, yakinlah bahwa itu sudah menjadi ketetapan-Nya. Allah selalu akan memberikan yang terbaik bagi seluruh hamba-Nya. Maka bersyukur itu setiap hari, sepanjang waktu, dan bukan hanya saat kita sedang berbahagia. Saat mendapat kesedihanpun, rasa syukur itu tidak boleh berkurang”.

I'm Moody, Bisakah Menghafal Al Qur'an?

I'm Moody, Bisakah Menghafal Al Qur'an?

Ilustrasi

bersamaislam.com - Menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah amalan yang sangat istimewa, para Sahabat di zaman dahulu senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai amalan utama sebelum hal lainnya. Hal ini dikarenakan ganjaran yang amat menggiurkan disisi manusia, diantaranya yaitu:

1.  Menjadi Sebaik-baik Manusia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

2. Menjadi Syafa’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an.” (HR Muslim)

3. Diberi Mahkota dan Pakaian Kemuliaan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً

“Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafizh Al-Qur’an mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi,“Ya Allah, tambahkan untuknya.”Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafizh Qur’an, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.” (HR At-Tirmidzi)

4. Derajat tinggi di Surga.

Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang akan didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآن اِقْرَأ وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّل فِيْ الدُنْيَا، فَإِنَّ مَنْزلكَ عِنْدَ آخِر آية تَقْرَؤُهَا

“Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR Abu Daud)

Demikian beberapa keutamaan bagi mereka yang menghafal Al-Qur’an. Dan ternyata tak hanya berhenti pada beberapa poin diatas, masih banyak lagi hadits yang menerangkan balasan bagi Ahlul Qur’an.

Namun, Sahabat.. masihkah ada diantara kita yang enggan menghafalkan Al-Quran karena alasan malas, moody dan belum sempat? Padahal Allah telah memberitakan dengan jelas bahwa Al-Qur’an ini mudah untuk dipelajari dan dihafalkan.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar :17, 22, 32, 40)

Allah sampai mengulang firman-Nya empat kali, loh Sahabat! Sebelum kita menilai diri kita tak mampu untuk menghafalkan Al-Qur’an, maka sungguh Allah telah jauh lebih dulu mengisyaratkan perihal kemudahan Al-Quran itu sendiri bagi manusia. Kita mau jadi golongan yang mana?

Bahkan Allah berfirman bahwa Al-Qur’an datang bukan agar membuat kita kesusahan.

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah” (QS.Thaha:2)


Sulit Menghafal Karena Moody?

Sahabat, terkadang diantara kita ada yang merasa kesulitan menghafalkan Al-Qur’an. Salah satu penyebabnya adalah Moody. Apa, sih Moody itu? Moody adalah salah satu karakter dimana perasaan seseorang mudah naik dan turun secara drastis dan tiba-tiba. Misalnya, sedang dalam keadaan senang dan bahagia tiba-tiba langsung berubah menjadi amat sedih dan kecewa sampai putus asa. Hal ini cukup mengganggu keberlangsungan aktivitas seseorang termasuk menghafal Al-Qur’an.

Pertanyaannya, apakah Moody menghambat proses menghafal Al-Qur’an? Jawabannya adalah TIDAK! Sama sekali tidak. Dengan catatan apabila kita sendiri tidak mengizinkan hal itu dapat terjadi. Mengapa demikian? Karena kita yang memiliki kuasa atas apa yang akan kita lakukan tidak. Yang menjadi faktor paling utama adalah keinginan dan kesungguhan.

Pernahkah Sahabat mendengar istilah First Hardest? Percobaan pertama yang biasanya niscaya dengan kesulitan. Hal ini dapat kita analogikan dengan jalan setapak di dalam hutan dengan tanah yang tidak ditumbuhi rumput, sementara rumput-rumput liar tumbuh subur di kiri dan kanan jalan setapak itu.

Mengapa bisa demikian? Ya, karena jalan itu telah diretas dan selalu dilewati oleh tapak-tapak pejalan kaki. Awalnya mungkin bagi pemotong rumput di hutan tersebut akan kesulitan sebab amat lebat dan cukup menguras tenaga, hingga akhirnya jalan setapak bisa tercipta dan selalu dilewati dengan mudah karena bersih dari rumput liar.

Begitu pula dengan menghafalkan Al-Qur’an bagi kita yang Moody, awalnya mungkin akan kesulitan. Tapi, bukankah Allah yang telah menjamin kemudahan?

Maka dari itu yuk kita bahas bagaimana cara mengatasi Moody dan metode menghafalkan Al-Qur’an seperti apa sih, yang cocok untuk kaum Moody-an?


Tips Mengatasi Moody

1. Pahami Hati

Sahabat, siapa yang akan benar-benar mengetahui hati kita jika bukan kita sendiri dan Allah Swt. Jangan sampai kita selalu ingin dimengerti orang lain atas sifat kita yang cukup freak ini. Hihi.. Jangan egois! Ingat loh, dunia tidak hanya berporos padamu saja (kalau kata NKCTHI :D)

Jika kita mengetahui bahwa diri kita sedang tidak enak hati, yuk pahami hati kita sendiri dan cari jalan keluar agar bisa terobati lagi. Apalagi, menghafal Al-Qur’an ini bukan soal kepintaran saja, melainkan keikhlasan dan ketulusan hati. Yuk beresin dulu hatinya!

2. Cari Aktivitas Yang Bisa Mengembalikan Semangat

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengambalikan semangat dan motivasinya. Maka, setelah memahami hati dan diri, kita harus tahu solusi seperti apa yang bisa ampuh membuat kita kembali bersemangat dalam melakukan aktivitas.

Hati-hati jadi berlarut dalam mood yang negatif dan berujung mager alias malas gerak. Sayang sekali loh kesempatan waktu yang terbuang sia-sia. Nah, ada yang suka jalan-jalan agar mood nya baik, ada yang suka bersih-bersih rumah hingga curhat di buku diary yang melapangkan hati. Pokoknya, cari cara kita sendiri agar bisa kembali bersemangat, ya.

3. Minta Izin Pada Allah

Hah, minta izin pada Allah? Izin apakah itu? Nah, Sahabat.. Al-Qur’an ini adalah mukjizat paling besar yang Allah turunkan. Didalamnya berisi kisah, nasihat, petunjuk, rahmat dan bahkan obat untuk penyakit. Allah Yang Maha Memiliki segala sesuatu di dunia ini juga Maha Menggenggam Hati hamba-Nya. Maka, kita sebagai salah satu ummat Nabi Muhammad Saw hendaknya memohon pada Allah agar Al-Qur’an dapat masuk ke dalam hati kita sebagaimana Allah berfirman:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Ankabut : 49)


Tips Menghafal Untuk Kaum Moody

1. Cari Waktu Yang Paling Baik Untuk Menghafal

Untuk kita kaum Moody, selain perlu mengetahui kondisi yang pas untuk menghafal bagi hati kita (ciee) perlu kita cari waktu yang dianjurkan juga untuk menghafal, diantaranya ialah

a. Sepertiga Malam
b. Ba’da Shubuh
c. Sebelum tidur
d. Ba’da Maghrib

Waktu-waktu tersebut selain merupakan anjuran dari Allah dan Rasulullah, menurut penelitian otak sedang dalam masa yang paling baik untuk menerima respon karena masih fresh. Sehingga proses meghafal akan berlangsung optimal.

2. Baca Makna Ayat yang Dihafal

Sebelum menghafal, alangkah lebih baik jika kita membaca makna setiap ayat yang akan kita hafal. Hal ini bertujuan agar kita dapat lebih mengikat hafalan secara pemahaman dan proses alur kisah di ayat tersebut yang memudahkan kita dalam merangkai ayat yang dihafal. Selain itu, membaca makna ayat juga bermanfaat untuk menambah wawasan kita dalam memahami Al-Qur’an sehingga mudah-mudahan akan bertambah keimanan kita setelah bertambahnya hafalan Al-Qur’an kita. InsyaaAllah.

3. Ulangi Ayat yang Dihafal minimal 20x

Practice makes right, repetition makes perfect. Begitu kata pepatah. Maka latihan dan pengulangan adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan dalam melakukan sesuatu termasuk menghafalkan Al-Qur’an. Jika kita fikir menghafal lagu itu mudah ketika kita mendengarnya berkali-kali, maka Al-Qur’an ini justru harus lebih mudah bagi kita sebagai ummat Islam. Apalagi setiap hurufnya memiliki 10 nilai kebaikan yang apabila kita ulang berkali-kali akan menghasilkan pahala yang tiada terkira. Subhanallah.

4. Muraja’ah (Ulang) Hafalan Agar Tidak Hilang

Sahabat, Al-Qur’an sesungguhnya akan menjaga kita dari segala bentuk maksiat apabila kita mau menjaga Al-Qur’an dalam hidup kita, termasuk menjaga hafalan Al-Qur’an itu sendiri. Ulanglah hafalan kita secara berkala di setiap hari nya agar tetap terjaga dalam ingatan kita, dan mudah-mudahan Al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi kita di Yaumil Akhir. Aamiin

Winni Alawiyah
Bandung, 24 Januari 2020 15.38 WIB

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik